*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini
Kota Kendari tidak setua Makassar dan Buton. Pada
masa ini disebut hari jadi kota Kendari bermula tahun 1831. Buton yang kini
dikenal sebagai Kota Bau-Bau. Sementara sejarah awal peradaban bukan di (pulau)
Buton, tetapi di (pulau Muna). Dalam
sejarah Kota Kendari disebut bahwa penemu, penulis dan pembuat peta pertama
tentang Kendari adalah Vosmaer tahun 1831. Pada tanggal 9 Mei 1831 Vosmaer
membangun istana raja Tolaki bernama Tebau di sekitar pelabuhan Kendari.
Tanggal inilah yang kini dijadikan sebagai hari jadi Kota Kendari. Lantas bagaimana sejarah Baubau
dan Kolaka.

Sejarah Titik Nol Kilometer dan Kawasan Kota
Lama Kendari, Endry Tekaka: Titik Nol Kilometer Berfungsi Mengukur Jarak dari
Kota Kendari dan Daerah Sekitarnya. Rabu, 5 Juli 2023. Fajar.co.id. Kendari.
Banyak warga Kota Kendari, yang mungkin tidak lagi mengetahui sejarah titik nol
kilometer dan kawasan Kota Lama Kendari. “Berdasarkan sejarah, titik nol
kilometer Kendari dibangun pada masa pemerintahan Raja Saosao, yang dibangun di
sebuah kawasan yang saat itu dikenal dengan sebutan Kendari Van Laiwoi atau
Kawasan Kota Lama Kendari saat ini”. Lanjutnya, bahwa titik nol kilometer ini
dibangun di kawasan pemerintahan kolonial pada tahun 1867, dan didalam kawasan
itu juga dibangun beberapa bangunan-bangunan penting sebagai pusat kerajaan dan
pemerintahan kolonial. “Adapun yang dibangun saat itu, yakni Gedung Agung
adalah Istana Raja Kendari sebagai tempat tinggal Raja dan juga merupakan
tempat menjalankan pemerintahan”. Sambungnya, didalam kawasan itu, terdiri dari
masyarakat lokal maupun pendatang serta juga dihuni oleh pedagang-pedagang
China dan Arab. “Di masa itu, pemerintah kolonial ikut serta membangun
pemukiman masyarakat, gedung pemerintah seperti kantor pemerintahan antara lain
Loji, Pelabuhan, Kantor Pengawas atau Duane yang digunakan untuk mengawasi lalu
lintas di sepanjang Teluk Kendari”. (https://sultra.fajar.co.id/)
Lantas bagaimana sejarah tata kota di Kendari
di Baubau di Kolaka? Seperti disebut di atas, kota Kendari di pantai timur Semenanjung
Tenggara belum setua Buton di pulau. Bagaimana dengan kota Kolaka di pantai
barat Semenanjung Tenggara. Suatu wilayah antara Makassar dan Manado Pantai
Tenggara Sulawesi. Lalu bagaimana sejarah tata kota di Kendari di Baubau di
Kolaka? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Tata Kota di Kendari di Baubau di Kolaka; Wilayah Antara
Makassar dan Manado Pantai Tenggara Sulawesi
Nama Kendari awalnya
ditulis Kandari dan Kandari dipertukarkan dengan nama Laiwoei. Nama itu secara
resmi dicatat dalam dokumen pemerintah Hindia Belanda (lihat Regerings-almanak voor
Nederlandsch-Indie, 1874). Sejak kapan muncul nama Kandari tidak diketahui
secara pasti. Yang jelas nama Kandari dipertukarkan dengan nama Laiwoei dimana
terdapat raja (vorst) yang mana dalam Almanak 1874 Radja Kandari setara dengan
Radja Loewoe, Radja Toli-Toli.
Nama Kandari sudah sejak lama dikenal sebagai nama
sungai di Tanah Persia yang juga adakalanya ditulis Kamdari (lihat Nicolaes
Wilsen, 1705). Nama yang mirip dengan Kandari pada era VOC adalah Kandahar. Daghregister
8 Agustus 1684 menyebutkan bahwa land Mindanao telah dialihkan kepada Edele
Compagnie (pemerintah VOC) oleh radja Candahar. Dalam hal ini Radja Kandahar
adalah radja Kandahar di pulau Sangihe dan memiliki wilayah di Mindanao. Lantas
apakah Kandari di Persia atau Kandahar di Sangihe memiliki kaitan dengan nama
yang muncul di suatu teluk di semenanjung tenggara Sulawesi? Besar dugaan bahwa
nama Kendari berasal dari nama lokal.
Nama Kandari sendiri
paling tidak sudah diberitakan pada tahun 1835 (lihat Bredasche courant, 19-07-1835).
Disebutkan bahwa NJ Vosmaer telah mengunjungi teluk Kandari pada bulan Mei 1831
dan memetakan wilayah dan diusulkan pemerintah nama teluk itu dengan nama Vosmaer-baai.
Sementara itu dalam Algemeene konst- en letter-bode, voor het jaar, 1835 disebutkan
bahwa kunjungan Vosmaer ke teluk pada bulan Mei 1831. Tidak disebutkan tanggal
berapa dan berapa lama di teluk.
Siapa JN Vosmaer? JN Vosmaer bukanlah seorang
pejabat atau militer pemerintah Hindia Belanda. JN Vosmaer adalah seorang
pelaut (nachoda) dengan nama kapal (brik) yang dimilikinya bernama Celebes
(khussunya di Makassar) melakukan pelayaran antara Sulawesi dan Jawa (Batavia,
Semarang dan Makassar). Besar dugaan JN Vosmaer adalah orang pertama Belanda
yang mengunjungi (teluk) Kandari. Oleh karena Vosmaer yang melakukan pelayaran
ke teluk Kandari dan membuat peta, maka muncul gagasan pemertintah untuk
memberi nama teluk itu dengan nama Vosmaer. Keberadaan JN Vosmaer di Hindia
Belanda kali pertama diberitakan pada tahun1829 (lihat Bataviasche courant,
07-06-1827). Kehadirannnya di Makassar kali pertama diberitakan pada tahun 1828
(lihat Javasche courant, 08-04-1828). Di Makassar juga ada nama JHG Vosmaer
yang pada bulan Juli 1829 diangkat sebagai Asisten Residen di Maros (lihat
Javasche courant, 28-06-1829). Sebelumnya JHG Vosmaer adalah sekretaris di
kantor pemerintah di Makassar. Hingga pada bulan Oktober 1931 JHG Vosmaer masih
menjadi asisten resident di Maros. JHG Vosmaer yang dicatat sebagai JHB Vosmaer
asisten residen Maros dikabarkan meninggal dunia tanggal 1 November 1834 di
Buitenzorg (lihat Javasche courant, 10-12-1834).
Dalam hubungannya
dengan sejarah Kota Kendari bagaimana dengan nama JN Vosmaer? Seperti dikutip
di atas, disebutkan bahwa penemu, penulis dan pembuat peta pertama tentang
Kendari adalah Vosmaer tahun 1831 yang mana pada tanggal 9 Mei 1831 Vosmaer
membangun istana raja Tolaki bernama Tebau di sekitar pelabuhan Kendari.
Tanggal ini menjadi dasar tanggal dijadikan sebagai hari jadi Kota Kendari.
Bagaimana bisa? JN Vosmaer adalah seorang nachoda kapal, sementara pemerintah
Hindia Belanda sudah terbentuk di Makassar, tetapi belum sampai ke semenanjung
tenggara Sulawesi. Selain tidak begitu jelas kapan tanggal yang tepat JN
Vosmaer pada bulan Mei 1831 ke teluk Kendari, lalu apakah itu menjadi dasar
penentuan hari jadi? Bukankah sebelum Vosmaer ke teluk sudah dikenal nama Kandari
di teluk? Lalu kapan seharusnya hari jadi Kota Kendari?
Yang agak membingungkan nama JAG Vosmaer
dipertukarkan dengan nama JN Vosmaer. Jelas dua nama tersebut orang yang
berbeda. Yang satu pejabat Hindia Belanda dan yang lain seorang pelaut. Lantas
mengapa di dalam berbagai tulisan disebut orang pertama ke Kendari dan membuat
peta tetapi jabatannya disebut sebagai seorang Asisten Residen (Gorontalo)?
Perbedaan ini adalah masalah tersendiri. Pada tahun 1835 diberitakan JN Vosmaer
diangkat sebagai Asisten Residen di Gorontalo (lihat Javasche courant,
07-02-1835). Disebutkan bahwa JN Vosmaer sebelumnya adalah pegawai di kantor
pemerintah Makassar. Beberapa bulan kemudian Bredasche courant, 19-07-1835
memberitakan bahwa dalam kontribusi penting bagi pengetahuan geografis di
Hindia Belanda telah dibuat oleh Tuan JN Vosmaer dalam peta teluk Kandari, di
pantai timur pulau Sulawesi. Untuk menghormati pejabat itu, Pemerintah
menetapkan bahwa teluk itu, yang pertama kali ditemukan olehnya pada tahun
1831, akan diberi nama Teluk Vosmaers. Beberapa bulan kemudian Asisten Residen JN
Vosmaer dikabarkan meninggal (lihat Bredasche courant, 15-10-1836). Disebutkan tanggal 5
Januari, di lintasan Boeton, dalam perjalanannya ke teluk Vosmaers, Jacques
Nicolaas Vosmaer, Asisten Residen Gorontalo. Dalam hal ini apakah JN Vosmaer
seorang pejabat atau apakah seorang pelaut? Mungkin keduanya benar tapi bisa
jadi keduanya salah. Masalahnya adalah konteksnya. Cukup masuk akal yang
memetakan teluk Kendari adalah pelaut JN Vosmaer sebagai pelaut. Dialah yang memiliki
kemampuan berlayar ke teluk Kendari. Tapi tampaknya ada orang yang berbeda
dengan nama yang sama dengan JN Vosmaer. Disebutkan JN Vosmaer tiba di
Soerabaja dengan kapal perang Zr Ms (lihat Javasche courant, 02-10-1833). Lalu
muncul berita berikutnya bahwa JN Vosmaer masih menjadi pelaut dengan kapal
Swift (lihat Javasche courant, 26-10-1833). Tidak lama kemudian diberitakan
bahwa JN Vosmaer dan istri berangkat ke Makassar (lihat Javasche courant,
22-02-1834). Sejak akhir tahun 1833 tidak ada berita lagi tentang JN Vosmaer
sebagai pelaut. Yang ada adalah JN Vosmaer sebagai pegawai di kantor pemerintah
di Makassar yang kemudian dipromosilasikan tahun 1835 sebagai Asisten Residen
di Gorontalo dan yang namanya akan dijadikan sebagai nama teluk Kendari. Namun
JN Vosmaer diberitakan meninggal dalam perjalanan di sekitar Boeton dalam
perjalanan menuju teluk Vosmaer (teluk Kendari). Middelburgsche courant,
15-11-1836 memberitakan bahwa berita dari kapal Johanna, Kapten Bergman membawa
laporan laporan dari Batavia sampai dengan 9 Juli dimana dikomunikasikan sketsa
kehidupan mendiang Asisten Residen di Gorontalo, JN Vosmaer. Dia telah
memperkenalkan kita pada berbagai suku di Sulawesi; di Kandari ia telah
menemukan sebuah teluk yang indah yang untuk menghormatinya diberi nama teluk
Vosmaers. Dia juga memberikan laporan pertama tentang orang yang disebut Orang
Badjo atau orang air yang tinggal di perairan sepanjang pantai Sulawesi dengan
penangkapan penyu, tripang, dll.
Hari jadi kota adalah
satu hal. Hal yang lebih penting adalah bagaimana asal-usul kota Kendari. JN
Vosmaer adalah orang Belanda pertama ke teluk Kandari atau Kendari (1831).
Sebagai asisten residen di Gorontalo, JN Vosmaer merintis cabang pemerintahan
Hindia Belanda di teluk Kendari. Boleh jadi karena JN Vosmaer sudah mengenal
teluk Vosmaer maka diantara asisten residen atau Controleur yang sudah ada, JN
Vosmaer yang ditugaskan untuk ke teluk Vosmaer. Salah satu keberanian JN
Vosmaer di teluk Kendari adalah berhasil mengusir orang-orang Tobello yang
menganggu di kawasan (lihat Tijdschrift voor Neerland’s Indie, 1840).
Sejak JN Vosmaer memetakan wilayah teluk Kendari
tahun 1831, aktivitas pemerintah sudah mulai ada. Disebutkan bahwa pada tahun
1833 dibangun suatu benteng di sisi utara teluk Kendari. yang terletak di
pantai timur Sulawesi, di sekitar pulau Baud, Wakewaije dan Hoek Nipa (lihat
Tijdschrift voor staathuishoudkunde en statistiek, 1846). Disebutkan di teluk
ini ditemukan tempat berlabuh yang baik, disini kapal-kapal terlindungi dari
semua badai; jika terjadi perang, teluk ini, tampaknya mudah mencegah armada
musuh jika pulau Nambo diperkuat, yang akan memberikan perlindungan yang pasti
bagi kapal-kapal dagang yang dari sana orang juga bisa memasok ke Maluku dengan
perbekalan yang diperlukan. Raja Kendari, kerajaan yang hanya terdiri dari
7.000 jiwa yang didirikan di teluk ini tidak hanya mengakui otoritas kita
sendiri, tetapi bahkan juga mengikuti anjuran Vosmaer untuk budidaya kopi.
JN Vosmaer sebagai
nachoda kapal sesungguhnya juga seorang pedagang. Karena hal perdagangan inilah
yang menjadi jalan JN Vosmaer sampai ke teluk Kendari (yang kemudian diangkat
menjadi asisten residen di Gorontalo yang juga membawahi wilayah (teluk
Kendari).
JN Vosmaer kali
pertama tiba dengan kapalnya dan melihat teluk Kendari pada tanggal 8 Mei 1831.
Teluk ini sebenarnya sulit dikenali dari lautan. Tidak hanya karena jalur masuk
yang sempit juga terhalang oleh pulau Boengkoetoko (toko=pulau). Jalur masuk
selatan dangkal (hanya bisa dilewati perahu pada saat pasang), sedangkan jalur
masuk utara cukup dalam (meski sempit dan berliku). Teluk Kendari, 1913
Tunggu deskripsi lengkapnya
Wilayah Antara Makassar dan Manado Pantai Tenggara
Sulawesi: Kendari Masa ke Masa
Bagaimana asal usul tempat yang kemudian disebut
Kendari telah dilaporkan oleh JN Vosmaer. Nama Kendari sendiri ada yang menyebut
berasal dari Kandai, yaitu suatu tiang bambu untuk mengayuh perahu di perairan
dangkal atau perairan kandas (lihat Tijdschrift van het Aardrijkskundig
Genootschap, 1914). Okelah, itu satu hal. Hal yang penting dalam hal ini adalah
bahwa awal pemerintahan di Kendari bermula dengan kehadiran JN Vosmaer di teluk
Kendari dimana berhasil mengusir orang-orang Tobello dan mengangkat orang Tolaki
sebagai pemimpin local di Kawasan teluk (raja).
Sementara itu di
wilayah selatan (Kendari), berdasarkan bukti arkeologis, pulau Muna termasuk
wilayah yang terbilang awal dihuni oleh manusia. Mereka inilah yang beriteraksi
dengan penduduk pendatang yang kemudian menjadi awal terbentuknya penduduk Muna
di pulau Muna yang menjadi cikal bakal penduduk Muna yang sekarang. Sejarah
terbentuknya penduduk Muna tersebut diduga sejaman dengan Toraja, Minahasa dan
Manggarai. Orang Muna ada di pulau Buton dan orang Buton ada di pulau Muna.
Pulau Muna dan pulau Buton adalah dua pulau besar yang terpisah dari daratan
(pulau) Sulawesi. Nama Buton sudah disebut dalam teks Negarakertagama (1365)
dan kemudian mendapat tempat yang baik dalam fase awal perdagangan Eropa (Portugis)
yang kemudian pada era VOC, antara Buton dan Makassar berselisih. Nama lain
yang disebut dalam teks adalah Banggai di utara dan Luwuk di barat.
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










