Sejarah

Sejarah Pendidikan (24): Era Transisi Docter Djawa School Jadi STOVIA; M Hamzah, H Rasjid, TA Soerjo, A Moeis, Tjipto, A Hakim


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pendidikan dalam blog ini Klik Disini

Sekolah kedokteran di Batavia telah melahirkan
banyak tokoh Indonesia. Sekolah yang didirikan tahun 1851 ini kemudian dikenal
sebagai Docter Djawa School. Suksesi sekolah ini pada tahun 1902 dengan nama
STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Sejumlah siswa, pada masa
transisi ini, dari Docter Djawa School ke STOVIA, kelak dikenal sebagai tokoh yang
berpengaruh diantara pribumi selama Pemerintah Hindia Belanda.


Mohamad Hamzah Harahap lulus ujian akhir
mendapat gelar dokter tahun 1902; adiknya bernama Radjioen Harahap gelar Soetan
Casajangan mendirikan organisaasi Perhimpoenan Hindia (Indisch Vereeniging) di Belanda tahun 1908.
Haroen Al Rasjid lulus menjadi dokter pada tahun 1902; putri ‘boroe panggoaran’
bernama Ida Loemongga Nasoetion perempuan pribumi pertama meraih gelar doktor (PhD)
di Belanda pada tahun 1932 (juga dikenal sebagai cucu Dja Endar Moeda, Radja persuratkabaran
di Sumatra). Tirto Adhi Soerjo gagal ujian dari kelas 4 ke kelas 5 pada
tahun 1901; kemudian terjun ke dunia pers. Abdoel Moeis, gagal ujian dari kelas
3 tingkat persiapan ke kelas 1 tingkat medik tahun 1902; kemudian masuk pegawai
pemerintah (klein ambtenaar) dan kemudian terjun ke dunia sastra dan pers. Tjipto
Mangoenkosoemo dan Abadoel Hakim Nasoetion sama-sama lulus ujian akhir dengan
gelar dokter tahun 1905. Dr Tjipto Mangoenkosoemo di Bandoeng pada tahun 1913
mendirikan NIP (Nationale Indisch Partij); Dr Abdoel Hakim Nasoetion menjadi
ketua NIP di pantai barat Sumatra dan kemudian menjadi anggota dewan kota
(gemeenteraad) Padang tahun 1919, dan menjadi wakil walikota (locoburgemeester)
Padang tahun 1930
.

Lantas bagaimana sejarah masa transisi Docter
Djawa School menjadi STOVIA? Seperti disebut di atas, pada masa ini banyak
lahir tokoh pribumi berpengaruh di Hindia Belanda seperti siswa Dokter Djawa
School M Hamzah, HA Rasjid, TA Soerjo, A Moeis, Tjipto dan A Hakim. Tokoh berpengaruh
siswa STOVIA antara lain Dr Soetomo, Dr Sardjito dan Dr Abdoel Rasjid Siregar. Lalu
bagaimana sejarah masa transisi Docter Djawa School menjadi STOVIA? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar
untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi)
dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.

Masa Transisi Docter Djawa School Menjadi STOVIA; M
Hamzah, HA Rasjid, TA Soerjo, A Moeis, Tjipto, A Hakim

Tunggu deskripsi lengkapnya

M Hamzah, HA Rasjid, TA Soerjo, A Moeis, Tjipto, A
Hakim: Para Lulusan STOVIA Soetomo, Sardjito dan Abdoel Rasjid Siregar

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top