Sejarah Indonesia

Sejarah Banten (18): Sejarah Panimbang dan Pulau Panaitan; Pulau Ujung Kulon, Bukan Ujung Jawa, Tapi Pangkal Barat Pulau Jawa




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Banten, klik Disini

Apa
nama pulau di ujung kulon Pulau Jawa
? Bukan pulau Karakatau (karena pulau itu masuk
wilayah Lampung), tetapi Pulau Panaitan. Lantas apakah daratan Ujung Kulon
adalah ujung kulon Pulau Jawa
? Boleh iya,
boleh tidak. Sebab daratan Ujung Kulon di zaman doeloe diduga adalah sebuah
pulau (tetangga Pulau Panaitan). Yang jelas nama kota terpenting di Zaman
doeloe di sekitar dua pulau tersebut adalah Kota Panimbang.

Pada peta-peta Portugis, nama Panimbang kerap tertukar dengan naa
Palimbang (baca: Pelembang). Namun entah bagaimana nama Palimbang di pantai barat
pulau Jawa bergeser menjadi Panimbang. Boleh jadi orang-orang Portugis salah
mengeja Panimbang menjadi Palimbang. Yang jelas nama Panimbang setua nama
Anyer, Cilegon dan Banten serta Caringin. Dalam hal ini nama Panimbang adalah
kota terjauh di selatan di selatan Zunda dan kota terdekat dengan Pulau
Panaitan. Nama yang mirip dengan Panimbang atau Palimbang adalah Patimbang di
timur Zunda Kalapa. Nama Patimbang kini mereduksi menjadi Patimban (masuk
wilayah kabupaten Subang).

Lantas
bagaimana Sejarah Panimbang
? Siapa yang peduli? Karena tidak ada yang peduli, maka kita perlu
mengetahuinya. Faktanya, kota Panimbang lebih dahulu dicatat dalam peta jika
dibandingkan Kota Labuhan. Kalau begitu pada zaman kuno, kota Panimbang suidah ianggap
kota penting. Lalu bagaimana dengan Tanjung Lesung
? Mungkin banyak yang mengetahuinya karena salah satu
destinasi wisata. Tanjung Lesung berada di (kecamatan) Panimbang.
Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan
. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Nama Panimbang Sejak Era Hindu

Pada
peta-peta Portugis, nama Panimbang sudah diidentifikasi sebagai Palimban. Dalam
peta tersebut juga nama Ujung Kulon sudah diidentifikasi sebagai Junculon.
Demikian juga nama pulau Panaitan dan Karakatau sudah diidentifikasi sebagai
Pulo Pugniatan dan P Carata. Tiga nama Ujung Kulon, Panimbang dan Panaitan
dalam hal ini sudah kuno.

Nama-nama Panimbang dan Panaitan pada zama
kuno merujuk pada nama India. Sebagaimana diketahui, pedagang-pedagang India
sudah sejak lama berdagang ke pulau Sumatra dan pulau Jawa (era Hindoe). Dalam
peta-peta tersebut juga diidentifikasi Sebongar dan Sesucar yang sulit diduga
nama apa yang sekarang. Mungkin para pembaca yang berada di kabupaten
Pandeglang lebih mengetahuinya.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Tanjung Lesung di Panimbang

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top