*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kalimantan Timur di blog ini Klik Disini
Tempo
doeloe, nama Kutai (Koetai) juga dicatat dengan nama Koeti (Kuti), kerajaan/kesultanan
Koeti beribukota di Tongarong (Tenggarong). Pada saat inilah seorang Jerman, Majoor
Muller mulai melakukan ekspedisi ke pedalaman Borneo tahun 1825. Namun naas
bagi Muller, terbunuh dalam tugasnya. Terbunuhnya Muller kembali mengemuka
ketika seorang Inggris Jhon Dalton mengunjungi Koeti pada tahun 1827.

diketahui. Di wilayah sungai Koeti itu hanya dikenal kerajaan/kesultanan
Koeti. Prasasti Mulawarman baru ditemukan pada tahun 1879. Nama sungai Mahakam
sendiri masih disebut sungai Koeti. Di wilayah hilir sungai Koeti terdapat
kampong Samarindah yang menjadi pusat perdagangan yang sebagian besar dihuni
oleh orang-orang Boegis. Sementara itu nun jauh di sisi lain pulau Borneo sudah
sejak lama eksis kerajaan/kesultanan Boernai atau Borneo (kini Brunai)
dan kerajaan/kesultanan
Bandjermasing (kini Banjarmasing) serta kerajaan/kesultanan Pontianak
(suksesi kerajaan Soekadana)..
Orang-orang
Eropa inilah yang kemudian menambah catatan sejarah Kalimantan secara umum dan
sejarah Kutai secara khusus (sejarah Kalimantan Timur). Bagaimana kisah perjalanan
Georg Muller dan John Dalton ke pedalaman Borneo tentu menjadi menarik karena
mereka terbilang pionier di daerah pedalaman Borneo tempo doeloe. Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Dalam hal inilah pentingnya
nama Muller dan Dalton dalam sejarah Kalimantan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Georg Muller 1826: Nama Koetai
dan Tenggarong
Seorang
bernama A Winter di Weltevreden menulis berita duka pada tanggal tanggal 6
November 1826 yang dimuat pada surat kabar Bataviasche courant, 08-11-1826. Dalam
berita ini A Winter menyatakan bahwa menurut informasi yang dapat dipercaya
dari Pantai Barat Borneo, Tuan Geórg Muller, Inspektur dan Kuasa Usaha dari
Pemerintah Dalam Negeri Borneo (inspecteur en zaakgelastigde van het Gouvernement
voor de binnenlanden van Borneo) telah menjadi korban dari semangatnya yang tak
kenal lelah. Geórg Muller meneliti bagian terdalam dari pulau tersebut, ia
diserang dengan keji oleh orang Dayak pada bulan Januari yang lalu saat
mengarungi sungai Kapoeas, perjalanan sebulan dari Sintang dan dibunuh bersama
semua pengikutnya, kecuali seorang Djawa. Buah dari perjalanannya melalui
daerah-daerah yang tidak dikenal sebelumnya, yang sebelum dia tidak ada orang Eropa,
dan yang sangat penting bagi rakyat dan geografi, juga telah hilang. Saya
percaya bahwa banyak yang akan mengambil bagian dalam nasib malang dari teman
yang berjasa, berani, dan bersemangat ini.

Belanda, orang-orang Belanda di Hindia banyak mempekerjakan tentara profesional
dan sarjana dari berbagai negara di Eropa termasuk dari Jerman. Geórg Muller
adalah tentara profesional dengan pangkat Majoor. Dalam kapasitasnya di Borneo,
Geórg Muller diangkat Pemerintah Hindia Belanda sebagai pejabat Inspecteur en
zaakgelastigde van het Gouvernement voor de binnenlanden van Borneo. Saat itu
Pemerintah Hindia Belanda tengah mendapat perlawanan di Jawa yang kelak dikenal
Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Tahun-tahun ini adalah fase
transisi setelah kekuasaan kembali ke tangan kerajaan Belanda dari Inggris
(1816). Pemerintah Hindia segera menata cabang-cabang pemerintahannya di
seluruh Hindia yang kemudian disela oleh perjanjian tukar guling Bengkoelen dan
Malaka tahun 1824 (Tractat London 1824). Dalam upaya penataan dan pembenttukan
cabang pemerintahan inilah terjadi perlawanan di Djogjakarta dan terbunuhnya
Muller di pedalaman Borneo.
Berita
ini segera lenyap, selain beritanya dengan kejadian terbunuh sudah sangat jauh
di belakang, lebih-lebih saat itu suhu politik di wilayah Djogjakarta sudah
mulai memanas. Kolonel Hujges, Resident Djogjakarta mulai kewalahan mengatasi
permasalahan di Djogjakarta. Perhatian orang-orang Belanda dan Pemerintah
Hindia Belanda tertuju ke Djogjakarta. Namun seorang pedagang Inggris yang berbasis
di Singapoera Jhon Dalton sadar tidak
sadar dengan kejadian yang belum lama, membuka jalan dan memutuskan untuk
berangkat ke padalaman Borneo. Dalton tidak menyusuri sungai Kapoeas dari barat
Borneo, tetapi dari pantai timur melalui sungai Koeti karena yang ditujunya
adalah ibu kota kerajaan-kesultanan Koeti di Tangarong. Petualangan bisnis
Dalton ini dapat dibaca pada Tijdschrift voor Nederland’s Indie, 1856.
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










