Sejarah

Sejarah Cirebon (17): Gunung Ciremai atau Gunung Ceremai; Gunung Berapi Kerucut atau Gunung Kerucut Berapi, Apa Penting?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Apalah
arti suatu nama? Demikian William Shakespeare. Mungkin orang pedalaman berbeda
menyebut nama gunung yang sama dengan orang pesisir. Dalam hal ini pula apakah
gunung berapi kerucut atau gunung kerucut berapi yang benar. Ini bukan semata
soal tata bahasa: penekanannya gunung berapi atau gunung kerucut. Gunung
Ciremai berada di wilayah terpisah dan bersifat soliter. Gunung semacam ini
ditemukan di Sumatra di Pasaman (gunung Ophir). Apakah gunung Ciremai atau
gunung Ceremai begitu penting dalam navigasi pelayaran perdagangan tempo
doeloe?


Gunung Ceremai (salah kaprah Ciremai: Latin:
Gunung Ceremé) adalah gunung berapi kerucut di kabupaten Kuningan/Majalengka. Gunung
Ceremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini memiliki kawah
ganda. Kawah barat radius 400 M terpotong oleh kawah timur radius 600 m. Pada
ketinggian sekitar 2.900 M di lereng selatan, terdapat bekas titik letusan yang
dinamakan Gowa Walet. Kini, Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman
Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Nama gunung ini berasal dari kata cereme
(Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam),
namun sering kali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya
nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan ‘ci-‘ untuk penamaan
tempat. Gunung Ceremai termasuk gunung api Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunung
api magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato.
Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap
– Kuningan dari kelompok gunung api Jawa Barat bagian timur (deretan gunung
Galunggung, Guntur, Gunung Papandayan, Patuha hingga Tangkuban Perahu) yang
terletak di Zona Bandung. Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir
kali terjadi tahun 1937
(Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah gunung Ciremai atau gunung
Ceremai? Seperti disebut di atas, gunung Ciremai bersifat soliter seperti
gunung Pasaman di Sumatra. Letaknya yang begitu dekat dengan pantai utara Jawa
menjadi menarik diperhatikan. Dalam hubungan ini bagaimana memandang gunung
Ceremai, apakah gunung berapi kerucut atau gunung kerucut berapi. Lalu bagaimana
sejarah gunung Ciremai atau gunung Ceremai? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
 

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Gunung Ciremai atau Gunung Ceremai; Gunung Berapi
Kerucut atau Gunung Kerucut Berapi, Apa itu Penting?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Gunung Berapi Kerucut atau Gunung Kerucut Berapi, Apa
itu Penting? Navigasi Pelayaran Perdagangan Zaman Kuno

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 



















*Akhir Matua
Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang,
utamanya jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top