*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Nationaal
Indische Partij (NIP) membubarkan diri tahun 1923. Lalu bagaimana dengan Dr
Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat? Yang jelas, pada tahun 1923 revolusioner
muda Parada Harahap mendirikan surat kabar Bintang Hindia. Sejak Partai
Komunis Indonesia (PKI) berdiri tahun 1920, pengaruhnya di Indische Vereeniging
di Belanda semakin kuat. Soetan Casajangan sebagai anggota kehormatan bahkan
dipecat. Mengapa? Yang jelas Soetan Casajangan adalah pendiri Indische Vereeniging/Perhimpoenan Indonesia tahun
1908. Lalu apakah Mohamad Hatta yang menjadi ketua tahun 1926 akan memulihkan
nama Soetan Casajangan. Yang jelas Tan Malaka keluar dari PKI tahun 1927.
Mengapa? Yang jelas Parada Harahap dan Ir Soekarno semakin dekat satu sama
lain. Sejarah Pers di Indonesia

Pada September 1922, saat
pergantian ketua antara Dr. Soetomo dan Herman Kartowisastro organisasi ini
berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Para anggota PI juga memutuskan
untuk menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra dengan Mohammad Hatta sebagai
pengasuhnya. Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, PI mulai
menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan
tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M. Nazir Datuk Pamoentjak
menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka.
Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah
menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Pada 1926, Mohammad Hatta diangkat menjadi
ketua Perhimpunan Indonesia. PI lebih banyak memperhatikan perkembangan
pergerakan nasional di Indonesia dengan memberikan banyak komentar di media
massa di Indonesia. Semaun dari PKI datang kepada Hatta sebagai pimpinan PI
untuk menawarkan pimpinan pergerakan nasional secara umum kepada PI. Stalin
membatalkan keinginan Semaun dan sebelumnya Hatta memang belum bisa percaya
pada PKI. Hatta menjadi Voorzitter (Ketua) PI hingga 1930 (Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah Tjipto
Mangoenkoesoemo, Parada Harahap dan Soekarno? Seperti disebut di atas, pengaruh
komunis di Indische Vereeniging di Belanda semakin menguat dan bahkan sang
pendiri Soetan Casajangan yang menjadi guru di sekolah guru di Meester Cornelis
(kini Jatinegara) dipecat sebagai anggota kehormatan. Dinamika politik sendiri di
Indonesia menempuh jalannya sendiri. Lalu bagaimana sejarah Tjipto
Mangoenkoesoemo, Parada Harahap dan Soekarno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah,
melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi
fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah
tercatat dalam dokumen sejarah.
Tjipto,
Parada Harahap dan Soekarno; Pengaruh Komunis di Indische Vereeniging, Soetan
Casajangan Dipecat
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Pengaruh
Komunis di Indische Vereeniging di Belanda, Soetan Casajangan Dipecat Sebagai
Anggota Kehormatan; Parada Harahap, Ir Soekarno dan Mr Sartono di Indonesia
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di
Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










