*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Kongres
PPPKI yang pertama September 1928 di Soerabaja berjalan sukses. Ir. Soekarno
hadir sebagai ketua Partai Nasional Indonesia (PNI); Parada Harahap sebagai
sekretaris Sarikat Sumatra. Dalam Kongres PPPKI kedua di Solo bulan Desember 1929,
Ir Soekarno dan Parada Harahap juga hadir. Dua hari setelah kongres Ir Soekarno
ditangkap. Mengapa? Setelah masa tahanan berakhir 1931, Ir Soekarno kembali
ditangkap tahun 1933. Adanya rumor Ir Soekarno diasingkan ke Flores, Parada
Harahap pemimpin surat kabar Bintang Timoer di Batavia memimpin tujuh
revolusioner Indonesia ke Jepang. Sejarah Bahasa Indonesia

Soekarno dan para pemimpin penting
PNI lainnya ditangkap pada tanggal 29 Desember 1929 oleh otoritas kolonial
Belanda dalam serangkaian penggerebekan di seluruh Jawa. Soekarno sendiri
ditangkap saat sedang berkunjung ke Yogyakarta. Selama persidangannya di gedung
pengadilan Landraad Bandung dari bulan Agustus hingga Desember 1930, Soekarno
menyampaikan serangkaian pidato politik bertajuk Indonesia Menggoegat
(Indonesia Accuses). Pada bulan Desember 1930, Soekarno dijatuhi hukuman empat
tahun penjara, yang dijalani di penjara Sukamiskin di Bandung. Soekarno
dibebaskan lebih awal pada tanggal 31 Desember 1931. Namun, selama ia
dipenjara, PNI dibubarkan oleh Belanda, mantan anggotanya membentuk dua partai
berbeda; Partai Indonesia (Partindo) di bawah rekan Soekarno, Sartono yang
mempromosikan agitasi massa, dan Pendidikan Nasionalis Indonesia (PNI Baru) di
bawah Mohammad Hatta dan Soetan Sjahrir. Soekarno memilih menjadi ketua
Partindo pada tanggal 28 Juli 1932. Pada pertengahan tahun 1933, Soekarno
menerbitkan serangkaian tulisan berjudul Mentjapai Indonesia Merdeka (“Mencapai
Indonesia Merdeka”). Karena tulisan ini, ia ditangkap oleh polisi Belanda saat
mengunjungi rekan nasionalisnya, Mohammad Hoesni Thamrin di Jakarta pada
tanggal 1 Agustus 1933 (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah Kongres
PPPKI 1929, Ir Soekarno ditangkap 1930 dan 1933? Seperti disebut di atas, Ir Soekarno akan diasingkan ke Flores tahun
1933, lalu Parada Harahap memimpin tujuh revolusioner Indonesia ke Jepang 1933.
Lalu bagaimana sejarah Kongres PPPKI 1929, Ir Soekarno ditangkap 1930 dan 1933?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe. Pengantar Studi Kelayakan Bisnis

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah,
melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi
fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah
tercatat dalam dokumen sejarah.
Kongres
PPPKI 1929, Ir Soekarno Ditangkap 1930 dan 1933; Parada Harahap Pimpin
Revolusioner ke Jepang 1933
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Parada
Harahap Pimpin Revolusioner ke Jepang 1933; Suka Duka Dr Tjipto Mangoenkoesoemo
di Banda
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di
Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










