Sejarah Indonesia

Sejarah Australia (26): Vanuatu, Penting Karena Australia, Tetapi Vanuatu Tenggelam Karena Indonesia; Apa Kata Selandia Baru?




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini
 

Vanuatu
adalah negara kecil di (lautan) Pasifik, di sebelah timur (benua) Ausralia.
Vanuatu merasa penting karena Australia, tetapi tenggela karena Indonesia. Apa
maksudnya, Vanuatu akan tetap eksis sejauh Australia mendapat dukungan dari
Australia, lebih-lebih dalam hubungan ekonomi-perdagangan. Namun Australia ke
depan lebih cenderung melihat Indonesia, maka Vanuatu akan tenggelam sendiri,
ketika negara-negara kecil Pasifik lainnya melihat Indonesia (seperti Papua
Nugini). Bagaimana dengan Selandia Baru
? Sudah lebih awal melihat Indonesia (daripada
Australia).

Pada masa ini sudah terasa, apalagi jauh ke
depan, hubungan antar negara tidak agi didasarkan pada isu politik, tetapi
lebih didasarkan atas isu ekonomi (perdagangan). Dalam kerangka
ekonomi-perdagangan Asia Pasifik atau Pasifik Selatan, Australia dan Selandia
Baru lebih tergantung pada Indonesia daripada keseluruhan negara-negara kecil Pasifik
Selatan. Mengapa? Pasar (market) timbal balik. Negara Indonesia yang
kaya suber daya alam dan jumlah penduduk besar berarti akan dibutuhkan
Australia dan Selandia Baru apakah pasokan bahan baku maupun market untuk
produk yang dihasilkannya. Dalam kerangka itu, negara Vanuatu yang kurang
bersahabat dengan Indonesia akan tenggelam. Teriakan Vanuatu di forum PBB
beberapa waktu lalu tentang Indonesia dapat dikatakan sebagai teriakan terakhir
Vanuatu sebelum gelombang Pasifik menyapu habis dan menenggelamkan kapal
ekonomi negara tersebut.

Lantas
bagaimana sejarah Vanuatu
? Seperti disebut di atas, Vanuatu hanya penting bagi
Australia pada masa lampau, mulai melupakannya dan kini lebih bersahabat dengan
Australia. Ini dapat dilihat dari kebijakan Australia belakangan ini. Hal itu
juga yang telah dilakukan oleh Papua Nugini. Apakah (negara) Vanuatu akan
terisolasi dan tenggelam dengan sendirinya dengan cararnya sendiri
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Vanuatu dan Negara-Negara
Pasifik

Berita
yang muncul pada tahun 1980 dari Pasifik dengan judul ‘Vrijheid begint met
burgeroorlog op Nieuwe Hebriden’ tiba-tiba menyita perhatian dunia (lihat Het
vrije volk : democratisch-socialistisch dagblad, 02-06-1980). Disebutkan berita ini
dilaporkan dari (Port) Vila bahwa The New Hebrides, sebuah kepulauan di timur
Australia adalah ‘kondominium’ terakhir di dunia yang selama ini dikelola
bersama oleh Prancis dan Inggris Raya. Ini akan berakhir pada 30 Juli, ketika
New Hebrides sebagai negara bagian Vanuatu akan memperoleh kemerdekaannya. Dengan
kemerdekaan itu juga mengakhiri berlakunya’ protokol Inggris-Prancis yang
mengatur kesetaraan pengaruh kedua negara di kawasan.

Dari berita itu, banyak
informasi yang diperoleh. Kota yang berada di Vanuatu disebut (Port) Vila. The
New Hebrides di timur Australia adalah bagian dari Vanuatu. Di kepulauan ini
terdapat kontrol (bersama) antara Prancis dan Inggris. Disebutkan ini adalah ‘wilayah
jajahan’ terakhir di dunia. Terjadinya perang saudara ini akan menjadi jalan
bagi kawasan kepulauan di Pasifik ini akan mendapatkan kemerdekaan (dari
Prancis-Inggris). Mengapa surat kabar berbahasa Belanda ini menekankan arti
penting ‘wilayah jajahan’ terakhir di dunia. Boleh jadi itu karena orang
Belanda sangat paham arti ‘wilayah jajahan’ seperti Belanda pernah menjajah
Indonesia. Berita ini seakan ingin menyindir orang Prancis dan Inggris yang
sudah sejak lama tidak memiliki ‘wilayah jajajan’. Yang terakhir terbilang
adalah ketika Indonesia membebaskan wilayah Papua dari cengkraman Belanda tahun
1963.

Dalam
berita tersebut juga disebutkan bahwa pada Juli 1977, pada konferensi tingkat
menteri Prancis-Inggris di New Hebrides disepakati bahwa wilayah jajahan
kepulauan tersebut akan merdeka pada paruh kedua tahun 1980. Lalu pada tanggal
15 November tahun lalu (1979), pemilihan umum diadakan untuk membentuk majelis
umum. Kerusuhan saat ini di kepulauan yang terdiri dari lebih dari tujuh puluh
pulau vulkanik dan pulau karang bergantung pada kemerdekaan bersama. Penduduk
pulau yang berbahasa Prancis khawatir bahwa mereka akan dirugikan oleh
pemerintah kepulauan yang berorientasi pada bahasa Inggris. Pemerintah pusat
selama ini enggan melakukan kekerasan terhadap para pendukung pemisahan diri
karena akan membahayakan persatuan nasional. Pendukung partai Anglophone yang
berkuasa telah meninggalkan rumah mereka karena takut pada separatis, yang
sebagian besar aktif di Espiritu Santo, pulau terbesar. Kebanyakan pekerja
perkebunan dipimpin oleh sekitar 50 orang Eropa berbahasa Prancis yang pada
gilirannya akan didukung oleh pengusaha Amerika yang merupakan anggota Phoenix
Foundation.

Kelompok sayap kanan ini (Phoenix Foundation)
disebutkan sebelumnya mencoba membuat Bahama menjadi negara bagian merdeka
tanpa pajak dan pemerintah. akan ingin menjadikan Espiritu Santo sebagai surga
pajak dan pusat kasino. Foundation ini mendukung separatis, antara lain ‘mencegah’
Rusia akan mengambil alih kekuasaan. Australia sendiri disebutkan mengikuti
peristiwa di New Hebrides dengan cermat, karena pulau-pulau itu relatif dekat
dengan pantai Australia yang berpenduduk sekitar 100 ribu jiwa, budaya dan ras New
Hebrides terkait erat dengan Papua Nugini. Ketua Menteri pemerintah, Walter
Linni telah meminta para separatis untuk mengakhiri aksi kekerasan mereka dan
mengakui pemerintah terpilih yang sah.

Pada
bagian lain dalam surat kabar tersebut dilaporkan dari Vila bahwa Otoritas New
Hebrides kemarin (02-06-1980) mengevakuasi sebanyak 500 orang termasuk sebanyak
110 warga asing dengan tiga kapal dari Espiritu Santo, pulau yang berada di
tangan pemberontak sejak pekan lalu. Evakuasi berlanjut hari ini. Pemerintah
kepulauan telah meminta bantuan militer kepada PBB, Prancis dan Inggris untuk
memadamkan pemberontakan di pulau itu. Separatis bersenjata menyandera sepuluh
petugas polisi dan dua pejabat pemerintah di Espiritu Santo. Hari ini di Paris,
pertemuan akan berlangsung antara pejabat dari New Hebrides, Inggris Raya dan
Prancis.

Dari keterangan-keterangan yang disebut di
atas bahwa (pulau) New Hebrides dan (pulau) Espiritu Santo menjadi dua wilayah
yang menjadi persoalan ‘situ-sini’ yang boleh jadi memiliki ras yang sama
tetapi dipengaruhi dua asing yang berbeda (Prancis dan Inggris). Ini ibarat
Kanada di masa lampau (antara Prancis dan Inggris). Kawasan yang terbilang
kepulauan ini ternyata banyak pihak yang bermain, tidak hanya Inggris dan
Prancis, juga Rusia, Amerika Serikat dan Australia (plus PBB). Lantas apa yang
menarik bagi asing pada kepulauan ini? Hanya semata-mata posisi geografisnya di Lautan
Pasifik.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Negara Vanuatu: Kau Memulai,
Kau Mengakhiri

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top