Sejarah Indonesia

Sejarah Filipina (18): Sejarah Taiwan, Pulau Formosa; Seberapa Dekat Hubungan Lama Antara Formosa dan Pulau Luzon (Filipina)




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini
 

Artikel
ini tidak berbicara tentang hubungan antara China dan Taiwan pada masa kini,
tetapi mendeskripsikan sejarah awal Taiwan yang dimulai di pulau Formosa. Nama
pulau utama di Taiwan yang disebut pulau Formosa merujuk pada nama Portugis
(sejak era Portugis). Pulau Formasa ini tidak begitu jauh dari pulau Luzon
dimana terdapat kota Manila (Filipina). Begitu dekat, sudah barang tentu antara
dua pulau ini (Formosa dan Luzon) sudah terjadi interaksi yang intens sejak
masa lampau.

Pada masa kini Taiwan dikenal sebagai sebuah
pulau di Asia Timur yang di masa lampau disebut pulau Formosa. Pulau-pulau
tetangga pulau Taiwan antara lain pulau Orchid dan pulau Hijau di Pasifik
sebelah pantai Taiwan, kepulauan Penghu di selat Taiwan, serta Kinmen dan kepulauan
Matsu sebelah pantai Fujian, Tiongkok Daratan. Secara geografis kepulauan di
Taiwan ini terletak di Asia Timur sebelah pantai Tiongkok Daratan, sebelah
barat daya kepulauan utama Jepang, tetapi sebelah barat langsung dari ujung
Kepulauan Ryukyu Jepang, dan sebelah barat laut-utara Filipina. Pulau ini
dihubungkan ke timur oleh Samudra Pasifik, ke selatan oleh Laut Tiongkok
Selatan dan Selat Luzon, ke barat oleh Selat Taiwan, dan ke utara oleh Laut
Tiongkok Timur. Pulau ini mempunyai panjang 394 kilometer (245 mil) dan lebar
144 kilometer (89 mil). Taiwan saat ini diklaim oleh Republik Rakyat Tiongkok
(RRT) walaupun RRT tidak pernah menguasai Taiwan.

Lantas
bagaimana sejarah awal Taiwan di pulau Formosa yang begitu dekat secara
geografis dengan Filipina
? Tentu saja topik ini sudah pernah ditulis. Namun
sejauh data baru ditemukan, narasi pulau Formasa di Tawain tidak akan pernah
berhenti. Lalu apa pentingnya sejarah pulau Formasa dengan sejarah Filipina
? Tentu saja sangat penting di masa lampau, meski pada
masa kini hubungannya tidak begitu penting lagi. Keutamaan sejarah pulau
Formosa di masa lampau karena terhubung dengan Asia Tenggara, khususnya pulau
Luzon (Filipina) bahkan jauh sebelum penduduk Tiongkok mencapai pulau ini. Oh,
begitu
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Formosa Era Portugis

Pada
peta-peta Portugis terdapat nama Muar di Semenanjung Malaya sebagai nama
geografis (nama sungai dan nama tempat), tetapi pada peta-peta berikutnya nama
Muar yang menjadi abadi. Mengapa nama Muar sempat berganti nama menjadi
Formosa. Muar atau Formosa berada di sebelah tenggara kota Malaka. Pergantian
ini diduga kuat karena kehadiran Portugis.

Sebagaimana diketahui bahwa pelaut-pelaut
Portugis baru mencapai Semenanjung pada tahun 1511 yang menaklukkan kota
Malaka. Jauh sebelu kehadiran orang Eropa (dalam hal ini Portugis), orang-orang
Moor sudah berabad-abad berada di Hindia Timur. Orang Moor adalah pelaut
tangguh dan pedagang ulet beragama Islam berasal dari Afrika Utara (Mauritania,
Maroko dan Tunisia). Nama Muar diduga kuat merujuk pada nama Moor. Orang-orang
Moor adalah pendahulu (predecessor) orang-orang Portugis di Hindia Timur.

Orang-orang
Portugis tidak hanya coba mengganti nama Muar menjadi Formosa, tetapi juga mengeja
nama Malaka dengan Malacca dan demikian dengan nama lainnya, seperti Boernai
atau Broenai dengan mengeja menjadi Borneo. Ini semua karena faktor pelafalan
(cara mengucapkan). Pelaut-pedagang Portugis baru pada tahun 1521 mencapai kota
pelabuhan Boernai. Tahun yang sama (1521) pelaut-pelaut Spanyol yang dipimpin
Ferdinand Magellan via Pasifik mencapai Filipina. Dari kota pelabuhan Boernai
ini pedagang-pedagang Portugis merangsek ke Manila dan Makao.

Sejak kehadiran orang-orang Portugis di
Boernai, nama pulau kemudian dicatat sebagai pulau Borneo (sesuai pelafalan
orang-orang Portugis). Nama pulau sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai
pulau Matan (kini Kalimantan).

Pedagang-pedagang
Portugis juga diduga kuat telah mencapai pulau di sisi timur laut Makao. Nama
pulau besar tersebut kemudian dikenal sebagai pulau Formosa. Suatu nama pulau
yang diberi nama baru, karena nama Formosa di Semenanjung (Malaya) tidak
digunakan lagi.

Pelaut-pelaut dan pedagang-pedagang Portugis
telah menguasai navigasi pelayaran di sekitar kawasan Laut Cina yang sekarang,
yakni Boernai. Manila, Makao dan Formosa. Dalam perkembangan berikutnya,
Cambodia juga diketahui sebagai pemukiman pedagang-pedagang Portugis.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Hubunga Formosa dan Luzon Era
Spanyol

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top