Sejarah

Sejarah Bandung (13): Sejarah Jalan Braga Ditulis Keliru, Ini Faktanya; Jalan Tertua di Bandung




false
EN-US




















Jalan Braga (Peta 1910)

Jalan Braga Bandung adalah jalan yang sudah
dikenal sejak dari doeloe. Jalan ini tidak hanya popular bagi warga Bandung
tetapi juga cukup dikenal oleh para wisatawan, baik domestik maupun manca
negara. Oleh karena nama jalan Braga sendiri tidak pernah berubah sejak era kolonial,
maka nama jalan Braga dikenal oleh antar generasi. Kini jalan Braga adalah
salah satu heritage dan juga dianggap sebagai salah satu icon Kota Bandung.

Nama
jalan Braga sangat dikenal luas sejak dari dulu, tetapi sangat disayangkan
sejarahnya ditulis secara keliru. Mungkin karena begitu popular, detail
sejarahnya terabaikan. Artikel ini menelusuri TKP di masa lampau. Mari kita
lacak.
Asal
Usul Nama Braga
Java-bode: voor Nederlandsch-Indie, 06-06-1883
Nama ‘Braga’ di Bandoeng kali pertama
muncul pada tahun 1883. Muncul di surat kabar, karena sejumlah individu
membentuk paguyuban (vereeniging) yang diberi nama ‘Braga’ untuk mempromosikan
tempat yang nyaman dengan menyediakan pertunjukan drama, musik dan puisi (lihat
Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 06-06-1883).
Sarikat ini mendapat pengesahan dari pemerintah berdasarkan Stbl. No.152 (De
locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 08-06-1883).

De locomotief: Samarangsch, 22-08-1883
Sarikat
atau klub Braga didirikan pada Januaru 1882. Sarikat ini telah melakukan
berbagai pertunjukan seperti opera, music dan sebagainya. Banyak orang asing
yang hadir setiap ada pertunjukan. Klub ini diharapkan akan makin banyak
dikunjungi oleh wisatawan, sehubungan dengan adanya pembangunan jalan kereta
api Batavia-Bandoeng (yang saat itu masih melalui Buitenzorg, Soekaboemi dan
Tjiandjoer). Bangunan klub Braga ini adalah gudang yang disulap menjadi ruang
teater yang berada di samping lokasi gedung Societeit (De locomotief: Samarangsch
handels- en advertentie-blad, 22-08-1883).  
Jalan
Tertua di Bandung
Pada awalnya, jalan pos trans-Java (Daendels,
1810) berada di area yang lebih tinggi (ruas Radja Mandala, Tjipaganti dan
Odjoeng Brung). Jalan pos ini kemudian digeser ke bawah sehingga ruas baru
antara Tjimahi dan Odjoeng Brung. Jalan pos baru ini dibuat sehubungan dengan
pembentukan ibukota Regetschap (Kabupaten) Bandoeng ketika kali pertama
controleur ditempatkan tahun 1829. Dengan demikian, jalan pos yang baru dan
kantor/rumah controleur dibangun tahun 1829.
Posisi
rumah/kantor controleur ini adalah di sisi utara jalan pos trans-Java (yang
baru) dan di sisi timur sungai Tjikapoendoeng. Seperti biasanya di tempat lain,
dimana rumah/kantor controleur berada di tempat itulah ibukota. Lahan lokasi
kantor/rumah controleur ini kelak bersebelahan dengan lahan tempat dimana
dibangun hotel yang pertama (kemudian disebut Hotel Preanger). Tentu saja di
sekitar rumah/kantor controleur ini masih hutan belantara.
Rumah Asisten Residen Bandoeng

Pada tahun 1846 status Kabupaten
Bandoeng ditingkatkan menjadi Asisten Residen. Untuk persiapan ini dibangun
kantor Asisten Residen di seberang kantor/rumah controleur. Sedangkan rumah
Asisten Residen dibangun agak jauh (sesuai planologi kota) ke arah utara dengan
membuat jalan akses antara rumah/kantor controleur dengan sungai
Tjikapoendoeng. Jalan akses inilah kelak yang disebut Bragaweg.

Bangunan-bangunan
pemerintah yang menyusul adalah pembangunan kantor pos (di sisi barat sungai
Tjikapoendoeng dan sisi utara jalan pos), gedung kerapatan (semacam gedung
mahkamah dibangun di belakang kantor Asisten Residen, penjara (di arah utara
kantor pos).  Diantara bangunan-bangunan
utama ini mulai bermunculan perumahan, bangunan swasta lainnya, seperti hotel
(Hotel Preanger), bangunan toko dan sebagainya. Di hook antara jalan pos
trans-Java dan jalan akses ke rumah Asisten Residen kemudian didirikan bangunan
Societeit (klub social yang kemuedian diberi nama Concordia).

J

Concordia, 1905

alan akses dari jalan pos trans-Java ke
rumah Asisten Residen lambat laun menjadi ramai dengan berdirinya berbagai
bangunan-bangunan swasta terutama perusahaan perkebunan dan perusahaan
perdagangan. Di sekitar rumah asisten residen (ujung jalan akses) juga
dikembangkan sebuah taman yang kemudian disebut Pieters Park (kini Taman Balai
Kota). Setelah orang-orang Eropa cukup banyak berdiam di sekitar jalan pos
trans-Java dan jalan akses kegiatan social semakin intensif di klub Concordia.
Saat keramaian inilah muncul klub Braga yang mengkhususkan pada bidang seni
pertunjukan.

Bragaweg, 1905

Lambat
laun sejak pendiriannya (1882), nama Braga menjadi lebih popular jika
dibandingkan dengan Concordia. Jalan akses yang sejak 1846 yang tidak memiliki
nama kemudian disebut jalan Braga (Bragaweg).

Jalan Braga semakin dikenal luas, tidak
hanya karena gedung teater dari klub Braga, tetapi jalan akses yang di masa
lampau telah menjadi Jalan Braga yang menjadi pusat Eropa yang di sana sini menyediakan
tempat seperti toko besar, café dan sebagainya. Sejak 1900 jalan Braga ini
tidak hanya popular bagi warga Bandoeng tetapi juga menjadi salah satu tujuan
wisatawan terutama yang datang dari Batavia.

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe.


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top