Sejarah

Sejarah Jakarta (82): Tahun Baru Cina Lebih Semarak dari Tahun Baru Masehi Tempo Doeloe; Bagaimana Awal 1 Muharram?




false
IN




























































































































































false
IN



























































































































































Tempo
doeloe, penggunaan mercon (petasan) dalam suatu perayaan, semisal tahun baru
umumnya dilakukan di kalangan orang-orang Cina. Untuk penggunaan kembang api
ternyata bukan di kalangan orang Belanda, tetapi justru di kalangan orang-orang
Inggris. Di Jawa, suatu perayaan besar, misalnya Lebaran ditandai dengan
pemukulan bedug. Di kalangan orang-orang Belanda ditemukan dengan cara membunyikan
lonceng (gereja). Di Medan lain lagi. Perayaan besar (seperti Idul Fitri dan
Idul Adha) ditandai dengan menembakkan meriam ke udara dari halaman Istana
Maimoon. Di Padang Sidempoean lain pula caranya yakni dengan memukul gong besar
dari menara masjid raya (yang selama ini digunakan untuk menunjukkan tanda
waktu sholat tiba).

Lantas bagaimana dengan tahun baru Islam? Sekali
lagi, paling tidak di Hindia Belanda juga semarak dan lebih semarak dari tahun
baru Masehi. Bagaimana bisa? Nah, itu dia. Tentu setiap hal pada masa ini dalam
kehidupan sosial telah mengalami proses transformasi dari tempo doeloe. Oleh
karena itu, untuk memahami masa kini (dalam menandai tahun baru) ada juga
baiknya untuk sekali-sekali memutar jarum jam kembali ke masa lampau untuk
memahami bagaimana tahun baru dimulai. Mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Tahun Baru Imlek dan Banjir (Java-bode, 29-01-1952

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. Foo udara 1943

Tahun Baru Cina, Riwayatnya Tempo Doeloe
Tunggu deskripsi lengkapnya
Malam 1 Suro, 1 Muharram
Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top