Sejarah Indonesia

Sejarah Manado (38): Pulau Meares, Kini Marore atau Maru di Kepulauan Sangihe; Penanda Navigasi, Kini Tapal Batas Negara




false
IN

































































































































































































































































































Pada
tahun 1899 kapal Pemerintah Hindia Belanda melakukan pelayaran (patroli) ke
pulau-pulau di onderafdeeling Sangir en Talaud (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 05-08-1899).
Disebutkan kapal ss Edi berangkat dari Manado tanggal 9 Maret. Setelah
mengunjungi beberapa tempat termasuk Liroeng, pada tanggal 13 Maret kapal tiba
di pulau Kratoa (salah satu pulau di kepulauan Manoesa). Lalu keesokan harinya kapal
tersebut berlayar ke pulau Palmas dimana terdapat kampong Miangas. Komandan
kapal turun dan bertemu dengan kepala lampong Miangas. Setelah dari Miangas pelayaran
patroli kapal ss Edi dilanjutkan dan berlabuh di pulau Meares,

Inilah untuk kali pertama pulau Meares
dikunjungi oleh kapal besar. Penanda navigasi diserahkan kepada kapala kampong di
pulau itu berupa lencana dan bendera tricolor. Disebutkan awalnya penduduk
pulau ini takut dan lari ke tengah pulau (pedalaman). Setelah diberi isyarat
memanggil dengan berteriak mereka kemudian bergerak ke arah yang lebih dekat.
Jelas bagi kami, bahwa sebuah kapal (besar) tidak pernah muncul di dekat pulau
ini. Pelayaran dilanjutkan kembali dan melewati
pulau-pulau dimana data penting untuk hrdiografi dikumpulkan, Kapal tiba (kembali)
di Manado pada tanggal 16 Maret.

Dari
berbagai keterangan tersebut terdapat kesan bahwa pejabat pemerintah, dalam hal
ini Controleur Sangir en Talaud yang berkedudukan di Taroena belum pernah
berkuinjung ke pulau Meares. Pemberian lencana dan bendera oleh komandan kapal
ss Edi kepada kepala kampong mengindikasikan bahwa penduduk pulau Meares resmi
menjadi bagian dari Pemerintah Hindia Belanda yang dengan sendirinya berada di
bawah kendali Controleur kepulauan Sangir en Talaud yang berkedudukan di
Taroena. Namun yang tetap menjadi pertanyaan kapan Controelur berkunjung ke
pulau yang paling terjauh (terluar) di kepulauaan Sangir tersebut
?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Nama Meares Menjadi Marore

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top