Sejarah

Sejarah Kalimantan (84): Sejarah Candi di Kalimantan Barat; Candi Negeri di Muara Sungai Pawan, Benua Kayong, Ketapang




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kalimantan Barat di blog ini Klik Disini
 

Di
provinsi Kalimantan Selatan pada masa ini ditemukan dua candi yakni candi Agung
di Amuntai dan candi Laras di Tapin. Di provinsi Kalimantan Barat juga
ditemukan candi yakni candi Negeri Baru di muara sungai Pawan, kecamatan Benua
Kayong, kabupaten Ketapang. Pada zaman kuno, apakah ada hubungan candi di muara
sungai Negara, Amuntai dengan candi di muara sungai Pawan, Benua Kayong? Kita
lihat nanti.

Candi di provinsi Kalimantan Barat barada di
desa Negeri Baru, kecamatan Benua Kayong, kabupaten Ketapang. Kecamatan Benua
Kayong dibentuk tahun 2003. Kabupaten Ketapang dibentuk sejak 1956 dengan ibu
kota Ketapang (Delta Pawan). Kabupaten Ketapang berada di daerah aliran sungai
Pawan yang meliputi bagian hului dan bagian hilir (pesisir dengan titik tengah
di delta Pawan) dengan banyak pulau-pulau. Sungai Pawan termasuk sungai penting
di wilayah Kalimantan Barat dengan sungai utama sungai Kapuas (yang bermuara ke
Pontianak).

Lantas
bagaimana sejarah candi di Benua Kayong, Ketapang? Tentu saja sudah ada yang
menulis seperti yang dikutip di atas. Lalu apa apakah ada hubungan dengan candi
lainnya di Kalimantan? Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa tidak ada diteukan
candi di Sukadana maupun di Pontionak? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan.
Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Candi Negeri Baru, Benua
Kayong, Ketapang: Kerajaan Tanjungpura

Posisi
GPS candi
lebih muda daripada
Candi Agung.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Kerajaan Sukadana dan
Kesultanan Pontionak

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top