Batutulis, nama keluruhan di kecamatan Bogor Selatan,
Kota Bogor memang kini berada di pinggir Kota Bogor, tetapi tempo doeloe justru
berada di cenrum peradaban (kerajaan Pakwan-Padjadjaran). Ibarat Tugu Kujang
pada masa ini, tempo doeloe di Kerajaan Pakwan-Padjadjaran terdapat tugu
bertulis di tengah kota. Tugu ini kemudian disebut penduduk sebagai Batoetoelis
(yang menjadi asal-usul nama kelurahan Batutulis). Kampong Batoetoelis, bukan
hanya sekadar tentang batu bertulis, tetapi lebih dari itu.
![]() |
| Batu Tulis di Bogor, Batu Tumbuh di Jakarta |
Di
tempat lain juga terdapat nama kampong Batoetoemboeh, cikal bakal nama
keluruhan Tugu di kecamatan Koja, Jakarta Utara. Jika batu tulis di Buitenzorg
(Bogor Selatan) diduga ditulis pada era kerajaan Pakwan-Padjadjaran, batu tulis
di Batavia (Jakarta Utara) diduga ditulis pada era kerajaan Taroemanagara. Dalam
hal ini Kerajaan Taroemanagara adalah kerajaan pertama, Kerajaan
Pakwan-Padjadjaran adalah kerajaan terakhir di Jawa Barat (Tanah Sunda). Apakah
ada persamaan kampong Batoetoemboeh dengan kampong Batoetoelis?
bertulis di Batoe Toelis. Tidak ada yang pernah menulis sejarah kampong dan
penduduk Batoe Toelis. Apakah karena kampong Batoe Toelis (kini Kelurahan
Batutulis) berada di pinggir kota lalu sejarahnya terpinggirkan? Entahlah.
Sejarah Batoe Toelis sejatinya adalah bagian terpenting dari Sejarah Kota Bogor
yang sekarang. Untuk menambah pengetahuan, dan menambah wawasan nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan
sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil
kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini
tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang
lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah
disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih
menekankan saja*.
Batoetoelis
ditemukan di Sumatra khususnya di wilayah Tapanoeli. Nama kampong Batoe Toelis
merujuk pada batu bertulis. Batu bertulis ditemukan di sejumlah tempat yang
disarikan oleh seorang ahli arsip terkenal A van der Chijs yang dimuat di dalam
risalahnya tahun 1879 berjudul Register op de notulen der vergaderingen van het
Bataviaasch genootschap van kunsten en wetenschappen over de jaren 1867 t/m
1878 seperti di Buitenzorg, Tasikmalaja, Soerabaja, Pasoeroean, Bagelan,
Djogjakarta, Loboe Toea (Baros), Sanggow dan sebagainya. Namun batu tulis
apalagi dijadikan nama kampong, nama kampong Batoe Toelis di Buitenzorg yang
paling terkenal.
![]() |
| Batu bertulis di kampong Batoe Toelis (lukisan Josh Rach, 1770) |
Begitu
terkenalnya nama kampong Batoe Toelis di Buitenzorg, nama kampong ini sudah
lama ditabalkan sebagai nama jalan di Batavia (sekitar jalan Patjenongan).
Seorang penulis Belanda JSG Bramberg bahkan memberi judul tulisannya yang
berjudul De Batoe Toelis te Batavia yang dimuat pada majalan Tijdschrift voor
Indische taal-, land- en volkenkunde, 1867.
Kapan bermula
nama kampong disebut Batoe Toelis di Buitenzorg tidak diketahui secara pasti.
Paling tidak nama kampong Batoe Toelis sudah eksis ketika Josh Rach berkunjung
ke Buitenzorg pada tahun 1770 dan mengabadikan dalam lukisannya suatu batu
bertulis di suatu kampong yang disebut kampong Batoe Toelis. Dari lukisan ini
terkesan bahwa batu bertulis tersebut di Buitaenzorg telah dirawat dengan baik
dalam satu pagar. Saat itu Buitenzoeg sudah sangat terkenal sejak van Imhoff
pada tahun 1745 membangun villa (kini Istana Bogor). Lukisan Josh Rach tersebut
juga mengindikasikan batu bertulis di kampong Batoe Toelis, Buitenzorg sudah
menjadi salah satu situs tujuan wisata.
Buitenzorg
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.












