Sejarah

Sejarah Riau (15): Dulu Dalu Dalu Sungai Kubu, Kini Pasir Pangaraian Sungai Rokan; Benteng Portibi dan Tuanku Tambusai, 1838




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini
 

Sebelum
dikenal nama Pasir Pangaraian, sudah dikenal Dalu Dalu sebagai nama tempat
dimana terdapat benteng Tuanku Tambusai dan pengikutnya bertahan (dalam perang
melawan Pemerintah Hindia Belanda). Benteng ini berhasil ditaklukkan pada tahun
1838.  Penyerangan ke benteng Dalu Dalu
dilakukan setelah benteng Bonjol ditaklukkan pada tahun 1837. Basis penyerangan
dpusatkan di benteng Portibi (Padang Lawas).

Dalu Dalu pada masa ini berada di wilayah
kabupaten Rokan Hulu. Ibu kota kabupaten berada di Pasir Pangaraian. Jarak dari
(benteng) Dalu Dalu ke Pasir Pangaraian sekitar 37 Km. Situs benteng Dalu Dalu pada
masa ini berada di desa Tambusai Tengah, kecamatan Tambusai (berbatasan
langsung dengan kecamatan Huta Raja Tinggi, kabupaten Padang Lawas, provinsi
Sumatera Utara). Ibu kota kabupaten Padang Lawas berada di Sibuhuan.

Lantas
apakah nama Dalu Dalu tetap penting? Nama Dalu Dalu kini seakan terlupakan,
karena ibu kota kabupaten Rokan Hulu ditetapkan di Pasir Pangaraian. Namun
sebagai benteng yang penting di masa lampau. Dalu Dalu akan tetap dianggap
penting. Nama Dalu Dalu ( di sungai Kubu) dan Pasir Pangaraian (di sungai
Rokan-Kanan) akan terus eksis. Lalu bagaimana sejarah dua nama tempat ini
bermula? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Dalu Dalu dan Pasir
Pangaraian

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Pertubuhan dan Perkembangan
Kota Pasir Pangaraian

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top