melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini
Kampong Luar Batang
adalah kampong tua di Jakarta. Disebutkan kampong ini awalnya bernama kampong
Borrong dan berubah menjadi nama kampong Loear Batang (lihat Javasche courant,
20-10-1847). Pada masa ini kampong Luar Batang termasuk wilayah kelurahan
Penjaringan. Kelurahan Penjaringan bertetangga dengan keluarahan Pluit di
kecamatan Penjaringan, wilayah Jakarta Utara. Pada masa ini kampong Luar Batang
terkenal karena terdapat masjid tua yang juga diberi nama Masjid Luar Batang.
![]() |
| Kampong Loear Batang (Peta 1826) pada masa kini |
Kampong Luar Batang berada di luar
batang. Dalam hal ini, tempo doeloe, batang (boom) adalah tembok/batas pelabuhan
Soeda Kalapa. Nama kampong ini sebelumnya bernama kampong Borrong. Kampong ini
diduga adalah perkampongan orang-orang Makassar. Dalam bahasa Makassar ‘borong’
adalah hutan. Pada masa ini nama Borong dikenal sebagai nama kelurahan di kecamatan
Manggal, Kota Makassar. Pada Peta 1826 kawasan dimana kini kampong Luar Batang
(cf/ kampong Borrong) diidentifikasi sebagai area hutan rawa-rawa (kreupelbosch
or swamp).
Luar Batang di Penjaringan? Sejauh ini sejarah Luar Batang ditulis seadanya
saja. Sebagai bagian dari penulisan sejarah Jakarta, sejarah kampong Luar
Batang menjadi penting untuk ditulis. Paling tidak di (kampong) Luar Batang terdapat
satu masjid lama yakni Masjid Luar Batang. Untuk menambah pengetahuan, mari
kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
![]() |
| Kelurahan Pluit dan Kelurahan Penjaringan (Now) |
Sumber utama yang digunakan
dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan
peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena
saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber
primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena
sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang
disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan
kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*
Soenda Kalapa dan Pembangnnan Kali Besar
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.












