*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Matematika
pada candi-candi di Indonesia terwujud melalui konsep etnomatematika, yaitu penerapan
konsep matematika (geometri, pola, simetri, rasio) secara alami dalam
konstruksi dan desain candi seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, yang
menunjukkan pemahaman mendalam tentang bangun datar (persegi, segitiga,
lingkaran) dan ruang (piramida bertingkat), menjadi media pembelajaran konkret
untuk menghubungkan matematika abstrak dengan budaya lokal.

Wasan (和算) adalah sistem matematika tradisional Jepang yang
berkembang pesat selama periode isolasi Edo (1603–1867), Bentuk adaptasi dari
matematika Tiongkok menjadi sistem yang unik dan sangat canggih. Seki
Takakazu (Seki Kowa) dikenal sebagai “Newton dari Jepang” yang hidup
sezaman dengan Isaac Newton dan Gottfried Leibniz. Seki menemukan konsep determinan
dan bernoulli numbers secara independen, bahkan sebelum matematikawan Eropa
menemukannya. Takebe Katahiro, murid Seki yang mengembangkan deret tak hingga
untuk menghitung nilai π (pi) hingga 41 digit desimal. Salah satu tradisi
paling unik dari Wasan adalah Sangaku, tablet kayu berisi teka-teki geometri
rumit. Biasanya berupa masalah tentang lingkaran, elips, atau poligon yang
bersentuhan di dalam bangun datar lainnya. Teknik Enri (Prinsip
Lingkaran) metode yang mirip dengan kalkulus modern untuk menghitung luas dan
volume bangun lengkung. Soroban (Sempoa Jepang) adalah alat hitung utama yang
digunakan dalam Wasan. Wasan menggunakan sistem notasi khusus yang disebut
tendan jutsu untuk memecahkan persamaan tingkat tinggi. Pada tahun 1872,
selama Restorasi Meiji, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengadopsi Yosan
(matematika Barat) ke dalam kurikulum sekolah nasional sebagai bagian dari
modernisasi (AI
Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah matematika Jepang “wasan” dan ilmu geometri? Seperti disebut
di atas, Jepang memiliki matematika sendiri yang awalnya diadopsi dari Tiongkok
lalu dikembangkan menjadi “wasan”. Mari melihat “wasan” untuk memahami ilmu dasar
dalam pembangunan candi-candi di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah matematika
Jepang “wasan” dan ilmu geometri? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan
dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah
sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung
(pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis)
dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Matematika
Jepang Wasan dan Ilmu Geometri; Ilmu Dasar dalam Pembangunan Candi-Candi di
Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Ilmu Dasar dalam
Pembangunan Candi-Candi di Indonesia: Matematika Eropa Menggantikan Peradaban
Matematika Kuno
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










