Sejarah Indonesia

Sejarah Kota Depok (59): Riwayat Tiang Telepon di Depok, Kapan Sebenarnya Mulai Dibangun? Sejarah Telepon di Indonesia

image001 3027




false
IN




























































































































































false
IN



























































































































































Sebagai
gambaran penggunaan telepon umum ini Buitenzorg diatur oleh Buitenzorgsche
Intercommunale Telefoon Maatschappij (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 16-08-1898). Buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga
pukul 6 sore. Pada hari Minggu dan hari libur dari pukul 9 hingga pukul 12.
Untuk setiap tiga menit Soekaboemi-Batavia sebesar f2.5; sebesar f1.2
masing-masing untuk Buitenzorg-Soekaboemi dan Buitenzorg-Batavia. Untuk
berlanggan dapat membayar abonemen (semacam kereta api beberapa waktu yang
lalu).      

Di Depok sendiri belumlah ada keneksi telepon. Meski
sudah banyak orang Eropa/Belanda di Depok, tetapi (gemeente) Depok bukanlah
kota tetapi tetap sebagai pedesaan. Ibu kota distrik di Paroeng juga belum ada koneksi
telepon (hanya menggunakan komunikasi telegraf). Penggunaan telegraf di Depok
hanya terbatas di halte/stasion Depok (karena belum ada kantor pemerintah).
Memang jalur kabel telepon Batavia-Buitenzorg
berada di sepanjang jalur kereta api, tetapi kenyataannya halte-halte yang
berada di antara dua kota ini baru sekadar dilayani oleh jaringan kabel
telegraf. Komunikasi antar halte hanya dilakukan dengan penggunaan alat
komunikasi telegraf. Pada tahun 1900 perusahaan telepon akan memperbarui kabel
tembaga telepon antar kota (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 29-08-1900). Boleh
jadi penggantian ini karena kabel yang lama dianggap usang.
Pada tahun 1908 sejumlah district di Residentie
Batavia dimekarkan dengan membentuk onderdistrict. Salah satu district yang dimekarkan
adalah district Paroeng dengan membentuk onderdistrict Depok yang mana Asisten Wedana
berkedudukan di Depok (lihat Bataviaasch handelsblad, 29-01-1908).
Onderdistrict lainnya yang dibentuk adalah Tjimanggis (pemekaran dari district
Tjibinong). Asisten Wedana dibantu oleh pegawai administrif dan petugas polisi.
image001 3029
Bataviaasch handelsblad, 29-01-1908

Pembentukan onderdistrict Depok mengakibatkan
jaringan telegraf diperluas hingga ke Depok agar komunikasi antara Wedana di
Paroeng dan Asisten Wesana di Depok berjalan efektif. Penggunaan telepon sendiri
di Depok belum ada, karena halte/sendiri masih menggunakan alat komunikasi
telegraf. Telepon masih hal yang langka. Sehubungan dengan pembentukan
onderdistrict Depok, sebagai di tempat lain, pembangunan kantor pos dan
telegraf dibangun. Kantor pos Depok inilah yang melayani telegraf untuk kantor
Asisten Wedana  dan juga untuk pengguna
umum. Kantor Asisten Wedana dan kantor pos/telegraf ini dibangun berdekatan.
Pada masa ini kantor Asisten Wedana ini adalah kantor Kecamatan Pancoran Mas
yang sekarang. Kantor pos itu sendiri beberapa tahun yang lalu masih saya
gunakan untuk mengirim surat tetapi kini sudah ditutup karena di sebelahnya
sudah dibangun gedung yang baru.

Menjelang Sensus Penduduk 1930 dilakukan perubahan
administarif pemerintahan terkecil. Gemeente (land)  Depok dan kampong-kampong yang berdekatan disatukan
menjadi satu desa. Di Afdeeling Buitenzorg, kelurahan (wijk) hanya ditemukan di
Buitenzorg.

Pembangunan
Jaringan Telepon di Depok
Adanya kantor telepon di Depok paling tidak
sudah dilaporkan pada tahun 1931 (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 03-08-1931). Disebutkan kantor telepon ini berada disamping
kantor pos. Kantor telepon Depok inilah yang melayani pengguna telepon lokal
dan telepon interlokal di Depok. Layanan koneksi telepon di halte kereta api di
Depok juga diketahui telah terhubung. Hal ini diketahui ketika ada kecelakaan
penumpang di halte Pondok Tjina, petugas halte/stasion melaporkan langsung
kejadian kepada Asisten Wedana melalui telepon (lihat Het nieuws van den dag
voor Nederlandsch-Indie, 19-09-1931).
image001 3030
Area pemerintah di Depok (Peta 1901)

Situasi
dan kondisi ibu kota onderdistrict Depok pada tahun 1931 adalah sebagai
berikut. Suasananya masih pedesaan dan kondisi jalan di dalam desa terbilang
buruk. Hanya jalan menuju Paroeng dan Tjimanggis yang terbilang bagus. Meski
sudah ada listrik, tetapi sama sekali tidak ada lampu penerangan jalan sehingga
terkesan gelap di malam hari. Selain halte kereta api, baru ada kantor kantor
pemerintah (kantor Asisten Wedana), kantor pos dan kantor telepon. Tidak ada
toko-toko Eropa, Cina dan Arab. Belum ada tempat hiburan. Hanya ada satu
ditemukan cafe (de Koude Hoek) yang menyediakan minuman ringan, kue-kue dan
dodol terkenal Depok. Hari pasar adalah hari Senin dan hari Jumat. Dari
desa-desa sekitar berdatangan pedagang sayuran, buah-buahan, ayam, kambing dan lainnya.
Di Depok sudah ada tiga sekolah, yakni sekolah Eropa, sekolah HIS dan sekolah
zending. Jaringan air bersih sudah ada. Jumlah orang Eropa memilih tinggal di
Depok terus meningkat, Selain alasan yang telah disebut di atas, di Depok harga
sewa rumah murah. Jika membangun rumah tidak dikenakan pajak di Depok.

Lantas kapan jaringan telepon lokal (sambungan
ke rumah-rumah) di Depok mulai dioperasikan? Pertanyaan ini menjadi penting
karena pengoperasian telepon lokal di Depok menjadi sebab mengapa ada tiang
telepon yang dipertanyakan di atas. Bentuk penampilan tiang telepon yang
diperlihatkan pada foto di atas menunjukkan tiang telepon tersebut adalah tiang
telepon utama, tiang distribusi ke rumah-rumah warga.
Tiang
telepon utama ini adalah satu-satunya yang dibuat dengan struktur (kerangka)
yang kuat dari baja. Kabel tembaga dari kantor telepon dihubungkan ke tiang
utama. Lalu dari tiang utama ini kemudian kabel tembaga didistribusikan ke tiga
arah (utara, timur dan selatan) dengan menggunakan tiang yang lebih kecil sebelum
disambungkan ke rumah-rumah. Tiang utama ini berfungsi sebagai tiang pembagi
dari kantor telepon. Jarak kantor telepon (yang berada di dekat kantor pos)
dengan tiang utama ini cukup dekat (sekitar outlet Indomaret yang sekarang).
Oleh karena tiang utama dibuat sangat kuat dari (kerangka) baja maka hanya tiang
utama ini yang dapat bertahan hingga masa ini seperti yang masih kita bisa
lihat sekarang.
Berdasarkan data dan keterangan yang sejauh ini bisa
ditelusuri, tiang utama telepon di Depok diduga dibangun setelah tahun 1908 dan
sebelum tahun 1928. Angka tahun 1928 diperoleh dari seorang pemasang iklan di
Depok telah mencantumkan nomor telepon rumah. Namun tahun berapa persisnya tiang
utama telepon tersebut dibangun masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Namun
kecenderungan lebih dekat ke tahun 1928. Sebagai proksi dapat diinterprestasi
dari suatu iklan yang diterbitkan pada surat kabar pada tahun 1922.

image001 3031
Iklan penyewaan rumah 1922 dan 1928

Pada
tahun 1922 seorang warga Depok [Emil] Harahap menyewakan dua buah rumahnya
masing-masing dengan harga sewa f35 dan f25 per bulan di dalam suatu iklan
tidak menyebutkan nomor telepon (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 27-01-1923). Informasi nomor telepon sudah barang tentu
penting bagi calon penyewa. Dalam hal ini boleh jadi pada tahun 1922 belum ada
jaringan telepon di Depok.

Dengan
mengacu pada iklan tahun 1922 dan iklan tahun 1928, range tahun pembangunan tiang
telepon utama di Depok diperkirakan setelah tahun 1922 dan sebelum tahun 1928.

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top