Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (707): Alam Dayak Pulau Kalimantan;Taprobana Borneo Kalimantan dan Ibu Kota Negara Nusantara


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Ada alam Minangkabau di
Sumatra, ada pula alam Melayu di semenanjung Malaya. Alam Minangkabau hanya
diartikan sebatas wilayah atas (darat) dan wilayah rantau (pantai/muara
sungai). Alam Melayu di Semenanjung, akhir-akhir ini diartikan sebagai Alam
Nusantara dari Madagaskar hingga Maori termasuk Sumatra, Jawa, nusa tenggara
dan Papua yang oleh karenanya disebut serumpun (meski berbeda-beda ras) dan
candi Borobudur dan situs gunung Padang sebagai kekayaan peradaban (alam) Melayu.
Tentu saja ada yang bereaksi dan menolak klaim itu. Bagaimana dengan alam
Dayak? Tidak dikaitkan dalam hubungan politis tetapi lebih pada hubungan
manusia (Dayak) dengan alam (tanah air) itu sendiri.


Suku Dayak adalah suku bangsa atau kelompok etnik yang
mendiami pedalaman pulau Kalimantan. Kata “daya” serumpun dengan
misalnya kata “raya” dalam nama “Toraya” yang berarti
“orang (di) atas, orang hulu”. Berdasarkan bukti-bukti arkeologis
yang ditemukan di Gua Niah (Sarawak) dan Gua Babi (Kalimantan Selatan),
penghuni pertama Kalimantan memiliki ciri-ciri Austro-Melanesia, dengan
proporsi tulang kerangka yang lebih besar dibandingkan dengan penghuni Kalimantan
masa kini yang mendiami Pulau Kalimantan (Brunei, Malaysia yang terdiri dari
Sabah dan Sarawak, serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan).
Ada 3 suku pokok atau 5 suku asli Kalimantan yaitu Melayu, Dayak, Banjar,
Kutai, dan Tidung. Menurut sensus Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan Indonesia dikelompokkan
menjadi 3 suku pokok yaitu: suku Dayak Indonesia (268 sub etnik/sub suku di
Indonesia), Suku Melayu, dan suku asal Kalimantan lainnya (non Dayak & non
Melayu). Dahulu, budaya masyarakat Dayak adalah budaya maritim atau bahari.
Hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan
dengan “perhuluan” atau sungai, terutama pada nama-nama rumpun dan
nama kekeluargaannya. Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun antara
lain: rumpun Klemantan alias Kalimantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan yaitu
Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun
Punan. Namun secara ilmiah, para linguis melihat 5 kelompok bahasa yang
dituturkan di pulau Kalimantan dan masing-masing memiliki kerabat di luar pulau
Kalimantan: “Barito Raya” (33 bahasa, termasuk 11 bahasa dari
kelompok bahasa Madagaskar, dan Sama-Bajau termasuk Suku Dayak Paser. “Dayak
Darat” (13 bahasa), termasuk bahasa Rejang di Bengkulu. “Borneo
Utara” (99 bahasa), termasuk bahasa Yakan di Filipina serta satu suku yang
berdiri dengan nama sukunya sendiri yaitu Suku Tidung. “Sulawesi”
dituturkan 3 suku Dayak di pedalaman Kalbar: Dayak Taman, Dayak Embaloh, Dayak
Kalis disebut rumpun Dayak Banuaka. “Dayak Melayik” dituturkan: Dayak
Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais), Dayak Iban (dan Saq Senganan]] (Malayic
Dayak), Dayak Kendayan (Kanayatn). Beberapa suku asal Kalimantan beradat Melayu
yang terkait dengan rumpun ini sebagai suku-suku tersendiri yang berdiri
mandiri ataupun suku Melayu itu sendiri yaitu Suku Banjar, Suku Kutai, Suku
Melayu Berau, Suku Melayu Sambas, dan Suku Melayu Kedayan.
(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah Alam Dayak Pulau Kalimantan
? Seperti disebut di atas, pulau Kalimantan adalah pulau
dimana pendudukan asli Daya bermula dan berkembang hingga terbentuknya (kaum)
Melayu. Pulau Kalimantan sendirii menjadi penting karena memiliki sejarah yang
panjang sejak nama pulau Taprobana, Borneo, Kalimantan hingga Ibu Kota Negara
Nusantara di Indonesia. L
alu bagaimana sejarah Alam Dayak Pulau
Kalimantan
?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Alam Dayak Pulau Kalimantan;
Taprobana, Borneo, Kalimantan hingga Ibu Kota Negara Nusantara

Sejak era Portugis, keberadaan
orang Dayak di pedalaman Kalimantan hanya samar-samar diketahui.
Pedagang-pedagang Portugis hanya bertransaski dagang dengan dengan penduduk di
wilayah pantai (yang umumnya orang Melayu). Orang-orang Melayu yang melakukan transasksi
dagang dengan orang Dayak, dimana orang Dayak membawa barang dagangan dai hulu
ke hilir sungai, yang sebaliknya membawa barang industri ke pedalaman. Lalu
dalam perkembangannya orang Melayu menjemput bola ke pedalaman yang memunculkan
koloni-koloni Melayu di antara Melayu di pantai dan orang Dayak di pedalaman.
Hanya orang Melayu yang memahami orang Dayak, pedagangan Portugis tidak mau
tahu dan karena itu catatan tentang orang Dayak kurang terdokumentasikan.


Orang Eropa pertama mengunjungi pulau Kalimantan
adalah pelaut Portugis pada tahun 1524 di (pelabuhan) Broenai. Sejak itu dalam
peta-peta Portugis pulau Kalimantan menjadi pulau Borneo (merujuk dari
Broenai). Orang-orang Portugis yang kerap megunjungi pantai-pantai sekeliling
pulau Borneo dan adakalnya dikunjungi oleh pedagang-pedagang Spanyol yang telah
membuka koloni di pulau-pulau di Borneo. Orang Belanda baru mencapai pulau
Borneo pada tahuh 1601, suatu ekspedisi kedua Belanda yang dipimpin oleh Oliver
Noort. Setelah Belanda/VOC membuat koloni pertama di Banjarmasing, kemudian
menyusun pedagang-pedagang Inggris mencapai Borneo di Bandjarmasin. Namun
selama sekitar dua abad setelah kehadiran Eropa di pantai-pantai Borneo tidak
tercatat bagaimana orang Dayak di pedalaman.

Pulau Kalimantan/Borneo baru
mendapat perhatian kembali pada era Pemerintah Hindia Belanda. Hal ini setelah
terbentuk cabang pemerintahan Hindia Belanda di pantai selatan (Bandjarmasin)
dan di pantai barat Kalimantan di Pontianak. Dua kerajaan ini terbilang cukup
kuat pada masa itu. Oleh karena bagian pedalaman tidak diketahui, lalu pada
tahun 1824 pemerintah Hindia Belanda mengirim satu ekspedisi ke pedalaman
Kalimantan yangc dipimpin Gerg Muller yang dimulai dari Pontianak muara sungai
Kapuas hingga mencapau pantai timur melalui sungai Mahakam. Sejak inilah mulai
diketahui tentang penduduk orang Dayak di pedalaman.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Alam Dayak Pulau Kalimantan: Rumah Bagi Orang Dayak Masa ke Masa

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top