*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Kapal
induk Indonesia tengah menuju Indonesia dari Italia (namanya Garibaldi akan
diubah menjadi KRI Gadjah Mada). Kapal fregat Indonesia yang tercanggih juga
dari Italia (KRI Brawijaya). Kapal perang Indonesia lainya juga tengah menuju
Indonesia dari Italia (KRI Prabu Siliwangi). Tentu saja kini Indonesia sudah bisa secara defacto membuat
kapal fregat, yang pertama adalah KRI Balaputradewa. Jepang sendiri sudah sejak 1921
sudah memiliki kapal induk (Hoso). Kapal fregat Jepang pertama sendiri dibuat di
Belanda, diluncurkan pada tahun 1866 untuk menuju Jepang. Pengantar Metode Riset Bisnis

Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) resmi
didirikan pada tahun 1869 sebagai bagian dari modernisasi Restorasi Meiji untuk
mencegah dominasi Barat. Modernisasi awalnya dibantu oleh teknologi dan
pelatihan dari Belanda (seperti penggunaan kapal uap Kankō Maru) dan kemudian
mengadopsi model dari Inggris. Restorasi Meiji menjadikan pembuatan kapal
sebagai pilar utama pertahanan dan industri. Galangan kapal modern seperti
Kawasaki Hyogo Shipyard (1878) dan Ishikawajima mulai beroperasi. Perang
Rusia-Jepang (1904-1905): Kemenangan Jepang dalam perang ini menjadi titik
balik penting yang menunjukkan kekuatan Asia atas kekuatan Eropa. Pada 1910,
Jepang memiliki armada laut terbesar ketiga di dunia, dan pada 1914, industri
domestiknya mampu memproduksi hampir semua jenis kapal. Armada Kapal Induk
(Kidobutai) menjadi kunci serangan terhadap Pearl Harbor pada tahun 1941.
Membangun kapal tempur kelas Yamato (kapal tempur terberat yang pernah dibuat)
dan kapal induk IJN Shinano. Mengalami titik balik setelah kalah dalam
Pertempuran Midway (1942) dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1945 setelah
Jepang menyerah. Setelah pembubaran IJN, Jepang membentuk Japan Maritime
Self-Defense Force (JMSDF) pada tahun 1954 di bawah konstitusi pasca-perang bertugas
untuk pertahanan wilayah maritim Jepang dan menjaga keamanan jalur laut (AI Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan?
Seperti disebut di atas, dimulai pada Restorasi Meiji yang kemudian menjadi
angkatan laut kuat, tetapi harus dikekang pasca perang Asia Pasifik. Dalam hal
ini Jepang tempo doeloe dan Indonesia masa kini. Lalu bagaimana sejarah Angkatan
Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Angkatan Laut
Jepang, Alih Teknologi dan Industri Perkapalan: Jepang Tempo Doeloe, Indonesia
Masa Kini
Jepang
awalnya wilayah (kerajaan) terbuka. Pelaut-pelaut Portugis (dari Hindia Timur
yang berpusat di Malaka) mulai mengunjungi Jepang tahun 1535 yang kemudian disusul
para misonaris Katolik Portugis. Orang-orang Portugis menjadi lalu lalang
berdagang ke Jepang. Pedagang dan misonaris Spanyol (dari Filipina) menyusul ke
Jepang. Dalam hal inilah orang Portugis mengajari orang Jepang menggunakan
senjata api dan kemudian menjadi pasar senjata yang potensial (untuk ditukar
dengan emas, kerajinan perak Jepang dan sebagainya). Kemampuan Jepang dalam
menggunakan senjata kuno pedang ditambah dengan senjata modern yang menggunakan
mesiu membuat orang Jepang lebih berani berlayar lebih jauh ke selatan bahkan
hingga pulau Luzon di Filipina.
Pelaut-pelaut
Belanda yang memiliki pos perdagangan VOC di Amboina sejak 1605 (setelah
menaklukkan Portugis) mulai ada yang mencapai Jepang. Pada tahun 1613 VOC
mengusir Portugis dari Solor dan Koepang, Timor. Sejak pos utama VOC direlokasi
dari Amboina ke Batavia tahun 1619, pelaut-pelaut Belanda semakin intens ke
Jepang. Hubungan orang Belanda dan Jepang makin akrab karena kepala pos
perdagangan VOC di Firanda Jepang menikah dengan gadis Jepang. Dalam
perkembangannya, orang Portugis mulai menerima resistensi dari Jepang yang
dimulai dari para misionaris mendorong orang Jepang yang sudah Bergama Katolik melakukan
pemberontakan. Pemerintah (kerajaan) Jepang di bawah kesogunan pada tahun 1639
mengusir orang Portugis dari Jepang. Entah ada konspirasi antara Belanda dan
Jepang, VOC di Batavia pada tahun 1641 menaklukkan Portugis di Malaka dan di
Kamboja. Tamat sudah Portugis dan hanya menyisakan komunitas kecil di pulau
Timor (kini Timor Leste) dan din Macao pantai timur Tiongkok. Pada tahun 1641
ini pula pemerintah (kerajaan) Jepang melarang semua orang asing dan hanya
pedagangan Belanda ytang diberikan izin menetap di Jepang (dengan memindahkan
dari Firanda ke pulau kecil Desima di teluk Nagasaki.
Sementara
itu, setelah orang Inggris terusir dari Amerika, orang Amerika menyatakan
kemerdekaannya pada tahun 1774. Sejak itu Amerika Serikat berkembang pesat
tidak hanya dalam industry juga dalam teknologi kapal perang. Sejak Amerika
mengakuisi wilayah California dari Spanyol pada tahun 1846,
Amerika mulai
memperluas perdagangannya dari pantai barat Amerika ke pantai timur Asia
(melalui Pasifik). Kebijakan isolasi Jepang (sejak 1641 yang hanya satu-satunya
Belanda yang diberikan akses dalam perdagangan di Jepang) membuat Amerika
melakukan tekanan ke Jepang dengan mengirim ekspedisi militer ke Jepang pada
tahun 1854. Ekspedisi yang dipimpin Admiral Perry tersebut berhasil yang
kemudian pemerintah (kerajaan Jepang) membuka diri kepada semua perdagangan
asing. Namun sebagian pihak di dalam rezim kesogunakan tidak menerima kebijakan
baru tersebut dan mulai melakukan perlawanan di dalam negeri. Pada fase inilah
eskalasi politik internal Jepang dengan adanya gerakan reformasi berakhir
dimana pemerintah rezim kesogunakan mengembalikan mandat kepada Kaisar Jepang
yang dengan sendirinya Kaisar menjadi terlibat dalam pemerintahan. Gerakan
reformasi ini menjadi awal mula Restorasi Meiji.
Seiring
dengan kebijakan terbuka di Jepang (sebagai dampak tekanan militer Amerika),
pemerintahan (kerajaan) di bawah kendali Kaisar Jepang mulai membangun
militernya untuk memiliki kemampuan dalam pertahanan. Salah satu yang mendapat
prioritas adalah matra angkatan laut. Pada tahun 1862 pemerintah (kerajaan) Jepang mengirim sebanyak 16 orang
Jepang ke Belanda untuk studi.
Mereka itu terdiri dari orang-orang pilihan dengan keahlian
dasar tertentu yang akan studi di Belanda dalam berbagai bidang seperti bahasa,
matematika, hukum, politik, ekonomi, kedokteran, teknologi perkapalan dan
sebagainya. Para pemuda Jepang yang berada di Belanda ini bervariasi dalam umur,
antara lain Nishi Amane, Kitaro Okawa, Tsuda Mamichi, Hiroyuki Kato, Enomoto
Takeaki. Mereka berangkat dengan kapal Belanda dari Nagasaki melalui Batavia
(lihat Rotterdamsche courant, 28-10-1862).
Tidak
lama setelah pengiriman mahasiswa ke Jepang, termasuk para perwira militer muda
untuk studi teknologi perkapalan dan strategi perang, satu delegasi Jepang
diutus ke Belanda. Pada saat utusan Jepang di Belanda termasuk penandatanganan
kontrak pembuatan kapal perang (jenis fregat) untuk angkatan laut Jepang. Kapal
pertama dari pesanan tersebut selesai tahun 1866 yang kemudian dibawa ke
Jepangh oleh salah satu mahasiswa yang dikirim ke Belanda yang berpangkat
Majoor yakni Enomoto Takeaki.
Kapal inilah yang menjadi kapal perang pertama Jepang. Setelah kapal lainnya menyusul
ke Jepang, pada tahun 1868 pemerintahan (kerajaan Kaisar) Jepang secara
resmi diberlakukan Restorasi Meiji (kebijakan membangun di dalam untuk
memperkuat di luar).
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Jepang Tempo
Doeloe, Indonesia Masa Kini: Apakah Angkatan Laut Jepang Akan Menjadi Ofensif
Lagi
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










