Sejarah

Sejarah Manado (8): Sejarah Keberadaan Inggris di Manado; Orang Ternate Merebut Residentie Manado dari Inggris Tahun 1797




false
IN



























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Manado dalam blog ini Klik Disini

Tidak hanya Spanyol dan Belanda pernah berkuasa
di Manado, tetapi juga Inggris. Meski tidak selama Belanda, kehadiran Inggris
di Manado tetap menarik untuk dipelajari. Seperti halnya Belanda, Inggris juga
pernah berkuasa di berbagai tempat di wilayah Hindia Timur. Kekuasaan Inggris
yang terbilang signifikan terjadi di (pulau) Jawa pada tahun 1811 hingga 1816.
Dalam kaitan inilah Inggris pernah berkuasa di Manado.

Pada
dasarnya Belanda memiliki banyak musuh. Musuh sesama Eropa adalah Portugis,
Spanyol, Inggris dan Prancis. Tentu saja dengan kerajaan-kerajaan pribumi.
Namun musuh abadi Belanda adalah Inggris. Kedua kerajaan adidaya ini saling
kejar-kejaran untuk menguasai Hindia Timur. Penguasaan Jawa oleh Inggris
merupakan cacat besar bagi Belanda. Namun ada waktunya Belanda dan Inggris
akur, ketika pasukan Sekutu-Inggris memberi jalan bagi NICA-Belanda (1945/1946)
yang merupakan cacat besar bagi orang Indonesia (yang sudah merdeka sejak 17
Agustus 1945).

Kehadiran Inggris kali pertama di Manado pada
bulan Maret 1797. Dalam Daghregister 6 Desember 1797 disebutkan bahwa
Residentie Manado diambil orang Ternate dari Inggris. Bagaimana bisa
? Ini tentu menarik karena tidak pernah terungkap
dalam sejarah. Sejarah hanya mencatat ketika Thomas Matulesia (Pattimoera) dari
Saparoea menyerang Belanda tanggal 15 Mei 1817 di Fort Duustede setahun setelah
penyerahan Inggris kepada Belanda. Thomas Matulesia sebelumnya adalah milisi
Inggris dengan pangkat Sersan Mayor.
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Awal Inggris di Manado

Perseteruan Inggris (East India Company) dan
Belanda (VOC) dari masa ke masa akhirnya mencapai puncak. Pada tahun 1781, satu
skuadron Inggris berangkat dari Madras dialihkan ke pantai barat Sumatra.
Langkah Inggris ternyata membuat Belanda ciut dan mulai meninggalkan Padang dan
semua pos perdagangan lainnya di pantai barat Sumatra. Dalam perkembangannya
Inggris sudah menyapu habis semua kekuatan Belanda bahkan di pulau-pulai kecil.
Setelah itu Sir Stamford Raffles ditempatkan sebagai Gubernur di Benkoelen.
Inggris menjadi Radja di Sumatra. Inggris pada tahun 1795 membuka cabang
pemerintah (setingkat Residen) di Padang.

Inggris
yang juga mulai melemah di Jawa dan Maluku, sehubungan dengan semakin
menguatnya posisi mereka di Sumatra, lalu Inggris memindahkan banyak pohon dari
pulau rempah-rempah Ambonia ke Benkoelen.

Pada tahun 1795 Prancis menduduki kerajaan Belanda
dan juga menduduki Batavia (Oost Indie). Pemerintah VOC diambang kebangkrutan.
Sumatra telah diambilalih Inggris, Batavia juga telah diduduki Prancis. Apakah
ini tanda-tanda berakhirnya VOC-Belanda
? Inggris yang semakin menguat di Sumatra dan Prancis
yang tidak berpengalaman di Maluku, menjadi kesempatan bagi Inggris untuk menguasai
Ambon (tempat kedudukan Gubernur Maluku) dan Ternate (tempat kedudukan Gubernur
Ternate). Residentie Manado berada di Province Ternate.

 

Inggris
mengambilalih Ambon dari Belanda pada tanggal 16 Februari 1796. Paralel dengan
penguasaan Ambon ini, Inggris juga telah berada di Kema (Residentie Manado) pada
tanggal 23 Februari. Inggris kemudian merangsek ke Banda pada tanggal 7 Maret
1796 dan pada waktu yang sama Inggris sudah menguasai Manado (ibu kota
Residentie Manado). Inggris tidak puas hanya di Manado, lalu kemudian menguasai
Gorontalo (Residentie Manado) pada tanggal 11 Mei 1797.

Inggris telah menguasai sepenuhnya Residentie
Manado, tetapi tidak secara keseluruhan Province Ternate. Dalam Daghregister 6
Desember 1797 disebutkan bahwa Residentie Manado diambilalih oleh orang Ternate
dari Inggris. Namun kapan tepatnya pengambilalihan ini tidak diketahui secara
pasti.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Akhir Inggris di Manado

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top