Klenteng Lasem, 1880
Lasem adalah kota (stad)
orang Tionghoa. Disebut demikian, tidak hanya karena populasi orang-orang
Tionghoa sangat banyak di Lasem, tetapi juga Luitenat der Chineeezen di Blora
Liem King Tie adalah seorang pedagang di Lasem (lihat Java-bode: nieuws,
handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 07-10-1874). Pemimpin
Tionghoa di Lasem adalah Liem Tik Lie yang telah diangkat pemerintah sejak
tahun 1868 (lihat Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1871). Di Lasem kemudian diangkat luitenant der
Chineeezen Liem King Poen (Bataviaasch handelsblad, 31-08-1880). Yang menjabat
sebagai Controleur di Lasem adalah JJ Bischoff (Soerabaijasch handelsblad, 12-05-1881).
satu pusat perdagangan opium sudah muncul pada tahun 1848 atau sebelumnya.
Disebutkan bahwa ‘pada saat bersamaan, impor opium asing harus diberlakukan
secara ketat, melarang kapal besar singgah di Lasem (lihat Tijdschrift voor
staathuishoudkunde en statistiek, 1848).
Di dekat Lasem terdapat sebuah kampung yang disebut
desa Bonang yang jaraknya lima pal dari Lasem. Nama desa ini mengacu pada orang
suci (Soehoenan) yang meninggal dan dikuburkan di desa ini. Orang suci ini
adalah murid dari Soehoenan Ngampel [di Sorebaja], orang yang meneruskan
semangat Malik Ibrahim dengan tak kenal lelah (lihat Jan Baptist Jozef van
Doren.1851. De Javaan in het ware daglicht geschetst, benevens eenige inlichtingen
over..). Majalah Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde, 1864
mencatat bahwa di Lasem terdapat 13 guru agama yang mengasuh 200 murid.
opium di wilayah Jawa (bagian tengah), kain lurik Lasem juga sudah dikenal
sebagai komoditi perdagangan (lihat Katalogus der tentoonstelling van
grondstoffen en nijverheids-voortbrengse, 1865). Pemasaran kain Lasem tidak
hanya di Jawa tetapi juga di Batavia (Bataviaasch handelsblad, 14-04-1880).
Kain Soerabaja, kain Solo dan kain Lasem dan kain Batavia tampaknya mendominasi
perdagangan kain. Dalam perkembangannya muncul kain Paccalongan dan kain Tagal.
pada tahun 1874 di Lasem ditempatkan seorang komisi sekolah pendidikan pribumi
(Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 07-10-1874).
Penempatan seorang komisi sekolah (penilik sekolah) biasanya mengindikasikan
sudah terdapat sejumlah sekolah dasar.
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










