
Secara harfiah spinhuys berarti “(rumah) tempat menenun”. Istilah ini digunakan untuk tempat di mana kaum perempuan dihukum atau diberi “tindakan koreksi” dan...

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surat Kabar di blog ini Klik Disini Soerabaijasch Handelsblad (“Surat Kabar Perdagangan Surabaya”) adalah surat kabar lembar...

Belanda, bersama raja yang pro-Belanda, mengumpulkan warga desa untuk menggalang dukungan atas kekuasan Belanda di Bali(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2...

Karya Joseph Meyer yang diwarnai: Menampilkan orang berkuda dengan topi lebar, nelayan yang sibuk di atas perahu mereka, dua perempuan di bawah...

Sangsit (Buleleng): Belanda menyokong warga lokal dalam pembentukan kesatuan “Anti Pemberontak” untuk menghadapi pejuang kemerdekaan. Dikabarkan kesatuan ini memiliki salam seperti terlihat...

Atas: Dua pria Tionghia berdiri di depan pintu sebuah kelenteng dengan dua patung di cerukan tembok kiri dan kanan. Bawah: Patung dewa...

Pulukan (Jembrana): Pasukan Belanda menyita senjata dan amunisi yang digunakan para pejuang Bali, yang a.l. berupa mitraliur peninggalan Jepang serta granat dan...

Kawasan yang menghubungkan sungai dan laut, kemungkinan di Pintu Besar, yang sibuk dengan perahu nelayan serta perahu angkut beratap datar yang bentuknya...

Tanjung Priuk, 26 September 1946: Divisi “7 Oktober” tiba di Jakarta setelah berlayar dari Belanda dengan tujuan mempertahankan kekuasaan Belanda di Nusantara...

Keramaian di Ryswyk, sekarang Lapangan Banteng, di mana warga Eropa dan Tionghoa berjalan dipayungi, menaiki kuda, atau mengendarai kereta kuda(klik untuk memperbesar...