*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini
Sejarah
Casajangan berangkat untuk yang kali kedua ke Belanda tanggal 14 Februari
dengan kapal “Patria” dari Tandjoeng Priok tujuan akhir Rotterdam (lihat Sumatra-bode,
12-02-1920). Ini sehubungan dengan cuti ke Eropa yang diberikan pemerintah
selama delapan bulan setelah mengajar selama tujuh tahun. Banyak hal yang
dilakukan di Belanda termasuk pertemuan dengan pengurus dan anggota Indisch
Vereeniging. Sebagaimana diketahui, Soetan Casajangan adalah pendiri Indisch
Vereeniging pada tahun 1908 di Leiden. Metode Riset Bisnis

Parada Harahap lahir pada 15
Desember 1899 di Pargarutan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Karier
jurnalisnya dimulai ketika ia menjadi staf redaksi surat kabar Benih Merdeka.
Kemudian dia kembali ke kampung halamannya dan memimpin surat kabar Sinar
Merdeka (1919) dan memimpin majalah Poestaha. Surat kabarnya sebagian besar
mengkritik kebijakan pemerintahan kolonial Belanda akibat kesewenang-wenangan
mereka selama di Hindia Belanda. Selama dua tahun di Padangsidempuan, ia telah
12 kali terkena delik pers serta berulang kali keluar masuk penjara. Pada tahun
1922, ia pindah ke Jakarta menerbitkan mingguan Bintang Hindia, Bintang Timur
dan Sinar Pasundan. Pada saat itu ia mulai memakai nama samaran Oom Baron
Matturepeck yang diambil dari bahasa Batak (berarti suara dari kertas). Selain
itu, ia adalah satu-satunya orang pertama yang mendirikan Akademi Wartawan di
Jakarta. pada masa pendudukan Jepang, dia dipercaya menjadi pemimpin redaksi
Surat Kabar Sinar Baroe. Menjelang masa kemerdekaan pada tahun 1945, ia masuk
dalam susunan anggota BPUPKI yang dibentuk oleh Jepang di Jakarta. Dalam hal
ini, dia adalah satu-satunya anggota BPUPKI yang berasal dari kalangan
masyarakat Batak (AI
Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah guru tetaplah
guru, pahlawan tanpa tanda jasa? Seperti disebut di atas, lulusan sekolah guru,
menjadi guru dan kemudian berangkat ke Belanda 1904 untuk studi keguruan. Lulus
akta guru LO tahun 1907, akta guru kepala MO tahun 1910, guru di Amsterdam,
kembali ke tanah air menjadi guru dan kini 1920 mendapat cuti ke Eropa. Guru tetaplah guru, pahlawan tanpa tanda
jasa. Lalu bagaimana sejarah guru tetaplah guru, pahlawan tanpa tanda jasa? Lalu
bagaimana sejarah bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe. Deepublish

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah,
melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi
fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah
tercatat dalam dokumen sejarah.
Guru
Tetaplah Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa; Dari Dja Endar Moeda hingga Parada
Harahap
Soetan Casajangan kembali ke tanah air pada bulan Mei 1921 (lihat De
Maasbode, 08-05-1921). Disebutkan kapal ss “Patria” berangkat dari Rotterdam pada
tanggal 7 Mei 1921 dengan tujuan Indonesia dimana di dalam manifest tercatat nama
RS Casajangan Soripada. Sebelum pulang, Soetan Casajangan telah terlebih dahulu
mengirim artikelnya yang berisi himbauan tentang apa yang baik untuk membangun
kemajuan orang Indonesia pada masa ini.
De
Preanger-bode, 05-04-1921: Gagasan Asosiasi. RS Casajangan Saripada menuliskan
hal berikut dari Leiden: Selama berabad-abad, Belanda dan Hindia telah
terhubung: awalnya oleh kepentingan perdagangan bersama, kemudian oleh
kepentingan Belanda semata, dan sekarang kita telah memasuki era di mana sekali
lagi kepentingan bersama yang menyatukan Belanda dan Hindia. Belanda telah
menyadari bahwa Hindia harus dipimpin menuju kemerdekaan yang lebih besar agar
dapat bekerja sama secara berkelanjutan, dan Hindia mulai memahami bahwa jutaan
penduduk kepulauan Hindia hanya akan menemukan kesempatan untuk berkembang
sepenuhnya di bawah kepemimpinan bangsa Belanda yang kecil dan cerdas. Hindia tidak
lagi ingin didominasi, tetapi Belanda juga tidak ingin mendominasi: Belanda hanya ingin menjadi pelindung yang
peduli yang bertugas mempersiapkan tanah Hindia untuk perjuangan kemerdekaan.
Hanya dengan cara ini Belanda dan Hindia dapat tetap terikat satu sama lain
jauh di masa depan. Namun, dua jenis bahaya mengancam: kehati-hatian
yang berlebihan dari pihak pelindung (Belanda) dan tergesa-gesa yang berlebihan
dari pihak murid (Hindia). Belanda harus memahami bahwa Indonesia seperti
seorang pemuda yang tidak sabar dan ingin maju, serta tidak dapat hidup dalam
penantian terus-menerus, dan Indonesia harus memahami bahwa Belanda seperti
seorang pria dewasa dan bijaksana yang dengan tenang mencari jalan yang aman.
Belanda harus segera memberi Indonesia kesempatan untuk bekerja lebih mandiri,
dan Indonesia memang harus menunjukkan semangatnya yang besar, namun memastikan
bahwa pelindung (Belanda) tidak perlu melakukan pekerjaan yang berlebihan
dengan menghukum atau melawan kenakalan kekanak-kanakan dari murid (Hindia).
Saya menganggap gerakan revolusioner di Indonesia yang diarahkan terhadap
otoritas Belanda sebagai kenakalan kekanak-kanakan seorang murid. Perkembangan Indonesia
mengalami penundaan yang tidak perlu akibat hal ini. Karena alasan ini,
sepanjang hidup saya, saya telah menyatakan diri, baik dalam kata maupun
tulisan, untuk kepentingan Indonesia, menentang aspirasi revolusioner apa pun
di Hindia Indonesia, dan saya selalu mengingatkan saudara-saudara saya di
Indonesia bahwa Indonesia hanya dapat mencapai kemerdekaan yang cepat melalui
kerja sama dengan Belanda, dan bahwa perlawanan terhadap pelindung berarti
kemunduran. Selama dua puluh tahun, saya telah berusaha untuk mempromosikan
hubungan antara Belanda dan Hindia Belanda baik di Belanda maupun di Hindia.
Pembaca, bantulah saya sekarang dalam upaya saya untuk memberikan contoh
praktis dari hubungan tersebut. Pahami ini dengan jelas: saya hanya memikirkan
kesejahteraan saudara-saudari saya di Indonesia, dan saya akan menemukan
kekuatan untuk menanggung sumpah yang dibebankan kepada saya oleh
ketidakpercayaan banyak rekan senegara saya, dll., yang berpikir bahwa saya
merasa lebih terikat pada Belanda daripada Hindia, dan sebaliknya. Masa depan
akan menunjukkan bahwa saya dapat memberikan hati saya tanpa keberatan kepada
Belanda dan Indonesia, karena kepentingan kedua bangsa tersebut bertepatan dan
karena berkah hanya dapat diharapkan dari hubungan antara kedua bangsa
tersebut. Sebelum kembali ke Hindia, saya ingin mendirikan Perusahaan
Perdagangan Belanda-Indonesia di Belanda (dengan saham senilai f10–f100), di
mana warga Indonesia juga dapat menjadi pemegang saham. Tujuannya adalah
perdagangan langsung (impor dan ekspor) dengan asosiasi produsen dan pedagang
Indonesia di Hindia Belanda, dengan ketentuan bahwa sebagian keuntungan akan
dialokasikan untuk pendidikan (baik teori maupun praktik) bagi warga Indonesia
di Belanda untuk semua bidang pelayanan. Di Hindia Belanda, saya telah menjalin
koneksi yang diperlukan dalam bidang pertanian dan perdagangan lokal untuk
melanjutkan perdagangan langsung tersebut. Di Sumatra, saya telah bertemu
dengan beberapa warga Indonesia yang giat dan bersemangat untuk memberikan
kerja sama yang kuat dengan menyediakan produk-produk yang dibutuhkan. Saat ini
saya membutuhkan dana untuk pendirian perkumpulan ini. Oleh karena itu, saya
telah mengumpulkan semua tulisan dan ceramah saya yang tersebar (baik dalam
bahasa Belanda maupun Melayu ke dalam sebuah buku, yang akan diterbitkan dalam
bahasa Belanda dan Melayu (dicetak berdampingan) (dengan ilustrasi yang
diperlukan), untuk dipresentasikan kepada publik. Judulnya adalah Associatie
Nederland-Insilinde dan Asosiasi Belanda-Indonesia. Buku ini akan setebal
sekitar 300 halaman, dan harganya 2,50 poundsterling (dijahit) dan 3,75
poundsterling (dijilid). Pembaca! Jika Anda mendukung kerja sama damai antara
Belanda dan jika Insulinde bersimpati, maka saya dengan sungguh-sungguh meminta
Anda: 1. segera kirimkan pesanan (besar atau kecil) untuk buku tersebut ke
alamat saya yang bertanda tangan di bawah ini, atau, jika Anda memiliki lebih
banyak dan jika Anda ingin bekerja sama lebih giat. 2. segera kirimkan kepada
saya yang bertanda tangan di bawah ini pesan bahwa Anda siap untuk mengambil
satu atau lebih saham senilai f10—f100 di perusahaan yang akan didirikan. Rapat
pendiri (pemegang saham) perusahaan akan segera diadakan. Warga Belanda dan
Indonesia, kini Anda memiliki kesempatan untuk mempromosikan penerapan kerja
sama antara Belanda dan Indonesia di dunia bisnis. Kerja sama sebagai mitra
yang sepenuhnya setara dalam suatu usaha seperti yang disebutkan di atas akan
terbukti sangat penting untuk implementasi lebih lanjut dari kerja sama ini,
terutama di mana Belanda, dengan mengakuisisi saham, dapat menunjukkan
keinginan mereka untuk berkontribusi dalam menyediakan pendidikan Barat bagi
kelas menengah Indonesia, dan sebagainya’.
Sebagai seorang guru, pemikiran Soetan Casajangan tetap pada kompetisinya
sebagai guru yang berjuang dengan caranya sendiri. Soetan Casajangan ingin
memajukan bangsanya melalui pendidikan agar siap pada nantinya untuk merdeka.
Namun semua itu harus ada langkah nyata, dengan tetap membangun kemitraan
dengan orang Belanda, dengan terus mempersiapkan bangsa dalam bidang ekonomi
dan pendidikan. Menurut Soetan Casajangan apa yang diharapkan sesuai tujuan
orang Indonesia ke depannya hanya dapat dilakukan pada siatu dan kondisi adanya
kemitraan kedua belah pihak.
Pentingnya
organisasi ekonomi (perdagangan) yang ditawarkan oleh Soetan Casajangan, tidak
hanya memberi jalan bagi orang pribumi untuk memliki perdagangan sendiri (ekspor-impor)
antara Indonesia dan Belanda, juga sebagian keuntungan yang diperoleh dapat
dialokasikan pada peningkatan pendidikan kelas menengah Indonesia. Gagasan ini
dapat dikatakan gagasan ketiga Soetan Casajangan selama ini. Gagasan pertamanya
adalah menginisiasi terbentuknya persatuan orang Indonesia, Soetan Casajangan
memulainya di Belanda dengan mendirikan organisasi mahasiswa Indisch Vereeniging
pada tahun 1908. Lalu kemudian gagasan keduanya adalah pentingnya studiefond
(dana pendidikan) yang kemudian diinisisasinya dan terbentuk studiefond di
Belanda pada tahun 1913 (sebelum pulang ke tanah air).
Gagasan Soetan Casajangan tampaknya mulai mengkristal selama kunjungannya
di Belanda yang telah bertemu dengan berbagai pihak terutama orang-orang
Belanda yang tergabung dalam Vereeniging Moderland en Kolonien dan Indisch
genootschap; dan orang-orang Indonesia yang tergabung dalam Indische
Vereeniging.
Het
nieuws van den dag, 07-05-1921: ‘Indisch genootschap (Masyarakat Hindia). Di
bawah kepemimpinan Prof C van Vollenhoveu, rapat umum Masyarakat Hindia
diadakan minggu ini di Den Haag. Sekretaris, Th GG Valette, menyampaikan
gambaran umum tentang keadaan dan kegiatan masyarakat pada tahun 1920-21.
Laporan keuangan untuk tahun 1920-21 disetujui. Penggabungan dengan
“Moederland en Koloniën” dan usulan amandemen peraturan ada dalam
agenda. Kedua usulan tersebut disetujui tanpa diskusi. Kedua badan tersebut
akan bersatu dengan nama Masyarakat Hindia. Selanjutnya, pemilihan dewan
pengurus berlangsung. Diputuskan untuk tidak mengisi kekosongan yang disebabkan
oleh pengunduran diri sementara Dr. E. Moreseo. Ketua mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Morosco atas apa yang telah ia capai untuk kepentingan masyarakat
selama bertahun-tahun menjadi anggota dewan pengurus. Selanjutnya, berikut ini
terpilih kembali: Prof C van Vollenhoveu, ketua; Th GG Valette, sekretaris dan
bendahara; Jhr JC van Reigersberg ’Vert sluys, wakil ketua; Prof D van Blom, HJE.
Wenkebach, Ny EM van Deventer-Maas, sementara Ny Sarnsi Sastrawidagda juga
diangkat sebagai anggota dewan. Diputuskan untuk memasukkan dewan
“Moederland en Koloniën” saat ini ke dalam dewan Indies Society juga,
sehingga dewan tersebut ditambah dengan anggota-anggota berikut: WG Berkhout, AW
Cremer, Cassajangan, G Gronggrijp, Tn J van Kuyk, R Mees, G Nypels, JP van
Rossum, DW Stibbe dan A Witlam. Tn D Fock, Gubernur Jenderal Hindia Belanda,
diangkat sebagai ketua kehormatan. Ketua menyatakan bahwa pengangkatan ini
tidak dilakukan dalam kapasitas sebagai Gubernur Jenderal, tetapi atas dasar
bahwa D Fock adalah ketua kehormatan “Moederland en Koloniën”.
Sebagai hasil dari penggabungan asosiasi “Moederland en Koloniën” dan
“Indisch Genootschap”, dengan nama Indisch Genootschap, diputuskan
untuk mengangkat semua anggota dewan dari kedua asosiasi tersebut sebagai
anggota dewan baru Indisch Genootschap, kecuali Dr E Moreseo, yang telah
mengundurkan diri karena jadwal kerja yang padat, dan Soetan Casajangan
Soripada, yang telah mengundurkan diri karena akan berangkat ke Hindia. Dewan
baru sekarang terdiri dari: Prof C van Vollenhoven, Ketua; WC Berkhout, Wakil
Ketua; Jhr JC van Reigersberg Versluys, Bendahara; Th GG Valetta, Sekretaris;
Dr Tj Mees, Ajudan Sekretaris. Anggota: EM van Deventer-Maas dan Bapak-bapak:
Prof D van Blom, AW Cremer, Prof E Wenkebach’.
Lantas apa perbedaan dan persamaan gerakan Soetan Casajangan ini dengan
gerakan Indisch Partij (EF Douwes Dekker dan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo) pada
tahun 1912-1913?.
EF
Douwes Dekker dan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo melalui Indische Partij (Partai
Indonesia) berusaha membangun asimilasi yang kuat antara orang Indo dengan
orang pribumi di Hindia dalam memperjuangkan pemisahan penuh antara Hindia dan
Belanda untuk menuju kemerdekaan. Tentu saja itu sulit direalisasikan oleh
otoritas Pemerintah Hindia Belanda, alih-alih melindungi Indisch Partij,
sebaliknya Pemerintah Hindia Belanda melarang Indisch Partij dan mengasingkan
para revolusionernya. Saat ini ada pemisahan yang kuat antara orang-orang
Belanda (totok) di satu pihak dengan orang-orang Indo dan orang-orang pribumi
yang mencoba membangun persatuan di Hindia. Sementara Soetan Casajangan melihat
adanya dorongan yang kuat dari orang-orang Belanda untuk membantu orang pribumi
melalui Indisch Genootschap dalam konteks kemitraan (kerjasama). Keutamaan Indisch
Genootschap dalam hal ini semakin tampak seiring dengan pembubaran organisasi
Vereeniging Moderland en Kolonien yang para anggotanya melebur ke Indisch Genootschap.
Kapal “Patria” yang berangkat dari Rotterdam tanggal 7 Mei 1921 akhirnya
tiba di Tandjoeng Priok, Batavia (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 31-05-1921). Soetan
Casajangan, setibanya di tanah air, sudah barang tentu akan menghadapi berbagai
tantangan dengan gagasan yang telah dikomunikasikan di surat kabar.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Dari
Dja Endar Moeda hingga Parada Harahap: Perkembangan Pers Indonesia dari Masa ke
Masa
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di
Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










