melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini
Baru-baru ini muncul usulan membentuk Provinsi
Bogor Raya yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok
dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Itu versi dari Bogor. Lantas bagaimana Tangerang? Lalu muncul versi
Bekasi yang menyatakan bahwa Kota Bekasi sebaiknya menjadi Jakarta Tenggara. Lantas
bagaimana Tangerang? Ketika yang lain menghitung-hitung, mengapa Tangerang tidak
diperhitungkan? Nah, itu dia!
![]() |
| Jakarta Tangerang (Kt Tangerang) vs Jakarta Tenggara (Kt Bekasi) |
Menurut
versi Bekasi, Kota Bekasi dapat dijadikan sebagai Jakarta Tenggara karena
hubungan emosional karena memiliki keterikatan dari doeloe. Juga karena tipologi
kota mirip, budaya Betawi, sejarah dan keterikatan Jakarta dengan TPA
Bantargebang (di Kota Bekasi). Jika persepsi ini dibalik, maka Jakarta tidak
memiliki keterikatan dengan bandara Soekarno-Hatta (di Kota Tangerang).
Sementara itu menurut versi Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dapat ‘dimasukkan’
ke dalam Provinsi Bogor Raya. Mengapa? Sama-sama berinduk pada Provinsi Jawa
Barat. Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tidak diperhitungkan karena
berada di Provinsi Banten. Bagaimana reaksi Provinsi Jawa Barat? Sudah barang tentu
menolak usulan tersebut. Bagaimana reaksi Provinsi Banten? Sejauh ini
nyaman-nyaman saja, karena Tangerang tidak tersinggung (baca: tidak
disinggung).
kita adalah bagaimana asal-usul pembentukan wilayah Tangerang di Residentie
Batavia, suatu residentie yang meliputi Batavia, Meester Cornelis, Bekasi,
Tangerang dan Buitenzorg). Dalam perkembangannya wilayah-wilayah yang berada di
Residentie Batavia mengalamai proses yang terbentuknya Province West Java,
terbentuknya Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Djakarta dan pemekaran Provinsi
Jawa Barat yang membentuk Provinsi Banten. Mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.











