Pada
artikel-artikel selanjutnya akan mendeskripsikan sejarah berdasarkan tematik:
(1) Gedoeng Besar, Gedung Sate, (2) Kantor Regentschap, (3) Alun-alun Kota di
Bandjaran, (4) Hotel Preanger dan Hotel Homann (5) Stasion Bandoeng, (6) Sepakbola,
(7) Masjid Bandoeng, (8) Goenoeng Malabar dan sungai Tjitaroem, (9) Lembang dan
Tangkoeban Prahoe, (10) Sekolah Pribumi dan sekolah Eropa, (11) De Societeit Concordia,
klub social di Bandoeng, (12) Teh dan Kina, (13) Raden Adipati Wira Nata
Kesoema, regent van Bandoeng, (14) Kweekschool voor inheemse onderwijzers te
Bandoeng, (15) Kopi Preanger, (16) Surat Kabar, (17) Winkelstraat dan Bragaweg,
(18) Universiteit van Indonesie di Bandoeng, (19) Gereja Katolik Roma dan
Gereja Protestan di Bandoeng, (20) Angkloengorkest, (21) Militairen te Tjimahi,
(22) Benteng, (23) Taman Kota Pieterspark, (24) Chinese Kamp, (25) OSVIA, (26) Kanal
dan Irigasi di Bandoeng, (27) Fetival Bunga, (28) Inlandse Meisjesschool, (29) Telefooncentrale,
(30) School voor M.U.L.O dan HBS te Bandoeng, (31) Races op de Tegallega, (32) Pasar
Baroe, (33) Restaurant Kuyl en Versteeg, (34) Radiostation Malabar, (35) Nieuw
Bandoeng, (36) Rammengevecht, dan seterusnya.
*Dikompilasi oleh Akhir
Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo Doeloe.

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










