Sejarah

Sejarah Banyumas (23): Banjarnegara di Hulu Daerah Aliran Sungai Serayu; Banjar, Pegunungan Dieng dan Pantai Selatan Jawa


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyumas dalam blog ini Klik Disini

Kabupaten Banjarnegara ditetapkan hari jadinya
menjadi 26 Februari 1571. Sementara kabupaten Banyumas pad tanggal 22 Februari
1571. Itu didasarkan ditetapkannya pembagian 4 wilayah Kadipaten Wirasaba
diantaranya Kadipaten Banjar Petambakan dan Kadipaten Banyumas. Bagaimana
dengan kabupaten Purbalingga? Tetap memilih 18 Desember 1830, sementara kabupaen
Cilacap menetapkan hari jadi tanggal 21 Maret 1856. Mengapa bisa berbeda-beda?
Itu satu hal. Hal yang penting dalam hal ini bagaimana narasi sejarahnya.


Banjarnegara,
suatu kabupaten ibu kota di Banjarnegara Kota. Wilayah kabupaten berbatasan Pekalongan
dan Batang di utara, Wonosobo di timur, Kebumen di selatan, dan Banyumas dan Purbalingga
di barat. Zona Utara, adalah kawasan pegunungan dari Dataran Tinggi Dieng, yang
curam dan bergelombang; Zona Tengah merupakan Depresi Serayu yang subur. Zona
Selatan merupakan bagian dari Pegunungan Serayu Selatan, relief curam. Elevasi
0-100 M dpl seluas 9,82 %. Disebutkan dalam perang Diponegoro, R. Tumenggung
Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah Mataram, sehingga Sri Susuhunan Pakubuwono
VII menetapkan bupati Banjar berdasarkan Resolutie Governeur Generaal
Buitenzorg tanggal 22 Agustus 1831 di Banjarmangu (dikenal Banjarwatulembu). Daerah
Banjar menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota baru. Di daerah
persawahan (Banjar) didirikan ibu kota kabupaten (Negara) sehingga nama daerah menjadi
Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota). Sejarah lama bermula setelah
diangkat menjadi Adipati (era Pajang 26 Februari 1571), Joko Kaiman (Wargo
Hutomo II) membagi Kadipaten Wirasaba menjadi 4 (empat) kadipaten, yaitu: Wirasaba,
Merden, Banjar Petambakan dan Banyumas di Kejawar. Kyai Adipati Wargo Hutomo II
mendapat julukan Adipati Mrapat. Sejak 2019 Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara diubah
dari tanggal 22 Agustus 1831 menjadi 26 Februari 1571
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Banjarnegara di hulu daerah
aliran sungai Serayu? Seperti disebut di atas, hari jadi (kabupaten) Banjarnegara
merujuk tahun 1571, tetapi bagaimana wilayah kabupaten Banjarnegara secara
geografi berada diantara Pegunungan Dieng dan Pantai Selatan Jawa. Apa yang
menarik? Ada Banjar di timur (kota Bandjarnegara, Jawa Tengah) dan ada Banjar
di barat (Kota Banjar, Jawa Barat). Lalu bagaimana sejarah Banjarnegara di hulu
daerah aliran sungai Serayu? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Banjarnegara di Hulu Daerah Aliran Sungai Serayu;
Banjar, Antara Pegunungan Dieng dan Pantai Selatan Jawa

Tunggu deskripsi lengkapnya

Banjar, Antara Pegunungan Dieng dan Pantai Selatan
Jawa: Banjar Jawa vs Banjar Sunda

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 



















*Akhir Matua
Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top