*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Dalam
minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea
(K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara
termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62
menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang
membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi
sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik
orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung
sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah “kontra” atau konflik antara
Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan
kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20.
Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi
Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir
menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di
Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah
kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern
bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi
1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea
dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi
buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi “Comfort
Women” (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus
identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama
Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965,
beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa
dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki
hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti
disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah
berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas
pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang
vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Jepang versus
Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal, Asia Tenggara
adalah Hal Lain
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Asia Timur
adalah Satu Hal, Asia Tenggara adalah Hal Lain: Mengapa Hubungan Indonesia dan
Jepang Sangat Akrab (bahkan pada masa pendudukan militer Jepang di Indonesia)
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










