Sejarah Indonesia

Sejarah Indonesia Jilid 6-6: Semua Orang Belanda Bisa Berbahasa Indonesia; Tidak Semua Orang Indonesia Bisa Bahasa Melayu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Ada satu anomali yang sangat besar di Indonesia tentang
penyebaran bahasa Eropa. Dalam hal ini bahasa Belanda di Indonesia pada masa
ini hampir tidak meninggalkan bekas dalam penggunaannya. Berbeda dengan di
Amerika Serikat dan Australia lestari bahasa Inggris, demikian juga
bahasa-bahasa Spanyol dan bahasa Portugis (plus bahasa Belanda) di
negara-negara Amerika Latin. Di Malaysia dan Filipina bahkan masih terasa
jejak-jejak penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol.
 Sejarah Bahasa Indonesia


Semasa Pemerintah Hindia Belanda, tidak
semua, tetapi sebagian besar orang Belanda bisa atau setidaknya memahami bahasa
Melayu. Kemampuan ini merupakan kebutuhan praktis karena bahasa Melayu
berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa perantara di seluruh kepulauan.
Orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda harus berkomunikasi dengan
pembantu rumah tangga, pedagang di pasar, dan pekerja pribumi yang umumnya
tidak mengerti bahasa Belanda. Pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu
untuk urusan administrasi dengan pegawai pribumi tingkat rendah karena
penguasaan bahasa Belanda di kalangan pribumi sangat dibatasi oleh kebijakan
pemerintah. Di kalangan militer dan kantor pemerintahan, dikenal istilah
Dienstmaleisch (Melayu Kedinasan), yaitu bentuk bahasa Melayu sederhana yang
digunakan oleh pejabat Belanda untuk memberi perintah atau berinteraksi dengan
bawahan pribumi. Banyak orang Belanda di Hindia adalah keturunan campuran (Indo).
Mereka sering dibesarkan oleh pengasuh pribumi (babu), sehingga bahasa pertama
atau bahasa yang lebih mereka kuasai dalam kehidupan sehari-hari sering kali
adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah, bukan bahasa Belanda
(AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah semua
Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, semasa Pemerintah
Hindia Belanda, sejatinya semua orang Belanda bisa berbahasa Indonesia. Namun
sebaliknya, tidak semua Orang Indonesia bisa berbahasa Melayu. Mengapa? Lalu
bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah,
melainkan
hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi
fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah
tercatat dalam dokumen sejarah.
 

Semua
Orang Belanda Bisa Berbahasa Indonesia; Tidak Semua Orang Indonesia Bisa
Berbahasa Melayu

Ada tiga orang Belanda yang
mengkaji secara akademik bahasa Melayu. AA Fokker kelahiran Batavia (kini
Jakarta), Ph S van Ronkel kelahiraa Zutfen dan HJE Tendeloo kelahiran Amoerang
di Minahasa. Ph S van Ronkel tahun 1892 di Rijke Universiteit te Leiden lulus
ujian kandidat dalam bidang taal- en letterkunde van den Oost-Indischen
Archipel (lihat Dagblad van Zuidholland en ‘s Gravenhage, 23-09-1892). Pada
tahun 1894 Ph S van Ronkel mengajukan karyanya untuk kontes dan berhasil (lihat
De standard, 28-05-1894). Disebutkan di Faculteit van Letteren en Wijsbegeerte
aan de Rijksuniversiteit te Leiden, 23 Mei dianugerahi medali emas kepada Ph S
van Ronkel, kandidat dalam Simitische en in de Indische taal en letterkunde
aande Leidsche universiteit atas karyanya berjudul “Men vraagt een kritische
vergelijking van de Javaansche Menak en de Maleische Hikajat Amir Hamzah niet
de Arabische en de Perzische bronnen”. Ph S van Ronkel lulus ujian sarjana
dalam bidang taal en letterkunde van den Oostindischen Archipel bulan Mei 1895
(lihat De Maasbode, 01-05-1895). Tidak lama kemudian Ph S van Ronkel di Rijks Universiteit
to Leiden berhasil meraih gelar doktor dalam bidang taal- on letterkunde van
den Oost-Indischen Archipel dengan disertasi
 berjudul “De Roman van Amir Hamza (lihat Provinciale
Overijsselsche en Zwolsche courant, 03-06-1895).
 


AA Fokker lulus ujian kandidat bidang sastra di
Rijks-universileit te Leiden tahun 1894 (lihat De avondpost, 20-04-1894). Tidak
lama kemudia AA Fokker lulus ujian sarjana  dalam bahasa dan sastra kepulauan Hindia Timur
di Universitas Leiden (lihat De Maasbode, 29-09-1894). Akhirnya, AA Fokker meraih
gelar doktor dalam bidang taal- en letterkunde van den 0I dengan disertasi
berjudul “Malay phonetics” (lihat Utrechtsch provinciaal en stedelijk dagblad,
12-07-1895). Pada bulan ini juga  HJE
Tendeloo di Rijks-Universiteit te Leiden meraih gelar doktor ganda dalam bidang
taal- on letterkunde van den Oost-Indischen Archipel dengan disertasi berjudul “Maleische
verba en nomina verbalia” dan dalam bidang rechtswetenschap dengan disertasi
berjudul “0ver de wenscheliikheid der invoering van het Torrensstelsel in Nederlandsch-lndië”
(lihat De Telegraaf, 11-07-1895). HJE Tendeloo lulus ujian masuk perguruan
tinggi tahun 1892 (lihat Utrechtsch provinciaal en stedelijk dagblad, 17-07-1892).
HJE Tendeloo lulus ujian kandidat dalam bidang rechten di Leiden 1893 (lihat Het
vaderland, 23-05-1893). HJE Tendeloo lulus ujian kandidat dalam bidang taal- on
letterkunde van den Oost-Indischen Archipel (lihat De Telegraaf, 02-07-1893).
HJE Tendeloo lulus sarjana dalam bidang taal- on letterkunde van den
Oost-Indischen Archipel (lihat De Maasbode, 05-06-1894). HJE Tendeloo lulus
sarjana Rijks-Universiteit te Leiden dalam bidang rechtswetenschap (lihat Provinciale
Noordbrabantsche en ‘s Hertogenbossche courant, 07-03-1895). 

Dr Ph S van Ronkel, Dr AA
Fokker dan HJE Tendeloo adalah tiga yang pertama yang bergelar doktor dalam
bidang bahasa (Melayu) yang terbilang sangat sukses selama studi. Mereka
bertiga dapat dikatakan doktor yang telah melingkupi tentang tiga aspek utama
pada kajian bahasa (bahasa dan sastra) Melayu: aspek sastra (Dr Ph S van Ronkel),
aspek fonetik bahasa (Dr AA Fokker) dan aspek verba dan nomina (HJE Tendeloo).
 


Raden Kartono setelah lulus HBS di Semarang 1896 melanjutkan
studi ke Belanda (lihat De locomotief: Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 18-07-1896). Raden Kartono, anak dari Bupati Djapara
disebutkan akan kuliah di Polytechnische School di Delft (lihat De
Preanger-bode, 27-07-1896). Keberadaan Raden Kartono sebagai mahasiswa di Delft
diberitakan tahun 1898 (lihat De Telegraaf, 10-08-1898).
Namun dalam perkembangannya nama Raden Kartono di
Polytechnische School di Delft tidak terinformasikan lagi. Mengapa? Pada tahun
1901 diberitakan nama Raden Kartono di lulus ujian negara untuk universitas
dari tanggal 22 hingga 24 Augustus yang mana terdapat 8 kandidat untuk
faculteiten der godgeleerdheid der rechtsgeleerdheid en der letteren en
wijsbegeerte (fakultas fakultas teologi, hukum, dan sastra dan filsafat). yang
mana lima kandidat lulus diantaranya Raden Mas Pandji Sosro Kartono, (lihat De
nieuwe courant, 25-08-1901). Raden Kartono kuliah dalam bidang studie der
oostersche talen (program studi bahasa-bahasa Timur) yang diselenggarakan di
[Universiteit te] Leiden. Pada tahun 1903 Raden Kartono diberitakan lulus ujian
kandidat pada bidang Taal- en Letterkunde van den Oost-lndischer. Archipel di
Leiden (lihat De Telegraaf, 30-06-1903).
Raden
Kartono berhasil menyelesaikan studinya di Leiden tahun 1909 (lihat Het
vaderland, 08-03-1909). Disebutkan di Leiden lulus ujian sarjana dalam bidang Taal-
en Letterkunde van den Oost-Indischen Archipel. Dalam hal ini Raden Mas Pandji
Sosro Kartono.menjadi sarjana Indonesia pertama di bidang bahasa dan sastra.
 

Dalam konteks inilah Dr Ph S
van Ronkel adalah orang pertama yang menginformasikan bahwa “semua orang
Belanda (tentu saja yang berada di di Hindia) semua bisa berbahasa Melayu.
Tentu saja Dr Ph S van Ronkel mengetahui hal itu dan Dr Ph S van Ronkel juga
memiliki kompetensi untuk menyatakan itu.
 


“Daendels
in de Maleische Litteratuur” door Ph S van Ronkel: ‘Kita semua bisa berbahasa
Melayu. Baik di dalam maupun di luar dinas, kita berbicara bahasa Melayu di
Hindia sebagai bahasa ibu kedua kita. Kesalahan hampir tidak diperhatikan;
selama orang saling memahami, itu sudah cukup. Seiring pengaruh bahasa lisan
Batavian menyebar melalui lalu lintas yang terus meningkat, bahasa Melayu lisan
universal muncul, penuh dengan kata-kata asing, tetapi mudah dan nyaman.
Berbicara bahasa Melayu pun menjadi hal biasa” (lihat Koloniaal tijdschrift,
jrg 7, 1918, Deel: Tweede halfjaar). 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Tidak
Semua Orang Indonesia Bisa Berbahasa Melayu: Mengapa Bahasa Melayu Tidak
Lestari di Indonesia?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming:
“Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”;
“Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top