Sejarah

Sejarah Kalimantan (34): Ir. Gusti Mohamad Noor, Bangsa Dayak dan Tokoh Kalimantan; Tjilik Riwut, Pejuang Utama Orang Dayak




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kalimantan Selatan di blog ini Klik Disini

Ir.
Goesti Mohamad Noor bukan orang biasa. Ir. Goesti Mohamad Noor adalah
berpendidikan dan memiliki dedikasi dalam pembangunan bangsa. Ir. Goesti
Mohamad Noor dapat dikatakan tokoh modern dari pulau Kalimantan. Ir. Goesti
Mohamad Noor menyelesaikan pendidikan tinggi THS di Bandoeng (kini ITB),
menjadi anggota Volksraad (DPR) dan diangkat menjadi Gubernur Kalimantan pada awal
era Republik Indonesia. Lantas apakah Ir. Goesti Mohamad Noor adalah seorang
Republiken
?

Nama Ir. Goesti Mohamad Noor menjadi lebih
penting karena pada tanggal 8 November 2018, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan
gelar Pahlawan Nasional kepada Ir. Goesti Mohamad Noor. Itu berarti menambah
daftar pahlawan nasional dari pulau Kalimantan. Sebelumnya sudah terdapat tiga
pahlawan nasional asal daerah Kalimantan Selatan yakni Pangeran Antasari (1968);
Hasan Basri (2001); dan Idham Chalid (2011). Sementara pahlawan nasional lainnya
asal Kalimantan adalah Tjilik Riwut dari Katingan, Kalimantan Tengah (1998);
dan Abdul Kadir dari Melawi, Kalimantan Barat (1999). Lantas siapa lagi yang
dapat diusulkan?
Bagaimana dengan Kalimantan Timur
?

Bagaimana
sejarah Ir. Goesti Mohamad Noor
? Tentu saja sudah ditulis. Namun sejauh fakta
dan data terus ditemukan, narasi sejarah Ir. Goesti Mohamad Noor harus tetap
ditambahkan. Namun perlu disadari bahwa sejarah adalah narasi dan fakta dan
karena itu penulisan baru sejarah Ir. Goesti Mohamad Noor haruslah dipandang
sebagai pemurnian sejarah. Ir. Goesti Mohamad Noor berjuang ketika bangsa Dayak
juga sedang berjuang yang dipimpin oleh Tjilik Riwut. Lantas bagaimana Ir.
Goesti Mohamad Noor terhubung dengan Tjilik Riwut
? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan.
Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Ir. Goesti Mohamad Noor

Goesti
Mohamad Noor lulus HBS lima tahun di Soerabaja pada bulan Mei 1923 (lihat De
Indische courant, 26-05-1923). Disebutkan lima siswa lulus, hanya Goesti
Mohamad Noor pribumi, sementara lima siswa mengulang dan satu siswa gagal. Ini
dapat dikatakan Goesti Mohamad Noor dapat bersaing dengan orang Belanda. Goesti
Mohamad Noor kemudian lulus seleksi di Technische Hoogeschool (THS) te
Bandoeng. THS mulai dibuka tahun 1920 sebagai perguruan tinggi pertama di
Hindia Belanda.

Selama ini siswa-siswa lulusan Hindia Belanda
melanjutkan studi ke Belanda. Mahasiswa pribumi pertama di Belanda adalah Raden
Kartono pada tahun 1896 (lulusan HBS Semarang). Raden Kartono adalah abang dari
RA Kartini. Mahasiswa kedua adalah Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan
(1905), lalu disusul oleh Abdoel Rivai dan F Laoh. Pada tahun 1908 jumlah
mahasiswa pribumi di Belanda sekitar 20 orang, Soetan Casajangan berinisiatif
mendirikan organisasi mahasiswa yang disebut Indische Vereeniging (pada tahun
1924 Mohamad Hatta dkk namanya diubah menjadi Perhimpoenan Indonesia).

Pada
tahun 192
5 Goesti
Mohamad Noor lulus ujian tahun kedua (lihat
Algemeen
handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 08-05-1925). Ini menunjukkan bahwa Goesti
Mohamad Noor selama kuliah Goesti Mohamad Noor lancar-lancar saja. Hal serupa
juga pada Raden Soekarno yang masuk pada tahun 1922 (setahun lebih awal dari Goesti
Mohamad Noor).

Pada tahun 1925 belum ada yang lulus mahasiswa
pribumi. Hal ini karena dua mahasiswa pribumi yang masuk angkatan pertama tahun
1920 gagal ujian di tahun pertama. Oleh karena itu, Raden Soekarno, M Anwari,
RM Koesoemaningrat, JAH Ondang dan M Soetoto yang masuk tahun 1922 adalah yang
senior. Mereka ini lulus ujian tahun ketiga (candidaat-examen). Yang lulus
ujian tahun kedua bersama Goesti Mohamad Noor adalah H Laoh dan M Putuhena.
Sedangkan yang lulus ujian tahun pertama adalah BRM Saloekoe dan AM Semawie,

Akhirnya
Goesti Mohamad Noor lulus di THS pada tahun 1927 dengan gelar insinyur. Kemudian
Ir. Goesti Mohamad Noor diangkat pemerintah sebagai insinyur kelas ketiga
(lihat De koerier, 04-07-1927). Ir. Goesti Mohamad Noor ditempatkan sebagai hoofd
der Irrigatieafdeeling Pemali-Tjomal yang juga merangkap sebagai insinyur kelas
3 berkedudukan di Tegal.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Tjilik Riwut dan Orang Dayak

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top