MH Thamrin dan Parada Harahap adalah dua tokoh
paling awal mempersatukan bangsa di Batavia. Saat itu (sebelum terbentuknya
PPPKI) MH Thamrin adalah Ketua Sarikat Kaoem Betawi dan Parada Harahap adalah
Sekretaris Sumatranen Bond. MH Thamrin juga adalah tokoh pemerintahan kota dan
tokoh parlemen. Di Volksraad (Dewan Pusat) MH Thamrin (dari dapil Batavia) dan Alinoedin
Siregar gelar Mangaradja Soangkoepon, alumni sekolah hukum di Leiden (dari
dapil Sumatera Timur) adalah dua macan parlemen (paling vokal menyuarakan
bangsa). Satu tokoh parlemen yang juga vokal adalah Dr. Abdoel Rasjid (dari
dapil Tapanoeli) yang juga merupakan adik kandung Mangaradja Soamgkoepon. Parada
Harahap, Abdoel Rasjid dan Mangaradja Soangkoepon sama-sama lahir di Padang
Sidempoean. MH Thamrin dan Parada Harahap adalah ketua dan sekretaris PPPKI
pertama yang menjadi penghuni Kantor PPPKI di Gang Kenari (kini disebut Gedung
Thamrin dan masih eksis hingga ini hari).
![]() |
| Ketika Medan masih kampung, Padang Sidempoean sudah kota |
MH
Thamrin juga adalah tokoh pemerintahan di Batavia. Pada tahun 1930 MH Thamrin
diangkat menjadi Wakil Wali Kota Batavia (yang pertama selain orang
Eropa/Belanda). Hanya ada dua orang yang pernah menjadi wakil wali kota (selain
orang Eropa/Belanda) di era kolonial. Selain MH Thamrin di Kota batavia juga
Dr. Abdoel Hakim di Kota Padang (sejak 1931 hingga 1938). Ketika tahun 1920
dilakukan kongres Sumatranen Bond di Kota Padang, perwakilan dari Tapanoeli
dipimpin oleh Parada Harahap pemimpin surat kabar Sinar Merdeka di Padang
Sidempoean. Pada saat itu sudah mulai muncul tokoh pemuda (pelajar SMA) bernama
M. Hatta. Yang menjadi ketua komite Kongres di Padang adalah Dr. Abdul Hakim
(anggota dewan Kota Padang yang juga menjadi tokoh PNI bentukan Dr. Tjipto). MH
Thamrin dan Dr. Abdul Hakim besanan. Anak Dr. Abdul Hakim bernama Egon Hakim (alumni
sekolah hukum di Leiden) menikah dengan putri cantik MH Thamrin. Dr, Abdul
Hakim (Nasution) adalah alumni dan lulus tahun 1905 dari Docter Djawa School
(kemudian menjadi STOVIA) yang juga sekelas dengan Tjipto Mangoenkoesoemo.
Abdul Hakim kelahirn Padang Sidempoean, lulus sekolah Eropa (ELS) di Padang
Sidempoean tahun 1898. Untuk sekadar diketahui: pada tahun-tahun itu, Dr, Radjamin
tahun 1931 terpilih sebagai anggota dewan (gemeenteraad) di Soerabaja. Dr.
Radjamin pada era pendudukan Jepang, diangkat menjadi wakil dan kemudian
menjadi wali Kota Soerabaja. Dr, Radjamin (Nasution) adalah teman satu kelas
dengan Dr. Soetomo di STOVIA. Radjamin Nasution alumni ELS Padang Sidempoean.
sebagai tokoh mempersatukan kebangsaan, sebelumnya hubungan mereka sudah lama
terbentuk. MH Thamrin dan Parada Harahap adalah sama-sama pengusaha di Batavia.
Parada Harahap adalah penggagas perhimpoenan pengusaha (pribumi) di Batavia
(semacam Kadin pada masa ini). Parada Harahap adalah Presiden Kadin Batavia
pertama (dan MH Thamrin sebagai anggota).
Pemuda tahun 1928 beberapa hari sebelumnya dilakukan Kongres PPPKI. Pembina
Kongres Pemuda (junior) dalam hal ini adalah Parada Harahap dari PPPKI
(senior). Pendanaan Kongres Pemuda disokong oleh PPPKI dan Kadin Batavia. Bendahara
Komite Kongres Pemuda adalah Amir Sjarifoeddin (mahasiswa Rechthoogeshool).
Ketua Kadin Batavia, Parada Harahap dan Bendahara Komite Kongres Pemuda Amir
Sjarifoeddin berasal dari kampung yang sama di Padang Sidempoean. Hubungan ini tentu
saja tidak serba kebetulan (tapi by design).
yang memiliki tradisi. Orang Betawi dapat membedakan diri dengan kaum yang
lainnya. Diantara mereka boleh jadi ada yang merasa asli dan yang lainnya
bukan. Apa yang menjadi penanda asli, kurang diketahui. Tampaknya elemen asli
ini menjadi sangat penting, karena tempat Orang Betawi adalah wilayah melting
pot (terdiri dari berbagai suku bangsa). Pengakuan Betawi asli ini terungkap di
pengadilan, yang mana terdakwa (Jongens=pemuda) menyebut dirinya Betawi toelen
ketika aparat militer (Talang-pati) bertanya terhadap pemuda tersebut (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 28-08-1886).
Oleh karena itu istilah Anak Betawi Asli paling tindak sudah ada sejak 1886.
sebelumnya, nama Betawi baru muncul setelah VOC mendirikaan ibukota yang disebut
Batavia. Ibukota ini awalnya sebuah benteng (casteel Batavia). Suatu benteng
yang dikelilingi tembok (wal) yang berada di sisi timur muara sungai Ciliwung
dan berseberangan dengan kampong/pelabuhan Sunda Kelapa.
Dulunya, Sunda Kepala diduga sebagai pelabuhan di hilir sungai Ciliwung dari
Pakuan/Pajajaran (Hindu). Nama Jayakarta (Chirebon) pernah muncul menggantikan
peran Sunda Kelapa. Nama tempat yang disebut Iacatra (Portugis: Iacatra) ini
tidak berada di muara sungai Ciliwung, tetapi agak ke dalam di area Mangga Dua
yang sekarang (lihat peta: mungkin di sekitar stasion Jayakarta yang sekarang).
Oleh karena itu tiga tempat yang sering disebut tetap eksis dan popular di
setiap era masing-masing.
tumbuh dan berkembang seiring dengan peningkatan eskalasi politik/dagang VOC
dan Pemerintah Kolonial Belanda di seputar muara sungai Ciliwung. Kota Batavia yang
awalnya dibuat berupa benteng, kemudian diperluas menjadi kota (Stad Batavia)
yang dibatasi dengan pembuatan dinding/kanal yang pada nantinya disebut kota
tua Batavia (Oud Batavia). Peristiwa penting saat itu adalah terjadinya pembantaian
orang Cina tahun 1740. Lalu kemudian VOC bubar dan diakuisisi oleh Pemerintah Kerajaan
Belanda dengan membentuk Pemerintah Hindia Belanda tahun 1799. Pemerintah
Hindia Belanda baru efektif berjalan sejak 1816 (setelah sebelumnya terjadi
pendudukan Inggris selama lima tahun, 1811-1816).
1857 (sudah barang tentu sebelumnya nama Betawi menjadi sebuah nama yang banyak
diucapkan oleh warga). Sejak itu nama Betawi semakin sering ditemukan, bahkan Pemerintah
Kolonial Belanda menulis Batavia dalam dua versi: Batavia (Eropa/Belanda) dan
Betawi (pribumi) sebagaimana dilaporkan pada tahun 1865. Dalam perkembangannya
nama Betawi menjadi suatu identitas dari berbagai hal (kota, orang/anak,
masakan, musik bajkan pentjak dan sebagainya). Lalu kemudian digunakan menjadi
nama sarikat (yang tokoh utamanya MH Thamrin).
RI oleh Belanda, tak disangka nama Betawi terkena ekses pelarangan. Di awal
penataan RI sempat terjadi nasionalisasi dan menghilangkan jejak-jejak colonial.
Sukarno ingin menghilangkan kesan colonial di Indonesia apapun itu, seperti
nama toko, nama gedung, nama jalan dan sebagainya. Dalam hal ini termasuk nama
kaoem yang dianggap nama Betawi berasal dari nama Batavia. Sebagaimana disebut De
Telegraaf, 15-09-1979 Presiden Sukarno pernah melarang penggunaan nama Betawi. Orang
Betawi meradang.
dikecualikan dari nama tempat seperti Buitenzorg (Bogor) dan Fort de Kock
(Bukittinggi). Sebab hal yang sebaliknya tidak semua nama-nama Belanda
dihilangkan oleh sejumlah pihak di berbagai tempat seperti Max Havelaar
(Multatuli) di Medan dan Pasteur di Bandung.
protes, boleh jadi Sukarno tidak menyadarinya. Surat kabar Nieuwe courant, 27-06-1951
menulis: ‘Orang Betawi menolak sebagai Orang Jakarta’. Akan tetapi protes itu
tidak segera diakomodir, tampaknya perlu waktu. Het nieuwsblad voor Sumatra, 18-11-1953:
‘Batavia, yang dengan sendirinya mengenai nama mereka kembali ke era kolonial,
telah diminta untuk dimasukkan ke dalam tangan kepemimpinan Jakarta….Batavia
(Orang Betawi)’. Namun demikian, rebut-ribut mengenai larangan itu, lambat laun
menghilang. Kenyataannya diperbolehkan.
hanya oleh Pemerintah Indonesia tetapi juga oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Di
dalam pers Belanda kerap muncul bahwa Betawi muncul dari pelafalan Batavia oleh
pribumi.
Tunggu deskripsi lengkapnya
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.











