Sejarah Indonesia

Sejarah Menjadi Indonesia (433): Pahlawan Indonesia–Abdullah Siddik, Sarjana Hukum Rechthoogeschool Batavia; Kakek Ashanty




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Belum lama ini ramai dibicarakan
tentang sejarah keluarga Ashanti. Disebutkan kakek Ashanty adalah seorang
pejuang. Tentu saja itu menjadi berita menarik di dunia pemberitaan nasional.
Ini menambah daftar para artis yang memiliki kakek sebagai pejuang dalam
sejarah menjadi Indonesia. Pada artikel sebelum ini sudah dideskri[sikan kakek
dari Bimbim (Slank), kakek dari Dian Sastrowardoyo. Pada artikel-artikel lama
pada blog ini juga telah dideskripasikan seperti kakek Risty Tagor dan Inez
Tagor. Mr Abdoellah Siddik adalah kakek dari Ashanti.

Seharusnya para generasi masa kini, bangga terhadap
perjuangan para pendahulu mereka (ayah, ibu, kakek dan nenek). Hal itu karena
para pejuang-pejuang tersebut bagian dari para pejuang-pejuang Indoensia yang
telah turut aktif berjuang menjadi Indonesia. Sudah barang tentu pejuang
Indonesia, tidak hanya Ir Soekarno dan Drs Mohamad Hatta, tetapi jumlahnya
sangat banyak dan bahkan ribuan banyaknya. Hanya saja sejauh ini sebagian kecil
yang terinformasikan secara luas. Kakek Ashanty boleh jadi salah satu dari bagian
besar dari pejuang yang kurang terinformasikan. Sejauh ini belum ada di laman
Wikipedia. Pemberiataan pada belakangan ini, kakek Ashanty sebagai pejuang
(Indonesia) tentu saja menjadi menarik perhatian. Tidak hanya Ashanty, Bimbim,
dan Dian Sastro serta Risty Tagor, juga para pendahulu (keluarga) para artis
liannya juga perlu diinformasikan. Kita tunggu, siapa lagi yang akan menyusul?

Lantas
bagaimana sejarah
Abdoellah
Siddik
?
Seperti disebut di atas,
Abdoellah
Siddik
  adalah kakek dari artis Ashanty, nama yang
telah disebut dalam pemberitaan sebagai pejuang Indonesia. Lalu bagaimana
sejarah
Abdoellah
Siddik
?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Abdullah
Siddik: Lulus Rechthoogeschool di Batavia

Setelah
menyelesaikan sekolah menangah pertama (MULO), Abdoellah Siddik melanjutkan
studi ke Batavia. Pada tahun 1931 Abdoellah Siddik lulus ujian transisi di AMS
Afdeeeling B di Batavia dari kelas empat ke kelas lima (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 01-05-1931). Teman satu kelas antara lain WST
Pondaag, Imanuel Hoetagaloeng, nona Liem Kwie Nio, WG Hogendorp, Tan Goan Po
dan EWJ Wattimena. Di atas mereka satu tahun yang naik ke kelas enam antara
lain Natiar Hoelman Loemban Tobing. R Achmad Eddi Djajadiningrat, Lompo
Siregar, WJ Maengkom, Djohan Sjahroezah, Karel Pontas Loemban Tobing, Mangara
Tamboenan. Mohamad Gaos Mahjoeddibn, Martoeani Siregar dan AF van Riel. Yang
baru lulus ujian akhir antara lain Abdoel Halim dan Darma Setiawan

Sekolah menengah umum ada dua jenis HBS lima
tahun dan AMS enam tahun. Siswa yang diterima di dua sekolah ini lulusan sekolah
dasar berbahasa Belanda ELS atau HIS. Lulusan MULO juga diterima dan
ditempatkan di kelas empat. :Lulusan HBS dan AMS dapat melanjutkan studi ke
fakultas/universitas di dalam negeri maupun ke Belanda. Pada tahun 1931 di
Indonesia (baca: Hindia Belanda) sudah ada fakultas teknik (THS Bandoeng sejak
1920); fakultas hukum (RHS Batavia dejak 1924) dan fakultas kedokteran (GHS
Batavia sejak 1927) . Dua lulusan AMS Bandoeng pada tahun 1931, Masmoein dan Gele
Haroen Al Rasjid Nasoetion melanjutkan studi ke Belanda (lihat De Maasbode,
08-10-1931). Yang sama-sama lulus dari AMS Bandoeng juga nona Ani Manoppo dan
Mohamad Natsir,  

Pada
tahun 1932 Abdoellah Siddik lulus ujian naik ke kelas enam (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 03-05-1932). Akhirnya Abdoellah Siddik lulus ujian akhir di AMS
Batavia Afdeeling B (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 15-05-1933).
Ini mengindikasikan bahwa Abdoellah Siddik lancar studinya di Batavia.

Sekolah AMS hanya ada di beberapa kota di
Jawa, selain di Batavia, juga ada di Bandoeng, Jogjakarta dan Malang. Sedangkan
HBS selain di Batavia juga ada di Semarang, Soerabaja, Bandoeng, Malang dan
Medan.

Abdoellah
Siddik setelah lulus AMS melanjutkan studi ke fakultas hukum Rechthoogeschhol
di Batavia. Pada tahun 1934 Abdoellah Siddik lulus ujian kandidat pertama
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 08-05-1934).

Pada tahun 1934 ini di Rechthoogeschool yang
lulus ujian antara lain Hazairin (lihat      Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 27-08-1934). Disebutkan di Rechthoogeschool Batavia lulus
ujian doktoral kedua Hazairin. Tinggal selangkah lagi untuk mendapat gelar
sarjana hukum (Mr). Hazairin lulus dari AMS Bandoeng tahun 1927 (lihat  De koerier, 06-05-1927). Yang sama-sama lulus
di AMS Bandoeng antara lain, selain Hazairin adalah M Roesbandi, Oentjok
Siregar gelar Baginda Soejoeangon, nona Siti Soendari dan Tan Tjong Yan. M
Roesbandi melanjutkan studi ke Belanda. Di bawah mereka satu tahun antara lain
Raden Sjamsoeddin, R Soetedjo dan Tio Tjhan Hwie. Di bawahnya lagi satu tahun
antara lain I Goesti Ktoet Poedja, R Santoso dan Soetan Sjahrir (lihat De
koerier, 03-05-1927).  

Pada
tahun 1935 Abdoellah Siddik lulus ujian kandidat kedua  di Rechthoogeschol Batavia (lihat Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 12-08-1935). Pada tahun 1936 Abdollah
Siddik lulus ujian recht pertama (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië,
02-11-1936). Sejauh ini Abdoellah Siddik tetap lancar dalam studi. Pada tahun
1937 Abdoellah Siddik lulus ujian recht kedua (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 26-10-1937).
Akhirnya Abdoellah Siddik lulus ujian akhir, ujian recht ketiga pada tahun 1938
dengan mendapat gelar sarjana hukum atau Mr (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 10-08-1938).
Dalam berita kelulusan ini juga disebutkan Soetan Takdir Alisjahbana lulus
ujian kandidat pertama.

Mr Hazairin yang lulus ujian doktoral ketiga
tahun 1935 (lihat (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie,
23-08-1935) melanjutkan studi di Rechthoogeschool ke tingkat doktoral untuk
memeperoleh gelar doktor di bidang hukum. Hazairin akhirnya lulus ujian dipromosikan
dengan gelar doktor bidang hukum di Rechthoogeschool pada tanggal 29 Mei dengan
desertasi berjudul ‘De Redjang: De Volksordening, Het Vermant-schaps-, Huwelijks-en
Erfrecht’ (lihat De koerier, 02-06-1936). Mr Dr Hazairin bekerja sebagai dosen
di Rechthoogeschool Batavia. Pada tahun 1938 ini Mr Dr Hazairin diangkat
sebagai pejabat pemerintah dan ditempatkan sebagai kepala pengadilan (Landraad)
di Padang Sidempoean (lihat De Sumatra post, 21-07-1938). Pada tahun 1938 ini
Mr Gele Haroen Al Rasjid Nasoetion kembali ke tanah dan membuka frima hukum (advocaat)
di Tandjoeng Karang. Pada tahun ini juga Mr Abdoel Abbas Siregar bersama
istrinya Mr Ani Manoppo telah membuka kantor advocaat di Teloek Betoeng, Gele
Haroen sendiri lulus ujian akhir dan mendapat gelar sarjana hukum (Mr) di
Leiden tahun 1937 (lihat
De Maasbode, 27-11-1937).
Gele Haroen kelahiran Sibolga anak dari Dr Haroen Al Rasjid Nasoetion dan
(guru) Alimatoe’saadiah Harahap (sejak 1911 membuka klinik dokter di Tandjoeng
Karang). Kakak Gele Haroen adalah Ida Loemongga yang meraih gelar doktor (Ph.D)
di bidang kedokteran di Universiteit Amsterdam tahun 1931.

Mr
Abdoellah Siddik setelah lulus dengan gelar sarjana hukum (Mr) di
Rechthoogeschool Batavia kembali ke Palembang membuka firma hukum (advocaat).
Tampaknya Mr Abdoellah Siddik di Palembang juga menekuni bidang perdagangan. Mr
Abdoellah Siidik menjadi sekretaris Perkoempoelan Dagang Palembang di
Palembang. Dengan portofolio yang tinggi ini di Palembang terpilih menjadi
anggota legislatif dewan daerah (gemeenschapsraad) Palembang (lihat De Sumatra
post, 02-01-1941). Diantara anggota dewan lainnya adalah Kemas Hadji Mastjik
Azharie, pedagang di Tebing Tinggi (apakah Kemas ada hubungannya dengan Taufik
Kemas?).

Mr Abdoellah Siddik sendiri diangkat sebagai
advocaat dan dengan wilayah kerja Palembang sejak 21 Desember 1939 (lihat Regerings-almanak
voor Nederlandsch-Indie, 1942). Dalam daftar ini juga diketahui Mr Abdoel Abbas
Siregar diangkat sebagai advocat pada 
tanggal 27 Januari 1939 dengan wilayah kerja Teloek Betoeng dan Mr Gele
Haroen tanggal 4 Juli 1939 dengan wilayah kerja Tandjoeng Karang.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Mr Abdoellah Siddik: Kakek
Artis Ashanty

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top