*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Banten, klik Disini
Kapan
selat Sunda disebut? Yang jelas nama Selat Sunda tidak pernah berubah, suatu
selat (jalur navigasi pelayaran) yang memisahkan pulau Sumatra dan pulau Jawa.
Seperti selat Malaka dan selat Karimata, selat Sunda adalah pintu masuk jalur
navigasi pelayaran utama menuju Laut Jawa (pertemuan pulau Sumatra, pulau Jawa
dan pulau Borneo). Seputar Laut Jawa adalah lalu lintas perdagangan yang intens
sejak zaman kuno.

nama pulau, nama gunung, nama sungai dan nama selat) adalah penanda navigasi
dalam pelayaran perdagangan antar bangsa. Penulis-penulis geografi dan pembuat
peta di Eropa sangat berkepentingan derngan nama-nama geografis tersebut untuk
dibukukan (sebagai bagian dari ilmu pengetahuan). Nama-nama para penjelah saat
permulaan pemetaan (dunia) menjadi penting, sepenting nama-nama geografis yang
ditemukannya. Jika belum ada nama (lokalnya), nama-nama para penemu ini oleh
para ahli (geografi dan peta) ditabalkan namanya, seperti pulau Tasman.
Nama-nama geografis di Sumatra, Jawa dan Borneo umumnya sudah tua (sebelum
kehadiran orang Eropa) dan banyak yang merujuk pada nama-nama (berasal) dari
India, seperti Malaya yang merujuk pada nama gunung Himalaya yang kemudian
orang-orang Moor menyebutnya Malaka (dan orang Portugis menyebutnya Malacca).
Orang Moor beragama Islam berasal dari Afrika Utara sebagai pendahulu
(predecessor) orang-orang Portugis di nusantara.
Lantas
mengapa jalur navigasi antara pulau Sumatra dan pulau Jawa (selat) disebut Sunda? Mengapa bukan Selat Sumatra atau Selat Jawa? Tentu saja tidak Selat Banten, karena Banten sendiri
belum eksis. Lalu
mengapa jalur navigasi antara pulau Sumatra dan pulau Jawa (selat) disebut Sunda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Nama Selat Sunda: Selat Malaka
dan Selat Karimata
Nama
Sunda sebagai sebutan suatu penduduk asli (Sunda) adalah satu hal, sedangkan
nama (pelabuhan) Sunda Kelapa di muara sungai Tjiliwong adalah hal lain. Nama
pelabuhan Sunda Kelapa diduga kuat merujuk pada nama tempat Zunda yang disebut
Mendes Pinto dalam bukunya. Mendes Pinto ke kota Zunda ini pada tahun 1547.
Salah satu buku Mendes Pinto yang terkenal dan
telah dicetak beberapa kali dalam versi (bahasa) Inggris sejak 1653. Buku
tersebut berjudul ‘The Vyages and Adventures of Fernand Mendez Pinto’. Ada tiga bab dalam buku ini yang menyebut nama
Zunda, yakni (1) A continuation of the successe which we
had in this voyage, with my departure from Goa to Zunda, and what passed
during my abode there; (2) That which befell us, untill our departure towards
the Port of Zunda, from whence we s sail for China, and what afterwards
happened unto us; (3) My passing from Zunda to Siam, where in the
company of the Portugals I went to the War of Chiammay; and that which the King
of Siam did, untill he returned into his Kingdome, where his Queen poysoned
him.
Dalam
tulisan tersebut, Mendes Pinto membedakan dua nama tempat Zunda dan Calapa
(seperti kita lihat nanti, kelak dua nama itu diidentifikasi sebagai nama
gabungan: Zunda Calapa). Kedua tempat itu masing-masing ada rajanya. Zunda
disebut sebagai kota dari Banten dan di kota itu seorang duta besar (kerajaan)
Demak ditempatkan. Kota Zunda ini diduga adalah kota pelabuhan di sisi barat
muara sungai Tjiliwong, sedangkan Calapa adalah nama tempat di suatu pulau (Pulau
Kalapa).
Nama Zunda diduga sudah lama eksis sebagai
nama pelabuhan, sebagai hub perdagangan antara pedagang-pedagang manca negara
(dari lautan) dengan penduduk asli di pedalaman di daerah aliran sungai
Tjiliwong (kerajaan Pakwan-Padjadjaran). Nama Zunda sendiri diduga bukan nama
asli (tempatan), tetapi nama yang merujuk pada suatu tempat di India bagian
barat (Zunda) di wilayah Suratte (Guzarat). Nama Guzarat dan Goa di India
bagian barat sudah sejak lama bermukim (menjadi komunitas) Islam dari berbagai
bangsa. Salah satu bangsa yang bermukim di Guzarat dan Goa adalah orang-orang
Moor beragama Islam yang berasal dari Afrika Utara.
Nama
Zunda inilah yang diduga kuat menjadi asal-usul nama selat antara pulau Sumatra
dan pulau Jawa. Namun tidak diketahui apakah penamaan selat itu dengan nama
Zundu merujuk pada nama Zunda di Guzarat atau nama Zunda di muara sungai
Tjiliwong.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Keutamaan Selat Sunda pada Era
Kesultanan Banten
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










