*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Sejarah
bahasa Indonesia di Jepang berakar dari masa pendudukan Jepang (1942–1945), di
mana bahasa Indonesia berkembang pesat karena pelarangan bahasa Belanda. Jepang
menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi, mendorong
kodifikasi istilah baru, dan secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa
Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Meskipun bertujuan untuk kepentingan
propaganda, kebijakan Jepang secara signifikan mempercepat penggunaan bahasa
Indonesia secara luas di seluruh Nusantara.

Masyarakat Jepang tercatat sudah mulai mengenal
bahasa Melayu (cikal bakal bahasa Indonesia) sejak tahun 1700-an melalui daftar
kosakata sederhana yang dibawa oleh pedagang atau pelaut. Masa Pendudukan
Jepang di Indonesia (1942–1945) adalah periode ini menjadi titik balik krusial.
Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan bahasa Indonesia
sebagai bahasa utama dalam pemerintahan dan pendidikan di Indonesia. Kebijakan
ini secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa Indonesia di mata dunia dan
meningkatkan minat studi bahasa tersebut di kalangan akademisi serta pejabat
militer Jepang. Pendidikan formal bahasa Indonesia di Jepang mulai berkembang
pada awal 1900-an. Fokus utamanya saat itu adalah untuk kepentingan hubungan
diplomatik dan ekonomi. Hingga tahun 2026, bahasa Indonesia telah diajarkan di
berbagai perguruan tinggi ternama di Jepang sebagai mata kuliah pilihan maupun
jurusan khusus. Mahasiswa Jepang tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga
aspek budaya, seni, dan sejarah Indonesia. Minat masyarakat Jepang terus
meningkat melalui program BIPA yang didukung oleh pemerintah Indonesia. Bahasa
Indonesia kini menjadi salah satu bahasa asing yang cukup diminati oleh warga
Jepang karena hubungan kerja sama ekonomi yang erat (AI Wikipedia)..
Lantas
bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa Jepang di Indonesia?
Seperti disebut di atas, bahasa Jepang masa kini semakin diminati orang
Indonesia, demikian juga Bahasa Indonesia juga semakin diminati orang Jepang.
Di masa lampau bahasa Eropa (Portugis, Belanda dan Inggris) juga berkembang di
Jepang dan di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa
Jepang di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Bahasa Indonesia
di Jepang dan Bahasa Jepang di Indonesia; Bahasa Eropa (Portugis, Belanda dan
Inggris) di Jepang
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Bahasa Eropa
(Portugis, Belanda dan Inggris) di Jepang: Bahasa Portugis, Belanda dan Inggris
dalam Bahasa Indonesia
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










