Sejarah

Sejarah Barus, Tapanuli (5): Perdagangan Atjeh Menurun Drastis Karena Faktor VOC; Pedagang Atjeh Amat Tergantung Tapanoeli




false
IN




























































































































































false
IN




























































































































































false
IN



























































































































































Setelah
penaklukkan Malaka, sesungguhnya Belanda/VOC berhasrat ingin bekerjasama dengan
(Kesultanan) Atjeh. Kerjasama ini tampkanya tidak berhasil. Kedua belah pihak bukannya
bekerjasama malahan saling bersaing. Atjeh tampaknya menginginkan kembali
wilayah-wilayah perdagangaan tradisionalnya yang telah jatuh ke asing (khususnya
Belanda), sebaliknya Belanda/VOC selain tidak melepaskannya juga ingin
menguasai Atjeh. Faktor inilah mengapa VOC/Belanda meninggalkan Atjeh. VOC
mulai memahami, Atjeh tidak lebih maju, jika pelabuhan-pelabuhan di pantai
barat dan pantai timur tidak mendukungnya.

Perdagangan Atjeh semakin menyempit
ketika tiga negara adikuasa (Belanda, Inggris dan Prancis) menanamkan
pengaruhnya di pantai barat Sumatra. Kekuataan bersenjata dari tiga adikuasa
ini di kawasan bukan tandingan (kesultanan) Atjeh lagi sejak pertengahan abad
ke-18 (1750-1824). Pelayaran internasional dari tiga negara adikuasa ini juga
melemahkan pelayaran internasional Atjeh.
Sketsa Gowa yang dibuat Johannes Vingboons 1665
Jika kita kembali ke belakang, saat Belanda membuka pos
perdagangan di Atjeh (1599-1603), Kesultanan Atjeh belumlah apa-apa. Kraton dan
masjid Atjeh yang menjadi landmark Kesultanan Atjeh masih terkesan bersahaja
yang berada di sisi timur sungai Atjeh (lihat Peta 1603). Selama Sultan
Iskandar Muda berkuasa, lokasi kraton dan masjid dipindahkan ke sisi barat
sungai (lihat sketsa Atjeh yang dibuat Johannes Vingboons 1665). Lanskap
Kesultanan Gowa (1665) justru terkesan lebih luas (lebih besar) jika
dibandingkan Kesultanan Atjeh. Oleh karena dua sketsa ini dilukis pada tahun
yang sama (1665) dan oleh orang yang sama (Johannes Vingboons), maka dua
lanskap tersebut (Gowa dan Atjeh) dapat diperbandingkan ukurannya.

Benteng Belanda di Atjeh (1603)

Setelah
penaklukan Malaka, Portugis mulai membangun benteng; Kerajaan-kerajaan dan
kesultanan-kesultanan di nusantara belum mengadopsi konsep benteng dalam
bertahan. Kerajaan/kesultanan yang berada di dua sisi sungai, maka sungai
sendiri menjadi benteng. Hal ini juga ditemukan di Palembang, Gowa, Semarang,
dan Soerabaja, Deli dan Siak. Ketika Belanda coba bekerjasama dengan Kesultanan
Atjeh, Belanda membangun benteng tepat berada di muara sungai Atjeh. Benteng
ini dibangun antara tahun 1599-1602. Namun karena kerjasama yang tidak
berlanjut, benteng Belanda ini di Atjeh dibongkar. Belanda/VOC kemudian
membangun benteng di Maluku, Makassar (Panakoekang) dan Batavia. Kekhawatiran
Kesultanan Goa dari serangan asing, memicu kesultanan baru ini membangun
benteng sendiri: Benteng Somboapoe.

Untuk Survive, Atjeh Berdagang Secara Sembunyi-Sembunyi
ke Tapanoeli

Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber
utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman,
foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding),
karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari
sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top