Banyak tokoh penting VOC/Belanda yang dihubungkan dengan
Kota Depok yang sekarang. Salah satu yang terpenting adalah Petrus Albertus van
der Parra, karena pernah menjadi Gubenur Jenderal (1761-1775). Pada masa kini,
Rumah Tua Cimanggis diduga sebagai warisan dari Petrus Albertus van der Parra.
![]() |
| Para Pionir di Depok |
Tokoh-tokoh penting
lainnya adalah Majoor Saint Martin pemilik pertama lahan (land) Tjinere dan
land Tjitajam (dua lahan tersubur di sisi barat sungai Tjiliwong). Setelah itu
muncul tokoh berikutya yakni Cornelis Cahstelein yang awalnya membuka lahan di
Seringsing (1695) dan kemudian di Depok dan Mampang (1704). Selanjutnya Scipio
Isebrandus Helvetius van Riemsdijk pemilik land Tjilodong dan sekitarnya (cucu
dari Gubernur Jenderal Jeremias van Riemsdijk). Majoor Saint Martin sebelumnya
pemilik land di Batavia yang kemudian land tersebut Land Kemajooran (kini
Kemayoran). Saint Martin seorang tentara profesional asal Prancis yang
menguasai bahasa Melayu adalah asisten dan penerus ahli botani Georg Eberhard
Rumphius yang bekerja di Ambon. Land Tjinere dan land Tjitajam adalah hadiah
dari pemerintah VOC/Belanda karena berhasil mengamankan Kapitein Jonker yang
membuat kerusuhan di Banten. Setelah Saint Martin meninggal (1686) tugas
penyusunan buku botani tersebut diteruskan oleh Cornelis Chastelein. Karena
itulah Saint Martin dan Cornelis Chastelein tertarik mengusahakan lahan. Mereka
berdualah orang Eropa pertama yang membuka lahan di hulu sungai Tjiliwong. Rumphius,
Martin dan Chastelein adalah koneksi (berdarah) Prancis.
riwayat Petrus Albertus van der
Parra? Sejauh ini hanya sedikit informasi yang diketahui. Data tentang Petrus Albertus van der Parra bukan
tidak tersedia. Hanya saja nyaris tidak ada yang menulis riwayatnya. Untuk itu
mari kita telusuri ke masa lampau.
Parra berumah dua. Istri yang kedua, Adriana Johanna Bake dinikahinya pada
tanggal 11 Juni 1743 di Batavia. Adriana Johanna Bake adalah janda dari Anthony
Goldenarm (seorang commandeur dan eerste
equipagemeester). Adriana Johanna Bake adalah putri dari David Johan
Bake dan Ida Dudde. David Johan Bake adalah raad extra-ordinair van Oost Indisch. Adriana Johanna Bake lahir di Ambon, 7 Agustus, 1724.
Elisabeth van Aerden yang dinikahi di tanggal 30 September 1733 di Ceylon. Petrus
Albertus van der Parra sendiri lahir di Colombo, Ceylon tanggal 29 September 1714
(tahun kapan Cornelis Chastelein meninggal di Batavia). Ayah Petrus Albertus
van der Parra bernama Cornelis van der Parra lahir tanggal 31 Januari 1687 juga
di Colombo. Dalam hal ini boleh dikatakan Petrus Albertus van der Parra anak
Colombo yang menjadi teman sepermainan Elisabeth van Aerden sejak kecil.
Ketika, Petrus Albertus van der Parra menikahi Adriana Johanna Bake di Batavia,
Elisabeth van Aerden tetap menjadi istrinya.
lagi (tahun 1743 dengan Adriana Johanna Bake) tidak disebutkan dan sulit dipahami.
Pada saat Petrus Albertus van der Parra menjadi Gubernur Jenderal di Batavia
tahun 1761 masih dalam status poligami.
![]() |
| Petrus Albertus van der Parra |
Petrus Albertus van der
Parra diangkat menjadi Gubernur Jenderal pada tanggal 15 Mei 1761. Petrus Albertus van der Parra mulai karir pada usia 12
tahun pada 1728 sebagai prajurit, kemudian menjadi asisten pada 1731 dan boekhouder
pada 1732. Setelah menikah dengan Elisabeth van Aerden (1733), Petrus Albertus
van der Parra pada 1736 bekerja sebagai onderkoopman dan boekhouder di
secretari generaal di Batavia. Lalu menjadi koopman dan sebagai pencatat pada 1739. Karirnya
terus meningkat menjadi Sekretaris Kedua untuk Pemerintahan Tinggi, menjadi
Sekretaris Pertama pada 1747. Lalu kemudian menjadi Penasihat luar biasa di
Hindia Belanda pada 1751 selanjutnya menjadi Konselor. Pada 1752 menjadi
Presiden Sekolah Tinggi Heemraden (bertanggung jawab atas batas-batas tanah,
jalan, dll). Petrus Albertus van der Parra kemudian menjadi komisaris pemerintah
lokal dan pengadilan di Bantam, pada 1755 selanjutnya menjadi Penasihat Pertama
dan Direktur Jenderal dan anggota Heeren XVII.
Weltevreden (Batavia) tanggal 28 Desember 1775 harta warisan lebih banyak jatuh
kepada Elisabeth van Aerden di Colombo daripada Adriana Johanna Bake di
Weltrevreden (Batavia). Boleh jadi itu karena Adriana Johanna Bake dalam posisi
istri kedua (yang sebelumnya bestatus janda).
![]() |
| Amsterdam, 1781 |
Petrus Albertus van der
Parra memiliki tiga anak perempuan dari Elisabeth van Aerden. Ketiga putri itu
meninggal semasa Petrus Albertus van der Parra masihhidup. Petrus Albertus van
der Parra memiliki satu putra dari Adriana Johanna Bake yang diberi nama Petrus
Albertus van der Parra sesuai namanya. Petrus
Albertus van der Parra Jr. lahir di Batavia tahun 1760. Pada usia 13 tahun
(1773) Petrus Albertus van der Parra Jr bekerja sebagai pegawai di sekretari di
Batavia, lalu menjadi onderkoopman pada tahun 1774 dan kemudian menjadi
pemegang buku (bookhouder). Pada usia 17 tahun (1777) Petrus Albertus van der
Parra Jr menjadi letnan di Kasteel Batavia dan menjadi kapiten-luitenan pada
tahun 1779 dan kemudian menjadi kapiten pertama pada batalion angkatan darat di
Oost Indisch dan kemudian menjadi angkatan laut tahun 1782. Pada tahun yang
sama menjadi boekhouder generaal. Petrus Albertus van der Parra Jr menikah pada
tahun 1778 di Batavia dengan Chatarina Breton (anak seorang raad pertama dan
direktur generaal Oost Indisch). Petrus Albertus van der Parra Jr meninggal
tahun 1783.
November 1781. Mengapa hal ini begitu lama boleh jadi karena untuk
mendapatkannya tidak mudah. Warisan yang diterima Adriana Johanna Bake adalah
perkebunan yang berada di sekitar Batavia yang diduga lahan di Weltevreden dan
di Tjimanggis.
berumur panjang dan meninggal di Weltevreden (Batavia) 18 Februari 1787. Sebelum
meninggal, Adriana Johanna Bake hidup sebatang kara, sebab anak semata wayang
Petrus Albertus van der Parra Jr telah meninggal tahun 1783.
Cimanggis
di hulu sungai Tjiliwong, aktivitas ekonomi semakin berkembang. Situasi dan
kondisi juga semakin aman. Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff
mendirikan sebuah rumah peristirahatan (villa, buitenzorg) di bagian barat
Kampong Baro pada tanggal 10 Agustus 1745. Villa ini kelak menjadi cikal bakal
istana Bogor yang sekarang.
Perkebunan Buitenzorg (termasuk
villa) diserahkan kepada Imhoff dengan dekrit Heeren XVII (pada tanggal 18
September 1750). GG Imhoof meninggal tanggal 1 November 1750 (yang menjabat
sejak 29 Mei 1743).
revolusioner yang menguntungkan pemimpin pribumi (demang di Bogor) dan juga Heeren
XVII (di Batavia). Program irigasi pembangunan kanal Bendongan sungai
Tjipakantjilan (Empang) dan kanal sisi timur sungai Tjiliwong hingga ke
Tjiliwar dengan menyodet air sungai di Katoelampa. Surplus pangan mulai terasa.
dengan pribumi sejatinya dimulai tahun 1703 (sejak van Reibeeck melakukan
ekspedisi ke hulu sungai Tjiliwong) masih terbatas di Jakatrasche en Preanger
Bovenlanden. Sejak 1726 mulai diterbitkan Placaten yang dihubungan dengan
landerijen, jembatan, jalan, sungai di Bataviasch Ommelanden. Pada tahun 1744
van Imhoff memulai kebijakan lahan (landgoed) di Jakatrasche Bovenlanden.
Kebijakan ini diduga muncul untuk mengatasi krisis yang terjadi pada tahun 1740
dimana terjadi pembantaian terhadap (para imigran) Cina di Batavia (era GG Adriaan
Valckenier) dan memperkuat hubungan pemerintah VOC/Belanda dengan penduduk.
melakukan intensifikasi di dataran tinggi Semarang hingga Cartasoera tahun 1753.
Namun muncul kesulitan sehingga akhirnya terjadi pemisahan Mataram menjadi
Soeracarta dan Ngajogjakarta Adiningrat pada tahun 1755. Jacob Mossel meninggal
1761 yang kemudian digantikan oleh Petrus Albertus van der Parra.
yang sebelumnya di wilayah hulu sungai Tjiliwong yang tidak optimal untuk
(perkebunan) pertanian mulai dikembangkan dengan mengubah kesuburan lahan yakni
dengan memberikan pengairan yang baik. Di wilayah sisi timur sungai Tjiliwong
kanal yang sudah ada dari Katoelampa sejak Imhoff diperlebar. Terusan kanal
diperluas dengan menyodet sungai Tjikeas untuk memperkuat debit air kanal yang
diperluas. Lahan-lahan mulai dari Tjibinong hingga Tandjong. Hal serupa juga
dikembangkan di sisi barat sungai Tjiliwong di Tjiliboet dan Bodjonggede. Lalu
pengembangan irigasi di lahan Tjitajam/Depok hingga Tjinere. Lahan Tjimanggis
yang awalnya termasuk lahan kering berubah menjadi lahan pertanian potensial
(landgoed). Kebijakan ini lebih berorientasi tanaman pangan terutama padi/beras
dan juga untuk mendukung komoditi ekspor (kopi, indigo dan lainnya).
dua wilayah pengembangan ekonomi utama sudah established yakni wilayah hulu
sungai Tjiliwong dan wilayah Vortenlanden (Soeracarta). Ekonomi kopi mulai
menunjukkan hasil menggembirakan. Sementara itu kerjasama-kerjasama sejak era
Imhoff dengan wilayah di luar Jawa semakin diintensifkan dalam bentuk
kontrak-kontrak yang menguntungkan. VOC/Belanda dalam era keemasan.
Abraham van Riebeeck (1709-1713) telah mengintroduksi (tanaman) kopi di sekitar
sungai Tjiliwong sejak 1711 dan di Semarang tahun 1719. Pada era Gubernur
Jenderal Petrus Albertus van der Parra introduksi kopi ini sudah meluas hingga
ke Preanger dengan pos perdagangan utama di Buitenzorg dan pos bantuan di Tjiandjoer.
jalur Batavia dan Preanger Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra
mulai mengembangkan jalan yang sudah dirintis sejak era Imhoff dengan
memperlebar dan memperkuat. Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra
juga mulai merintis pengembangan jalan menuju Prenager melalui Tjosoroea hingga
Tjandjoer agar pengangkutan tidak dilakukan lagi dengan cara memikul tetapi
dengan menggunakan pedati (kerbau).
transportasi Batavia dan Preanger ditetapkan beberapa tempat yang dijadikan
sebagai pos perdagangan. Untuk wilayah Batavia pedati AKAP berpusat di stasion
Bidara Tjina (selatan Meester Cornelis) dan untuk wilayah Buitenzorg berpusat
di Tjiloewar. Dua tenmpat ini berkembang menjadi pasar komoditi. Antara dua
pos/pasar ini terbentuk pos pendukung di Land Yemans (kemudian disebut
Tjimanggies). Pos Tjimanggies kemudian berkembang menjadi stasion transit. Para
crew pedati menjadikan pos Tjimanggies sebagai tempat bermalam. Konvoi pedati
dari Tjiloewar berangkat pagi tiba sore di Tjimanggis, Setelah bermalam pagi
esoknya melanjutkan perjalanan ke Bidara Tjina. Demikian sebaliknya, berangkat
pagi dari Bidara Tjina lalu tiba sore di Tjimanggis, lalu esok paginya
melanjutkan perjalanan ke Tjiloewar. Pedati-pedati balik membawa barang-barang
impor dari para pedagang seperti garam, kain, besi dan sebagainya. Pedati yang
banyak ini menjadi semacam kereta commuter pada masa kini..
Albertus van der Parra mengeluarkan sejumlah kebijakan. Namun kebijakan van der
Parra tidak sebanyak Mossel dan Imhppf. Upaya upaya yang dilakukan VOC/Belanda
mencapai puncaknya pada era Mossel. Pada era van der Parra banyak hal sudah
berjalan dengan yang diharapkan. Era VOC/Belanda dalam top performance. Penerimaan
semakin meningkat, biaya-biaya untuk mendapatkannya semakin menurun. Keuntungan
meningkat drastis.
![]() |
| Istana Weltevreden (1770-1771) |
Keputusan yang dibuat
van der Parra hanya seputar perubahan (redactie) statuten van Batavia (1761); particuliere brieven (1762-1765); Ontwerp tot
de publieke voorstelling
van Zijn Edelbeid,
den Hoog-Edelcn Hccrc (1765); Consideration over
de middelen ler vermindering van den omslag en van de presente ongcldcn te
Balavia, Java, Bantam en Cheribon (1765); Refulatic van den brief van den Engelschen
vice-admiraal Cornish (over klagten lusschen de dienaren der Engelsche en Nederlandsche Compagnieii op Sumatra’s Weslkust en in andere
gedcellcn van Indie (1765).
dikatakan adalah era paling nyaman. Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der
Parra mulai menikmati hasil. Hasil-hasil juga dirasakan oleh Heern XVII di
Belanda. Kemakmuran memicu stabiltas, memperkuat kedudukan dengan memperluas
jaring pengaman dengan pejabat-pejabat yang ingin saling mengamankan. Gubernur
Jenderal Petrus Albertus van der Parra telah menjadi Radja di Oost Indisch (seakan
menjadi anggota Heern XVIII).
![]() |
| Manumen van der Parra |
Istana yang telah
dirintis oleh Imhoff di Weltevreden direnovasi spektakuler oleh Petrus Albertus
van der Parra, jauh melebihi villa yang dibangun oleh Imhoff di Buitenzorg. Ibukota dengan sendirinya telah berpindah dari Batavia ke Weltevreden. Istana
di Weltevreden ini lokasinya di istana Jakarta ynag sekarang (tetapi saat itu
menghadap ke utara). Istana di Weltevreden dan villa di Buitenzorg menjadi
cikal bakan dua istana ini pada masa kini. Acara seremonial spektakuler memungkinkan
untuk dilakukan. Tanda-tanda kemakmuran dan kemewahan pesannya harus didengar
dan dibicarakan di Belanda. Oost Indisch bukan lagi sumber pendapatan Belanda
yang diraih dengan kekerasan dan perang, tetapi sumber pendapatan Belanda yang
dilakukan dengan cara bermartabat. Namun decak kagum mulai diimbangi dengan
perasaan iri bagi orang-orang di Belanda lebih-lebih oleh para pesaingnya di
Oost Indisch.
telah dirintis oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff, kemudian dipacu
pertumbuhannya oleh Jacob Mossel dan dikembangkan lebih lanjut oleh Petrus
Albertus van der Parra. Para investor mulai diintensifkan untuk mengusahakan
lahan-lahan luas untuk mempercepat laju eksor komoditi dunia seperti kopi,
indigo, gula dan sebagainya. Kontrak-kontark perdagangan dengan para pemimpin
lokal di berbagai wilayah tidak bisa menjamin kontinuitas perdagangan yang
selalu dipantau oleh Heern XVII di Belanda.
para pemilik uang. Tentu saja sulit mendatangkan para investor di Eropa. Para
investor dalam hal ini adalah para pejabat-pejabat VOC/Belanda itu sendiri.
Karena merekalah orang-orang kaya di Oost Indisch. Mereka pulalah yang bisa
mengatur termasuk mengatur kebijakan. Tanah-tanah partikelir semakin meluas.
Inisiatif tanah partikelir ini pada dasarnya sudah dimulai oleh Saint Martin
dan Cornelis Chastelein pada satu abad sebelumnya. Pengakuan tanah-tanah
partikelir ini juga terus berlanjut pada era Gubernur Jenderal Jeremias van
Riemsdijk yang menggantikan Petrus Albertus van der Parra pada tahun 1775.
berada di Tjimanggis yang kemudian disebut Land Yemans. Di lahan inilah Petrus
Albertus van der Parra bersama istrinya Adriana Johanna Bake membangun estate.
Di wilayah yang lebih dekat dengan Batavia/Weltevreden sudah ada estate
Tandjong (Oost dan West). Di land Tandjong West (kini Tanjung Barat) didirikan
sebuat rancj besar yang menghasilkan daging dan susu yang menyuplai kebutuan di
Batavia dan kota-kota besar Eropa lainnya terutama di Pulau Jawa.
sebelumnya cukup lama berkuasa yang menandakan secara pribadi merka sukses.
Imhoff menjabat tujuah tahuu, Mossel 11 tahun dan van der Parra selama 14
tahun. Mereka inilah yang menikmati secara nyata hasil dari pendahulu-pendahulu
bahkan sejak Coen, gubernur jenderal pertama. Bahkan. Puncak segala frustasi para
gubernur jenderal sebelum Imhoff adalah Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier (173701741) yang
terkenal dengan tragedi pembantaian orang-orang Cina di Batavia tahun 1740.
Setelah Johannes Thedens (1741-1743) berhasil memulihkan situasi dan kondisi,
lalu Imhoff muncul dengan berbagai terobosan yakni pengembangan pertanian (yang
dimulai dengan pembangunan irigasi) di wilayah hulu sungai Tjiliwong.
cukup lama selama 14 tahun (1761-1775) menjadi gubernur jenderal dan berhenti
saat masih menjabat, tetapi usia anak-anaknya tidak lama. Dari istri pertama,
tiga putri meninggal sebelum meninggal Petrus Albertus van der Parra. Dari
istri kedua hanya anak semata wayang, masih muda tetapi sudah menduduki jabatan
strategis pada level menengah. Petrus Albertus van der Parra Jr (Junior)
meninggal muda pada tahun 1781 (enam tahun setelah Petrus Albertus van der
Parra Sr meninggal). Habis sudah penerus Petrus Albertus van der Parra. Lalu
setelah sejumlah properti dijual untuk warisan (untuk dua istri yang
ditinggalkan) praktis Adriana Johanna Bake hanya memiliki properti bangunan
(tempat tinggal di Weltevreden) dan estate di Land Yemans (Cimanggis). Dalam
keluarga Petrus Albertus van der Parra, istri kedua di Oost Indisc Adriana
Johanna Bake seakan hidup sebatang kara: suami telah meninggal (1775) dan anak
semata wayang juga telah meninggal (1781).
Johanna Bake meneruskan pengelolaan lahan di Land Yemans (Cimanggis). Adriana
Johanna Bake yang hidup mewah selama suaminya menjadi Gubernur Jenderal, kini
harus membanting tulang di bidang pertanian (estate) di Land Yemans. Tampaknya Adriana
Johanna Bake cukup menderita untuk level elit di Oost Indisch. Adriana Johanna
Bake boleh jadi menjadi sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia di
Weltevreden pada tahun 1787. Anak beranak ini meninggal pada interval waktu
enam tahun: Parra Sr (1775); Parra Jr (1781) dan Adriana Johanna Bake (1787).
Habis sudah ‘dinasti’ Parra.
Pengganti Guebernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra adalah Jeremias van
Riemsdijk. Meski hanya berkuasa singkat dan hanya dua tahun (1775-1777) tetapi
anaka-anak dan istrinya terbilang sukses sebagai pengusaha-pengusaha estate di
berbagai land yang tersebar dari Tandjong Oost (kini Pasar Rebo) hingga
Tjiampea (lokasi dimana IPB sekarang) termasuk Land Tjiampea, Tjibinong, Tapos,
Tjilodong, Kraggan dan Tjiboeboer dan Tnadjong Oost. Keluarga (dinasti) Pada
era Pemerintahan Hindia Belanda, keluarga (dinasti) Riemsdijk termasuk salah
satu yang tersukses (1833).
sejarah (Kota) Depok yang sekarang membicarakan Saint Martin, Cornelis
Chastelein dan van der Parra (Adriana Johanna Bake) tidak cukup. Pada dasarnya
harus juga membicarakan van Riemsdijk terutama cucunya Scipio van Riemsdijk di
Land Tjilodong.
Itulah sejarah awal Kota Depok, yakni sejarah para
pionir yakni sejarah Saint Martin, sejarah Cornelis Chastelein, sejarah Petrus
Albertus van der Parra dan sejarah Jeremias van Riemsdijk.
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.















