*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini
Sejarah penipuan disertasi berakar dari manipulasi akademik,
termasuk plagiarisme, pemalsuan data, atau penggunaan jasa joki, yang merusak
integritas ilmiah. Penipuan ini
sering kali bertujuan untuk memperoleh gelar secara tidak sah, yang berpotensi
melanggar hukum dan etika. Kasus-kasus ini tergolong kejahatan intelektual yang
serius. Pengantar Metode Riset Bisnis

Sejarah penipuan disertasi merupakan
bagian dari fenomena academic fraud (kecurangan akademik) yang mencakup
plagiarisme, fabrikasi data, hingga penggunaan jasa penulisan atau joki. Berdasarkan
tinjauan akademik, penipuan dalam disertasi umumnya terjadi dalam bentuk: Plagiarisme,
mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa atribusi
yang tepat. Fabrikasi Data: Memalsukan data penelitian untuk mendukung
hipotesis tertentu. Joki Disertasi (Contract Cheating, menggunakan jasa pihak
ketiga untuk menuliskan disertasi, yang seringkali melibatkan transaksi
finansial besar. Akses “Jalur Cepat”, kasus di mana mahasiswa
mendapatkan gelar doktoral dalam waktu yang tidak wajar atau tanpa melalui
proses perkuliahan yang seharusnya. Diederik Stapel: Seorang profesor psikologi
sosial asal Belanda yang melakukan fabrikasi data secara masif dalam berbagai
publikasi dan membimbing mahasiswa doktoral dengan data palsu. Beberapa pejabat
tinggi Jerman, seperti Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (2011) dan
Menteri Pendidikan Annette Schavan (2013), mengundurkan diri setelah disertasi
mereka terbukti mengandung plagiarisme masif. Di Indonesia, isu penipuan dan
integritas disertasi sering kali melibatkan tokoh publik atau akademisi. Penipuan
disertasi memiliki dampak hukum dan reputasi yang serius: Pencabutan Gelar, Sanksi
Hukum, Kerugian Institusi (AI
Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti disebut di atas, untuk mendapat gelar akademik biasanya
harus memenuhi persyaratan laporan riset akademik. Disertasi para doktor
Indonesia di Belanda diterbitkan ke publik yang dapat diakses hingga kini. Lalu
bagaimana sejarah ijazah dan gelar?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah,
melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi
fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah
tercatat dalam dokumen sejarah.
Ijazah
dan Gelar; Disertasi Para Doktor Indonesia di Belanda Diterbitkan Secara Publik
Dapat Diakses Hingga Kini
Tunggu deskripsi lengkapnya
Disertasi
Para Doktor Indonesia di Belanda: Tempo Doeloe Semuanya Diterbitkan Secara
Publik dan Dapat Diakses Hingga Kini; Bagaimana dengan Skripsi dan Tesis
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










