*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pendidikan dalam blog ini Klik Disini
Fadli Zon Ungkap Pengusul Hari Kebudayaan
Nasional 17 Oktober (detikNews: Kamis, 17 Juli 2025). Menteri Kebudayaan Fadli
Zon mengatakan penetapan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) pada 17 Oktober bertepatan
dengan peluncuran Bhineka Tunggal Ika oleh Presiden ke-1 RI Soekarno (17
Oktober 1951). Ini sesuai dengan usulan dari Jogjakarta (lihat TVRI Yogyakarta
Official: https://www.youtube.com/watch?v=o-C2DXYflXM). Tentu saja banyak hal
yang terjadi pada tanggal 17 Oktober di masa lampau (lihat Wikipedia). Tanggal
17 Oktober juga bertepatan dengan hari bulan tahun lahir Presiden Prabowo 17
Oktober 1951. Fadli Zon lahir 1 Juni bertepatan hari Lahir Pancasila (beda tahun).

Peristiwa 17 Oktober 1952 adalah unjuk rasa dilakukan
sejumlah perwira militer dan ribuan demonstran di depan Istana Merdeka, Jakarta
menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dan percepatan
pemilu. Aksi ini dipicu konflik internal di tubuh TNI AD dan ketidakpuasan
terhadap DPRS yang dianggap menghambat jalannya pemerintahan. Latar Belakang: Kekecewaan
terhadap DPRS dinilai lamban mengatasi masalah negara, termasuk masalah
internal TNI AD. Selain itu, terjadi konflik internal di tubuh TNI AD, terutama
terkait rencana reorganisasi dan rasionalisasi yang diajukan KSAD AH Nasution. Tuntutan:
Para perwira militer dan demonstran menuntut DPRS dibubarkan dan pemilu
dipercepat. Mereka juga ingin mengakhiri konflik internal di tubuh TNI AD. Aksi:
Demonstrasi ini melibatkan sekitar 30.000 demonstran dan beberapa tank serta
meriam yang diarahkan ke Istana. Meskipun terkesan menekan, aksi ini tidak
bertujuan kudeta melainkan menyampaikan aspirasi. Tanggapan Soekarno: Presiden
Soekarno menanggapi tuntutan tersebut dengan meminta waktu untuk
mempertimbangkan dan menjelaskan bahwa pembubaran DPRS tidak bisa dilakukan
secara sepihak. Akibat: Peristiwa ini menyebabkan AH Nasution mengundurkan diri
dari jabatan KSAD (AI Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah hari lahir, Menteri
Kebudayaan, 17 Oktober 1951? Seperti disebut di atas Menteri Kebudayaan Fadli
Zon menetapkan Hari Kebudayaan tanggal 17 Oktober 1951. Bagaimana dengan Abdoel
Haris Nasoetion dan Peristiwa 17 Oktober 1952? Yang jelas secara kebetulan juga
bertepatan dengan hari bulan tahun lahir Presiden Prabowo. Lalu bagaimana sejarah
hari lahir, Menteri Kebudayaan, 17 Oktober 1951? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar
untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi)
dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Hari Lahir, Menteri Kebudayaan, 17 Oktober 1951;
Abdoel Haris Nasoetion dan Peristiwa 17 Oktober 1952
Tunggu deskripsi lengkapnya
Abdoel Haris Nasoetion dan Peristiwa 17 Oktober 1952:
Hari Bulan Tahun Lahir Presiden Prabowo 17 Oktober 1951 dan Hari Lahir
Pancasila
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999).
Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar
rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog
hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang
tidur. Saya sendiri bukan sejarawan
(ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami
ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah
catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










