Sejarah

Sejarah Padang Sidempuan (17): Para Pionir Penerbangan Sipil Indonesia Asal Padang Sidempuan; Perjuangan dan Kehormatan




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini
 

Sejarah
(Republik Indonesia) bukanlah penuh misteri. Hanya saja banyak yang belum
tergali dan belum dipublikasikan. Semua sejarah Indonesia sudah dicatat dan
tercatat, Hanya saja kurang terinformasikan pada masa kini. Masalahnya bukan
soal data, tetapi bagaimana data yang ada di pilah-pilah dan kemudian
dipilih-pilih. Orang Padang Sidempuan tidak begitu mengetahui sejarah kotanya
maupun orang-orang yang merantau ke kota-kota lain, terutama di Jawa. Uniknya,
tokoh-tokoh Padang Sidempoean di rantau nyaris tak ada yang pulang, hanyut
bagai air mengalir sampai jauh. Saya sendiri, baru belakangan ini mengetahui
tentang sejarah Padang Sidempuan dan juga tentang orang-orang Padang Sidempoean
di masa lampau di perantauan.

Jika sewaktu-waktu Anda berkunjung ke Kota
Padang Sidempuan bertanyalah kepada beberapa warga senior: ‘Siapa tokoh terkenal
kota Padang Sidempuan yang Anda ingat?’. Jawabannya hanya seputar itu-itu saja, yakni:
Willem Iskander (tokoh pendidikan masa kolonial), Abdul Haris Nasution
(Jenderal Besar), Marah Halim Harahap (Gubernur Sumatra Utara) dan Nurdin
Nasution (Bupati Tapanuli Selatan) dan Adam Malik. Pertanyaan tambahan dapat
ditanyakan
‘Siapa
tokoh terkenal di Jawa yang Anda ingat
?’. Semua menjawab Ir, Soekarno dan Mr Amir Sjarifoeddin
Harahap. Hanya itu yang diketahui. Orang Padang Sidempoean tidak mengenal
tokoh-tokoh asal Padang Sidempuan sekaliber Dja Endar Moeda, Soetan Casajangan,
Parada Harahap, Sanusi Pane, Mochtar Lubis, Abdul Hakim Harahap dan Burhanuddin
Harahap. Padahal ratusan tokoh-tokoh bersejarah Indonesia asal Padang
Sidempoean. Ironis!

Lantas
bagaimana sejarah para pionir penerbangan sipil Indonesia asal Kota Padang
Sidempuan
? Seperti disebut di atas, pasti orang Padang
Sidempuan sendiri tidak ada mengetahuinya. Bagaimana dengan pengetahuan di
wilayah (daerah) lain. Tentui saja juga tidak mengetahuinya. Ironis! Padahal
dua tokoh pertama penerbangan sipil Indonesia berasal dari Kota Padang
Sidempoean. Bagaimana bisa, siapa mereka
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Tokoh Penerbangan Sipil
Indonesia: Ir. Tarip Abdullah Harahap dan Mr. CA Mochtar Nasution

Awal
penerbangan sipil di Indonesia dimulai saat pengakuaan kedaulatan Indonesia
(dalam bentuk RIS) oleh Belanda (27 Desember 1949). Pada tahun 1950 RIS
dibubarkan dan kembali ke NKRI. Salah satu pejabat Indonesia pasca pengakuan
ini adalah Ir Tarip Abdullah Harahap yang diangkat sebagai Direktur Penerbangan
Sipil.

Sejak era Hindia Belanda, layanan penerbangan
sipil dilakukan oleh maskapai KLM. 
Sempat terputus selama pendudukan Jepang. KLM kembali beroperasi di
Indonesia pada saat terbentuknya Pemerintahan NICA di Indonesia.

Atas dasar keinginan
Pemerintah Republik Indonesia, Ir Tarip Abdullah Harahap menjajaki kemungkinan
agar KLM mendirikan perusahaan penerbangan Indonesia (GIA). Saat ini CA Mochtar
adalah salah satu pejabat di KLM di Belanda. Dengan dibentuknya perusahaan GIA,
CA Mochtar ditempatkan di Indonesia sebagai wakil direktur GIA. Mereka berdua
inilah yang merancang awal aviation Indonesia. Ir. Tarip Abdullah Harahap dalam
bidang infrastruktur dan sistem aviation kebandaraan dan CA Mochtar dalam jasa
penebangan.

Tarip Abdullah Harahap diterima di sekolah
teknik THS Bandoeng (kini ITB) pada tahun 1034 dan lulus dengan mendapat gelar
insinyur teknik sipil tahun 1939. Tarip Abdullah Harahap mendirikan perusahaan
konsultan di Bandoeng. Pada saat terjadi Bandoeng Lautan Api (Maret 1946), Ir,
Tarip Abdullah Harahap hijrah ke ibu kota RI di pengungsian di Jogjakarta. Ir.
Tarip Abdullah Harahap diangkat sebagai Direktur Djawatan Angkoetan Motor
Repoeblik Indonesia atau disingkat DAMRI. Dengan latar belakang dan pengalaman
inilah yang kemudian Menteri Perhubungan Ir.Djoeanda mengangkat Ir. Tarip
Abdullah Harahap menjadi Direktur Penerbangan Sipil.

Pada
akhir tahun 1954 Pemerintah RI mengakuisisi sepenuhnya GIA. Lalu dibentuk
struktur pengurus baru: Untuk posisi direktur sementara (plt) adalah Ir.
Soetoto (menggantikan yang warga Belanda Dr. E. v. Konijnenburg). Sementara CA
Mochtar menjadi wakil direktur administrasi dan keuangan (posisinya sebelum akuisisi
sebagai wakil direktur).

CA Mochtar lulus sekolah HBS di Semarang tahun
1937 (lihat De locomotief, 12-06-1937). CA Mochtar lalu melanjutkan ke sekolah
hukum RHS di Batavia. Tidak tamat karena pendudukan Jepang. Mochtar melanjutkan
studinya di Belanda dan lulus tahun 1949.  Sejak inilah CA Mochtar bekerja pada maskapai
KLM di Belanda (sehubungan dengan proses pengakuan kedaulatan Indonesia oleh
Belanda (melalui proses KMB di Den Haag. Mr. Chairoel Anwar Mochtar (Nasoetion)
adalah anak angkat alm Prof. Dr. Achmad Mochtar. Bersamaan dengan pengangkatan
CA Mochtar sebagai pejabat pada maskai KLM di Belanda, di Indonesia
jabatan-jabatan strategis mulai diisi oleh orang Indonesia. Salah satu
diantaranya adalah Overste Ir. AFP Siregar gelar MO Parlindoengan sebagai Direktur
Perusahaan Sendjata dan Mesiu di Bandoeng (kini PT Pindad). Ini bermula Ir. AFP
Siregar lulus sekolah teknik kimia di Universiteit te Delft pada tahun 1942 dan
kembali ke tanah air. Segera proklamasi kemerdekaan Indonesia Ir. AFP Siregar,
satu-satunya orang Indonesia yang menguasasi teknik kimia, termasuk salah satu
dari 17 sarjana yang direkrut oleh Kepala Staf TRI untuk menjabat posisi
strategis dengan pangkat Overste (Letkol) untuk mengakuisisi perusahan senjata
dan mesiu di Bandoeng dari tangan Jepang. Namun tidak lama kemudian AFP Siregar
harus ke Soerabaya untuk mendukung persenjataan republiken dalam melawan Sekutu
Inggris (Persitiwa 11 November 1945). Saat kembali Belanda (NICA) AFP Siregar
membantu republik di Jawa Timur dan Jogjakarta dalam perang melawan KNIL Latar
belakang dan pengalaman inilah Overste Ir. AFP Siregar sebagai direktur Pindad
pertama.

Pada
bulan Mei 1955 terjadi lagi perubahan komposisi direksi GIA. Ir Soetoto
ditetapkan secara formal menjadi Presiden Direktur GIA (lihat Het vaderland,
13-05-1955). CA Mochtar dipromosikan menjadi direktur keuangan (yang selama ini
dirangkap oleh Ir.Soetoto.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Pembangunan Penerbangan Sipil
dan Pengembangan Maskapai GIA

Setelah
menyelesaikan masalah urusan penerbangan dan kebandaraan di Jawa, selaku
Direktur Penerbangan Sipil, Ir. Tarip Harahap mulai mengembangkan urusan serupa
di luar Jawa. Hal yang paling pokok ke barat adalah pengoperasian jalur
penerbangan ke Medan (via Palembang). Sementara hal paling pokok ke timur dalam
pengoperasian jalur penerbangan ke Makassar (terus ke Ambon). Namun negosiasi
dengan militer untuk menjadikan lapangan terbang di Makassar sebagai bandara
sipil sangat alot.

Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 29-05-1951: ‘Ir. Tarip Abdullah
Harahap di Makasser, Kepala Departemen Penerbangan Sipil Kementerian
Perhubungan berdiskusi dengan tentara dan administrasi sipil, menyangkut
rencana untuk memulihkan hubungan udara antara Djakarta dan Ambon melalui
Makasser.

Bersamaan
dengan urusan persiapan pengoperasian penerbangan sipil barat dan timur, Ir
Tarip Harahap mulai menasionalisasi pilot, Departemen Penerbangan Sipil,
Kemenetrian Perhubungan mulai merintis sekolah pelatihan penerbangan sipil.
Sekolah ini dipusatkan di Curug, Tangerang. Sementara pembangunan lapangan
terbang di Curug, Tangerang berlangsung departemen penerbangan sipil menyiapkan
kurikulum (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 20-06-1952).

Het nieuwsblad voor Sumatra, 28-07-1952
melaporkan di Medan telah dibentuk sebuah komisi penerbangan (civil aviation)
dalam rangka mengevaluasi kelayakan bandara Polonia Medan dan juga untuk
melakukan studi persiapan bandara Blang Bintang di Kota Radja (kini Banda Aceh)
untuk persiapan pendaratan jenis pesawat Convalrs. Komisi terdiri dari Tarip
Abdullah Harahap (ketua).

Sejauh
ini Ir. Tarip Abdullah Harahap telah mengoperasikan sebanyak 30 bandara sipil
dan sebanyak 20 buah bandara baru yang dibangun, termasuk bandara Curug,
Tangerang (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 24-02-1953). Hari Senin tanggal 2 Maret 1953 secara resmi
Sekolah Penerbangan Indonesia dibuka di Kemajoran (lihat De nieuwsgier,
03-03-1953). Dalam peresmian ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Ir.
Djoeanda.

Pada bulan Juni 1953 bandara di Indonesia
mulai dimodernisasi (lihat De nieuwsgier, 12-06-1953). Disebutkan peralatan
kontrol lalu lintas radio yang baru mulai dioperasikan yang pertama di bandara
Talang Betutu di Palembang. Unit ini, yang sangat modern, yang tahun lalu oleh
Kementerian Perhubungan dipesan di Inggris. Ir Tarip Abdullah Harahap dari
kementerian menyatakan kepada PIA bahwa total ada sebanyak 30 unit yang dipesan
oleh kementerian di Inggris. Bandara kedua yang akan mendapatkan unit seperti
itu setelah Palembang adalah bandara Makassar, demikian menurut Ir. Harahap.

Tunggu
deskripsi lengkapn
ya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top