Orang bilang, ketika dua kubu berkonflik maka pihak pertama yang menjadi korban adalah sang kebenaran. Kedua kubu akan berusaha mencari dukungan, baik dari dalam maupun dari luar, agar posisi dia semakin kuat dalam perseteruan. Usaha ini tidak jarang dilakukan dengan peluncuran propaganda yang tentunya membagus-baguskan diri sendiri, dan memburuk-burukkan pihak lain. Tidak jarang pula bahan propaganda ini tidak selaras dengan fakta dan kebenaran. Dan ini terjadi dari dulu hingga sekarang.
Rangkaian foto berikut akan menampilkan hal seperti ini. Semasa Perang Kemerdekaan dulu rupanya ada kalangan yang memunculkan foto-foto sebagai pembuktian bahwa Republik Indonesia itu menyengsarakan dan/atau masyarakat di Nusantara suka dengan pemerintahan Kerajaan Belanda. Kita akan coba untuk meneliti apa yang sebenarnya ditampilkan oleh foto-foto ini.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
- Teks asli penyerta foto:Soerabaya: Vluchtelingen van de Indonesische Terreur, afkomstig van Madoera.
- Terjemahan:Surabaya: Para pengungsi asal Madura [yang mencari perlindungan] dari teror Indonesia
- Bahasan: Teks dan foto ingin menunjukkan bahwa masyarakat banyak lebih merasa nyaman di dekat para tentara Belanda (yang berdiri tanpa baju di latar belakang). Apabila melihat posisi warga di dalam foto ada kemungkinan mereka dikumpulkan di sebuah lapangan yang memang menjadi basis tentara Belanda, dan tampaknya mereka sedang mendapatkan semacam pengarahan dari pihak yang tidak tampak di foto.
- Catatan:
Waktu: 1947
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.











