Sejarah Indonesia

Sejarah Jakarta (124): Sejarah Pakistan dan Ir Soekarno; Presiden RI Prabowo Diterima oleh Presiden dan Perdana Menteri Pakistan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Setelah Presiden RI Prabowo hadir dalam perayaan Hari Republik India
tanggal 26 Januari 2025, hari kemarin menjadi giliran Pakistan yang dikunjungi.
Presiden Prabowo diterima dalam protocol yang tidak biasa. Presiden Soekarno pada
tahun 1950 saat berkunjung ke Indonesia juga sempat bertemu dengan tokoh Pakistan,
Muhammad Ali Jinnah.

 

Sejarah: Dahulu,
wilayah Pakistan saat ini merupakan situs dari kebudayaan kuno seperti budaya
Neolitik, Mehrgarh dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan merupakan bagian dari
sejarah Veda, Persia, Indo-Yunani, peradaban Islam, dinasti Turki-Mongol dan
kebudayaan Sikh melalui berbagai invasi. Sebagai akibatnya, tempat ini memiliki
berbagai peninggalan berbagai dinasti seperti dinasti Persia, khalifah Ummayah,
kekaisaran Maurya, kekaisaran Mongol, kesultanan Mughal, kemaharajaan Sikh, dan
(terakhir) imperialisme Inggris. Pakistan memperoleh kemerdekannya dari imperialisme
Inggris pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad
Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur
Kerajaan Britania Raya yang didominasi oleh Islam. Setelah mengadopsi
konstitusi baru pada tahun 1956, Pakistan secara resmi menjadi negara Republik
Islam. Pada tahun 1971, sebuah perang sipil terjadi di negara bagian Pakistan
Timur yang akhirnya membuat negara bagian tersebut berpisah menjadi negara baru
bernama Bangladesh
(Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Pakistan dan Ir. Soekarno? Seperti disebut di
atas, kemarin Presiden Republik Indonesia Prabowo diterima Presiden dan Perdana Menteri Pakistan.
Lalu bagaimana sejarah Pakistan dan Indonesia? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
 

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. 

Pakistan dan Ir Soekarno; Presiden Republik Indonesia Diterima oleh Presiden dan Perdana
Menteri Pakistan

Embrio negara Pakistan dimulai tahun 1935 (lihat Nieuwe Apeldoornsche
courant, 08-02-1935). Disebutkan, Reuter mengutip Morning Post menulis bahwa India
di bawah pemerintahan yang sepenuhnya India akan menjadi totalitas perpecahan.
Semua wilayah Muslim di bagian utara akan bersatu dalam negara Muslim, Pakistan
yang terdiri dari Pundjab, Sind, Beloetsjistan, Kasjmir, dan Afghanistan.


Seperti halnya di
Indonesia (Nederlandsch Indie) di bawah yurisdiksi kerajaan Belanda, India (Britisch
Indie) berada di bawah yurisdiksi kerajaan Inggris, sama-sama terus berjuang
untuk mencapai kemerdekaan. Indonesia merebut kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus
1945 (dimana seperti India, Mesir dan Pakistan mengakuinya). Oleh karena itu
akibat-akibat yang ditimbulkannya juga berbeda. Lantas bagaimana dengan India?
Bagaimana dengan Pakistan?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Presiden Republik Indonesia Diterima oleh Presiden dan Perdana Menteri Pakistan: Bagaimana
Situasi dan Kondisi Saat Ir Soekarno Tahun 1950

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok
. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan
peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki
hobi 
menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish).
 Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah
Mahasiswa di Indonesia
Generasi Pertama; Sejarah Pers di IndonesiaAwal
Kebangkitan Bangsa
Sejarah Sepak Bola di IndonesiaSejarah
Pendidikan di Indonesia
Pionir Willem IskanderSejarah
Bahasa Indonesia
. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah
Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. 
Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top