*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini
Nama
Pasifik kini menjadi kiblat dunia, Lautan Pasifik adalah masa kini dan masa
depan, sedangkan Lautan Atlantik dan Lautan Hindia masa lampau. Lantas apa yang
terpenting di kawasan Pasifik ini? Tentu saja bertemunya kekuatan lama (Amerika
Serikat dan Jepang) dan kekuatan baru (Cina, Australia dan Indonesia). Lalu apa
lagi? Tentu saja isu-isu seputar Pasifik yakni soal
Laut Cina (selatan) dan soal negara-negara kecil di Pasifik.

Pasifik adalah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic
Cooperation= APEC) adalah forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik yang
bertujuan untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas dan
mendorong perdagangan bebas di seluruh kawasan Asia-Pasifik. APEC didirikan
pada tahun 1989 sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan interdependensi ekonomi
negara-negara Asia-Pasifik dan lahirnya blok perdangangan lain di bagian-bagian
lain dunia. Sementara wujud lainnya adalah Forum Kepulauan Pasifik (Pacific
Islands Forum) adalah sebuah organisasi kerjasama antarnegara Pasifik.
Organisasi ini didirikan pada 1971 dengan nama Forum Pasifik Selatan, dengan
anggota Australia, Kepulauan Cook, Fiji, Nauru, Samoa Barat, Selandia Baru, dan
Tonga. Saat ini organisasi ini beranggotakan 18 negara. Piagam Forum Kepulauan
Pasifik menyatakan bahwa organisasi ini bertugas mengkoordinasikan kegiatan
ekonomi, termasuk hubungan niaga, komunikasi, kegiatan kebudayaan,
kewarganegaraan, paspor, dan visa, kegiatan sosial, dan kegiatan kesehatan.
Markasnya berada di Suva, Fiji. Organisasi ini merupakan salah satu pengamat
Pengamat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lantas
bagaimana sejarah negara-negara kecil di (lautan) Pasifik? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun
sejarah tetaplah sejarah. Lalu apa menariknya? Seperti disebut di atas, negara-negara kecil di
Pasifik (selatan) ini telah membentuk forum sendiri yang di dalamnya tergabung
negara besar (Australia dan Selandia Baru). Apa yang menjadi masalah? Seperti di forum Asia Pasifik ada negara China
dan di Pasifik (selatan) ada Australia. Lho, koq? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Pasifik dan Navigasi
Pelayaran Tempo Doeloe
Negara-negara
(dan setingkat negara) kecil di (lautan) Pasifik jumlahnya banyak. Disebut
negara-negara kecil karena luas wilayahnya hanya berupa titik(-titik) di lautan
Pasifik (relatif) dibandingkan dengan (luas wilayah) negara Australia, Selandia
Baru dan Papua Nugini. Demikian juga dengan perbandingan jumlah penduduk,
apalagi soal kekuatan ekonomi. Semua negara-negara kecil ini digabungkan, maka
luas daratan dan lautan kira-kira sebanding dengan Indonesia.

Km² (sekitar luas pulau-pulau di Teluk Jakarta). Bandingkan luas seluruh
daratan Indonesia 1,905 Juta Km². Jumlah penduduk Vanuatu sebanyak 272.000 jiwa
(bandingkan dengan penduduk Indonesia sebanyak 271 Juta jiwa). PDB per kapita
Vanuatu sebesar $2.800 (bandingkan dengan Indonesia sebesar $4.200). Singkat
kata negara Vanuatu hanyalah negara sangat kecil jika dibandingkan dengan
negara Indonesia.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Negara-Negara Kecil di Pasifik
Selatan: Ada Australia dan Selandia Baru
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










