Sejarah Indonesia

Sejarah Casajangan (7): Sorip Tagor Masa Awal Perjuangan Politik, Ekonomi; Kongres Hindia 1917 dan Adopsi Nama Indonesia

image001 4


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Sorip Tagor
adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Sorip Tagor tidak sendiri di
Belanda, juga ada nama Baginda Djamaloedin dan Tan Malaka. Penghubung antar dua
generasi itu adalah Soetan Goenoeng Moelia. Sementara Indisch Vereeniging juga
tetap relevan di Belanda. Hanya saja di masa Sorip Tagor dkk situasi dan kondisinya
telah berubah jika dibandingkan di masa Soetan Casajangan dkk. Soetan Goenoeng
Moelia tiba di Belanda pada tahun 1910 dan Soetan Casajangan kembali ke tanah
air tahun 1913 (pada tahun dimana trio Sorip Tagor, Baginda Djamaloedin dan Tan
Malaka berangkat studi ke Belanda).
 Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


image001 4

Pasca Perang Dunia I, Indische
Vereeniging mulai mengalami proses politisasi. Salah satu tokoh penting dalam
fase awal ini adalah Ahmad Subardjo, ketua organisasi periode 1919-1921. Dalam
masa ini, orientasi organisasi mulai bergeser dari perkumpulan mahasiswa yang
bersifat sosial menjadi forum diskusi kebangsaan dan politik, dengan penekanan
pada kesadaran nasional dan posisi Indonesia dalam konteks internasional. Pada
September 1922, saat pergantian ketua antara Dr Soetomo dan Herman
Kartowisastro organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Saat
Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, Indonesische Vereeniging mulai
menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan
tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M Nazir Datuk Pamoentjak
menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka.
Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah
menjadi Perhimpoenan Indonesia
(Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Sorip
Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia? Seperti disebut di
atas, Sorip Tagor dapat dikatakan adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Lalu
bagaimana sejarah Sorip Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
 Sejarah Bahasa Indonesia

image001 5

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja. Dalam
hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan
hanya
sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah
terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
 

Sorip
Tagor dan Awal Perjuangan Politik dan Ekonomi; Kongres Hindia 1917 dan Adopsi
Nama Indonesia

Tunggu deskripsi
lengkapnya

Kongres
Hindia 1917 dan Adopsi Nama Indonesia: Garis Continuum Dja Endar Moeda, Soetan
Casajangan dan Sorip Tagor

Tunggu deskripsi
lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di
waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan:
Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia:
Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di
Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di
Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top