Sejarah Indonesia

Sejarah Casajangan (5): Sarjana Pendidikan Pertama Indonesia; Boedi Oetomo Mengirim Sjamsi Widagda Diasuh Soetan Casajangan

image001


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Dalam narasi
sejarah masa kini disebutkan sarjana pertama Indonesia adalah Raden Mas Panji
Sosrokartono. Fakta yang benar adalah dokter Asmaoen asal Malang yang meraih
gelar dokter di Amsterdam pada tahun 1907. Lalu siapa sarjana pendidikan
Indonesia pertama? Tidak ada yang pernah menulisnya. Siapa doktor ekonomi Indonesia
pertama juga tidak ada yang pernah menulisnya.
 Sejarah Bahasa Indonesia


image001

Dr Samsi Sastrawidagda (lahir:
Solo, 13 Maret 1894-wafat 1963) adalah Menteri Keuangan Pertama Indonesia. Ia
menempuh pendidikan ekonomi dan hukum negara di Sekolah Tinggi Dagang
(Handels-hogeschool) di Rotterdam. Gelar akademik terakhir yang didapat tahun
1925 adalah gelar Doktor dengan disertasi De Ontwikkeling v.d handels politik
van Japan. Selama di Rotterdam, ia dikenal sebagai pemukul gong dalam
perkumpulan gamelan pribumi. Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis
sejak Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kedua (19
Agustus 1945). PPKI menunjuk Samsi Sastrawidagda, Kepala Kantor Tata Usaha dan
Pajak di Surabaya pada masa pendudukan Jepang, sebagai Menteri Keuangan pada
kabinet RI pertama (Kabinet Bucho/presidensial). Sebagai Menteri Keuangan,
Samsi tidak pernah memimpin Kementerian Keuangan secara langsung. Bahkan belum
sempat menyusun perencanaan. Kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan
menjadikan ia lebih memilih tinggal di Surabaya. Pada tanggal 26 September 1945
ia mengundurkan diri menjadi Menteri Keuangan kemudian A.A. Maramis yang
sebelumnya Menteri Negara dilantik menjadi Menteri Keuangan
(Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sarjana pendidikan
pertama Indonesia? Seperti disebut di atas, banyak sarjana pertama Indonesia
keliru dalam narasi sejarah Indonesia. Satu yang jelas mahasiswa keguruan
(jurusan pendidikan) pertama Indonesia adalah Soetan Casajangan. Karena hal
itu, Boedi Oetomo mengirim guru muda Sjamsi Widagda studi keguruan ke Belanda
yang kemudian dititipkan kepada Soetan Casajangan. Setelah mendapat akta guru,
Sjamsi Widagda melanjutkan studi di bidang ekonomi. Lalu bagaimana sejarah sarjana
pendidikan pertama Indonesia?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah Catur di Indonesia

image001 1

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja. Dalam
hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan
hanya
sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah
terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
 

Sarjana
Pendidikan Pertama Indonesia; Boedi Oetomo Mengirim Sjamsi Widagda Studi
Keguruan ke Belanda Dibimbing Soetan Casajangan

Tunggu deskripsi
lengkapnya

Boedi
Oetomo Mengirim Sjamsi Widagda Studi Keguruan ke Belanda Dibimbing Soetan
Casajangan: Seorang Guru Menjadi Doktor Ekonomi

Tunggu deskripsi
lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di
Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top