Sejarah

Sejarah Air Bangis (16): Lubuk Sikaping, Ibu Kota Termuda di Wilayah Pasaman; Soetan Kanaikan, Pionir Sekolah Pertanian




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Air Bangis dalam blog ini Klik Disini

Seberapa tua nama Lubuk Sikaping. Seberapa muda
Lubuk Sikaping menjadi ibu kota di wilayah Pasaman. Itulah pertanyaan yang
menjadi ‘password’ pertama untuk mengenal sejarah Kota Pasaman. Pertanyaan
tambahan, siapa itu Soetan Kanaikan yang sangat terkenal di seluruh Hindia
Belanda (baca: Indonesia) sebagai seorang pribumi yang menjadi pionir pendidikan
sekolah pertanian.

Kota Pasaman sejak era
kemerdekaan Republik Indonesia dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Pasaman
(Provinsi Sumatera Barat). Kota Lubuk Sikaping berada diantara Kota Bukittinggi
(ibu kota kabupaten Agam) dan Kota Padang Sidempuan (ibu kota kabupaten Tapanuli
Selatan, Sumatera Utara). Pada tahun 1998 kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan
dengan membentuk kabupaten baru: Kabupaten Mandailing Natal dengan ibu kota di
Panyabungan. Pada tahun 2003 kabupaten Pasaman dimekarkan dengan membentuk
kabupaten baru: Kabupaten Pasaman Barat dengan ibu kota Simpang Ampek. Tempo
doeloe (era Pemerintah Hindia Belanda) ibu kota district Mandailing berada di
Kotanopan dan kemudian direlokasi ke Panjaboengan. Masih tempo doeloe, ibu kota
district Rao en Loboek Sikaping berada di Loender (Panti) dan kemudian
direlokasi ke Loeboeksikaping.

Sejarah Lubuk Sikaping sesungguhnya tidak dimulai
ketika Onderafdeeling Loeboeksikaping menjadi bagian wilayah Afdeeling Agam.
Itu terlalu muda. Akan tetapi sejarah Loeboeksikaping jauh sebelum itu. Sejarah
haruslah ditulis sejauh sejarahnya dapat ditelusuri.  Memotong waktu sejarah hanya mengabaikan
Loeboeksikaping terkait dengan yang lain. Itu menyebabkan pendangkalan sejarah.
Sejarah adalah narasi fakta dan data. Tugas penulisan sejarah adalah penggalian
fakta dan data sejarah sedalam-dalamnya. Okelah, untuk menambah pengetahuan,
mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman,
foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding),
karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari
sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan
lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru
yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja* Peta 1903
Rao,
Panti dan Loeboesikaping

Pada tahun 1846 Residentie Air Bangis
dilikuidasi, setelah Afdeeling Natal dipisahkan dari Residentie Air Bangis dan
dimasukkan ke Residenti Tapanoeli dan Afdeeling Rao sebelumnya dipisahkan dari
Residentie Air Bangis dan dimasukkan ke Residenti Padangsche Bovenlanden. Residentie
Air Bangis yang tersisa hanya Afdeeling Air Bangis en Ophir Districten kemudian
dimasukkan ke Residentie Padangsche Benelanden. Asisten Residen Rao
berkedudukan di Rao dan Asisten Residen Air Bangis en Ophir Districten berkedudukan
di Air Bangis. Sementara Controleur ditempatkan di Taloe dan juga Controleur
ditempatkan di Loeboesikaping. Sedangkan di Loender hanya ditempatkan seorang
posthouder (lihat Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar, 1847).
Peta 1835

Afdeeling
Rao setara dengan afdeeling-afdeeling Tanah Datar, Agam dan Limapoeloh Kota.
Resident Padangsche Bovenlanden berkedudukan di Fort de Kock. Residentie
Padangsche Bovenlanden bersama Residentie Padangsche Bovenlanden dan Residentie
Tapanoeli berada di provinsi pantai barat Sumatra (Sumatr’s Westkust Province).
Gubernur pantai barat Sumatra adalah Generaal Majoor AV Michiels (yang
merangkap sebagai Resident di Residentie Padangsche Benelanden). Sementara yang
menjadi Resident di Residentie Padangsche Bovenlanden adalah CPC Steinmetz dan
Resident di Residentie Tapanoeli adalah Luiitenant Kolonel A van der Hart. Tiga
pejabat ini pada perang Padri di seputar tahun 1838 sangat berperan. Kolonel AV
Michiels adalah Komandan Militer dan CPC Steinmetz adalah pejabat sipil
tertinggi. Sedangkan Kaptein Alexander van der Hart adalah komandan detasemen
yang berhasil memasuki benteng Bondjol. Alexander van der Hart adalah tangan
kanan AV Michiels (bahkan sejak era Perang Djawa (1825-1830).

Pada permulaan Pemerintah Hindia Belanda (1819-1838)
District Rao adalah district yang terpisah dengan District Bondjol. Kampong
Loeboeksikaping termasuk ke dalam wilayah District Bondjol, sementara Loender
(yang kelak disebut Panti) termasuk wilayah District Rao. Pada tahun 1833 semua
raja-raja di lima district (Air Bangis, Pasaman atau Ophir Districten,
Mandailing, Natal dan Rao) telah bersatu dan bersama-sama memusuhi Padri.
Radja-radja
di lima district dan para pengeran Pagaroejoeng (Minangkabau) bekerjasama
dengan Pemerintah Hindia Belanda untuk melumpuhkan kekuatan Padri di (benteng)
Bondjol. Pada tahun 1835 benteng Bondjol dalam posisi terkepung dari semua
jurusan.
Pada tahun 1833 lima district menjadi bagian dari
Noordelijke Afdeeling. Ibu kota Afdeeling Noordelijk berada di Natal yang
dipimpin oleh seorang komandan militer. Sedangkan cabang pemerintahan dibentuk
di Air Bangis yang juga dipimpin seorang militer. Pada tahun 1835 status Noordelijke
Afdeeling diubah dari status meiliter menjadi status sipil yang mana Asisten
Residen berada di Natal. Dua asisten yang membantu asisten residen di tempatkan
di Kotanopan (District Mandailing) yakni F Bonnet (mantan tentara profesional
Prancis) dan di Rao (District Rao) yakni CLW van Liebenstein (mantan tentra
profesional Jerman).
Pada
tahun 1838, Natal dan Air Bangis tukar tempat yang mana kedudukan Asisten
Residen Noordelijke Afdeeling dipindahkan dari Natal ke Air Bangis. Bonnet dan van
Liebenstein masih tetap pada posisi masing-masing. Pada tahun 1840 status wilayah
Noordelijke Afdeeling ditingkatkan menjadi satu Residentie dengan nama
Residentie Air Bangis yang mana Residen berkedudukan di Air Bangis. Residen
dibantu oleh Asisten Residen di Panjaboengan (Afdeeling Mandailing en Angkola)
dan Controleur di Natal. Pada fase ini Kotanopan dan Rao dilikuidasi sebagai
pusat pemerintahan.
Pada tahun 1942 dibentuk afdeeling baru di
Residentie Ai Bangis yakni Afdeeling Rao. Asisten Residen Rao berkedudukan di
Rao. Namun pada tahun 1943 Afdeeling Rao dipisahkan dari Residentie Air Bangis
dan dimasukkan ke Residentie Padangsche Bovenlanden. Pada tahun 1845 Afdeeling
Mandailing en Ankola dimasukkan ke Residentie Tapanoeli dan Residentie Air
Bangis dilikuidasi dan statusnya diturunkan hanya setingkat Asisten Residen
yang hanya tersisa Afdeeling Air Bangis en Ophir Districten dan Afdeeling Natal.
Pada tahun 1846 Afdeeling Natal dimasukkan ke Residentie Tapanoeli dan
Afdeeling Air Bangis en Ophir Districten dimasukkan ke Residentie Padangsche
Benelanden. Residentie Air Bangis hanya berusia seumur jagung.
Pada
tahun 1847 di Residentie Padangsche Bovenlanden, selain afdeeling yang sudah
dibentuk secara definitif di Tanah Datar, Agam, Limapoeloeh Kota dan Rao, ada
satu afdeeling yang masih bersifat penjajakan. Afdeeling baru tersebut adalah
Afdeeling Derteen en Negen Kotta’s. Afdeeling ini terdiri dari
district-district Soepaijang en Sieroekam, Alahan Pandjang dan Soengei Pagoe.
Pada tahun 1863 Pemerintah Hindia Belanda
tampaknya mengorekasi kebijakan memasukkan Afdeeling Rao ke Residentie Padangsche
Bovelanden. Afdeeling Rao dikembalikan ke Residentie Padangsche Benelanden
dengan menggabungkannya dengan afdeeling Air Bangis dengan nama semula yakni
Afdeeling Air Bangis en Rao (yang mana Asisten Residen berkedudukan di Air
Bangis). Dalam hal ini afdeeling terdiri dari dua onderafdeeling, yakni
onderafdeeling Air Bangis en Ophir Districten dan onderafdeeling Rao en
Loeboeksikaping.

Staatsblad van Nederlandsch-Indiee voor 1891

Dalam
perkembangannya nama Loeboeksikaping menjadi lebih penting dari Rao. Hal ini
karena pertumbuhan ekonomi mengarah ke Taloe dan Loeboeksikaping. Jarak yang
lebih dekat ke Loeboeksikaping dari Firt de Kock (ibu kota Residentie
Padangsche Bevenlanden) menjadi satu faktor penting.

Pada tahun 1891 Afdeeling Air Bagis en Rao dipecah
dengan membentuk dua afdeeling yakni Afdeeling Air Bangis dan Afdeeling
Loeboeksikaping (lihat Staatsblad van Nederlandsch-Indiee voor 1891). Afdeeling
Loeboeksikaping en Rao dimasukkan ke Residentie Padangsche Bovenlanden. Dalam
pembentukan afdeeling Loeboeksikaping ini assiten Residen ditetapkan
berkedudukan di Loeboeksikaping.
Pada
tahun 1905 Residentie Tapanoeli dipisahkan dari Provinsi pantai barat Sumatra
dan menjadi berdiri sendiri. Hal yang sama sudah terjadi pada Residentie
Bengkoelen (ketika Residentie Air Bangis dibentuk pada tahun 1839). Provinsi
pantai barat Sumatra hanya terdiri dua residentie yakni Residentie Padangsche
Bovenlanden dan Residentie Padangsche Bonelanden. Afdeeling Air Bangis ern Ophir
Districten dipecah yang mana onderafdeeling Ophir Districten dimasukkan ke
Residentie Padangsche Bovenlanden. Pada tahun 1915 Provinsi pantai barat
Sumatra dilikuidasi (sehubungan dengan pembentukan Provinsi pantai timur
Sumatra). Pada tahun 1920 dua residentie ini dilebur menjadi satu residentie
dengan nama Residentie West Sumatra.
Pada tahun 1920 terjadi
perubahan administrasi wilayah. Sehubungan dengan perubahan administrasi
wilayah tersebut Residentei West Sumatra dibagi ke dalam empat afdeeling,
yakni: Zid Benelanden, Tanah Datar, Agam, Limapoeleoh Kota dan Solok. Afdeeling
Agam terdiri dari empat onderafdeeling: Oud Agam, Manindjau, Loeboeksikaping
dan Ophir.
Ibu kota Afdeeling Agam di Fort de Kock dimana Asisten
Residen berkedudukan. Onderafdeeling Loeboeksikaping ibu kota di
Loeboeksikaping. Onderafdeeling Ophir ditetapkan ibu kota di Taloe,
Onderafdeeling Ophir terdiri dari dua district yakni district Talamau dan
district Air Bangis.
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Soetan
Kanaikan Mendirikan Sekolah Pertanian di Loeboesikpang
Tunggu deskripsi
lengkapnya

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top