Sejarah Indonesia

Sejarah Sepak Bola (42): Jay Idzes dan Marga van der Sluys di Semarang; Lika Liku dalam Melacak Asal Usul Para Leluhur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada masa ini ada dua nama yang dihubungkan
dengan Kota Semarang: Maximilian van der Sluys Veer dan Jay Idzes. Max dan
istrinya, Elly Kristanti, adalah pemilik terakhir rumah kuno bersejarah sebelum
dihibahkan ke Yayasan Mardi Waluyo pada 2013. Rumah tersebut dibangun sekitar
tahun 1890 awalnya dimiliki oleh arsitek Belanda ternama, Abraham Fletterman. Pada
tahun 1952. Max menjabat sebagai Bendahara II di perkumpulan bernama Samarangse
Van. Mereka adalah kerabat dekat Corrie Fletterman, yang merawat rumah itu
setelah tahun 1965. Bangunan itu kini menjadi cagar budaya di Jalan Kyai Saleh
No 15 Semarang.
.Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Jay Idzes, bek
tangguh Timnas Indonesia kelahiran Belanda (2 Juni 2000), memiliki darah Indonesia
dari kakek dan neneknya. Kakeknya lahir di Semarang pada 1939 dan pernah
merasakan masa penjajahan, sedangkan neneknya dari Jakarta. Ia memilih
dinaturalisasi (Desember 2023) karena hubungan erat dengan keluarga, yang
mendukung kariernya sebagai pemain profesional. Kakek Jay Idzes sempat hidup di
panti asuhan selama 10 tahun, dan mengalami masa sulit penjajahan Jepang. Hingga
saat ini, nama lengkap kakek Jay Idzes  tidak dipublikasikan secara spesifik ke publik
oleh sang pemain. Meskipun identitas namanya dirahasiakan, Jay Idzes telah
membagikan beberapa informasi penting mengenai latar belakang kakeknya yang
menjadi dasar garis keturunannya: Kakek Jay Idzes (ayah dari ibunya) lahir di
Semarang pada tanggal 16 November 1939
akhirnya pindah ke Belanda pada usia sekitar 20
hingga 25 tahun. Jay mengungkapkan bahwa ibunya (single parent) membesarkan
dirinya dan saudara perempuannya sendirian selama bertahun-tahun. Jay lahir dan
besar di Mierlo, Belanda
(AI Wikipedia). 

Lantas
bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti disebut
di atas, kakek Jay Idzes lahir di Semarang pada tahun 1939, tetapi tidak
terinformasikan namanya. Sementara itu di Semarang pada masa terdapat rumah
cagar budaya yang konon dimiliki keluarga
van der Sluys. Untuk sekadar diketahui, Semarang adalah kota kelahiran HJ
van Mook. Lalu bagaimana sejarah
Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 
Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.               

Jay Idzes dan Marga van der
Sluys di Semarang; Lika Liku dalam Melacak Asal Usul Para Leluhur

Jika
ditanya AI, kakek Jay Idzes disebut (ayah dari ibunya) lahir di Semarang pada
tanggal 16 November 1939. Sementara Jay Idzes sendiri lahir di
Mierlo, Belanda pada tanggal 2 Juni 2000. Itu berarti ada jarak waktu 61 tahun
antara kelahiran sang kakek dengan Jay Idzes, Lantas siapa saja yang lahir di
Semarang pada tahun 1939?
 


Ada ratusan kelahiran
dari pasangan Eropa/Belanda di Semarang dalam tahun 1939. Lalu apakah ada yang
lahir pada tanggal 16 November? Dari-sumber-sumber surat kabar yang ada di
Indonesia (baca: Hindia Belanda) yang lahir tanggal 16 November 1939 adalah
sebagai berikut: LJ Wijnvoord-JM van Puffelen (z=zoon) di Batavia (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 18-11-1939); G Bos-ES van Beek,
anak perempuan (d=dochter) di Batavia; JPU Jung-O Ch E Dreesens (d) di Batavia (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 20-11-1939); Sardeman-Roda (z)
di Padang (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 17-11-1939);
Tjoa Sie Liem-Wilkens (z) di Malang (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 20-11-1939);
Ziegeller-Winters (d) di Soebang (lihat Algemeen handelsblad voor
Nederlandsch-Indie, 20-11-1939). Tabel (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 06-12-1939). 

Dari sumber-sumber surat kabar di Indonesia yang
lahir tanggal 16 November 1939 tidak ada di Semarang. Bagaimana dengan semua
surat kabar yang berbahasa Belanda? Namun yang lahir di Semarang di seputar
tanggal 16 November 1939 (tidak disebutkan tanggal berapa) adalah sebagai
berikut: De Telegraaf, 17-11-1939:
van Hensbergen-Knebel
(z). De Gooi- en Eemlander: nieuws- en advertentieblad, 21-11-1939: HAL
Muller-Bouwman (z).
 


Dari semua sumber
yang dapat dilacak, tidak ada informasi yang lahir di Semarang pada tanggal 16
November 1939. Informasi yang ada lahir di Batavia, di Padang, di Malang dan di
Soebang. Tentu saja belum dapat disimpulkan, karena bisa saja ada sumber yang
belum terlacak (sumber yang hilang). Namun demikian, seandainyapun semua sumber
mengindikasikan tidak ada yang lahir di Semarang pada tanggal 16 Desember 1939,
bisa jadi bahwa sumber yang berasal dari AI yang menyebut kakek Jay Idzes lahir
di Semarang pada tanggal 16 November 1939 berarti sumber AI tidak akurat
(memang banyak yang ditemnukan sumber AI tidak akurat). 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Lika Liku dalam Melacak Asal
Usul Para Leluhur: Para Pemain Sepak Bola Diaspora yang Dinaturalisasi di
Indonesia

Seperti dikutip dari jawaban AI di atas, disebutkan
kakek Jay Idzes pernah berada di panti asuhan selama 10 tahun (sejak masa
pendudukan Jepang 1942). Apa yang menyebabkan demikian? Permasalahan serupa ini
biasanya kedua orang tuanya telah tiada (sementara jika ada saudara-saudaranya,
tetapi belum ada yang mandiri). Jika kakek Jay Idzes lahir tahun 1939, itu
berarti usianya baru tiga tahun pada permulaan pendudukan militer Jepang.
Selama pendudukan Jepang, semua orang Eropa/Belanda yang aktif dikurung dan
para wanita dan anak dikumpulkan di kamp interniran.
 


Pendudukan militer
Jepang berakhir pada tahun 1945. Setelah bangsa Indonesia menyatakan
kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, pasukan Sekutu/Inggris memasuki
wilayah Republik Indonesia dengan tujuan untuk melucuti dan mengevakuasi militer
Jepang yang dengan sendirinya juga dilakukan pembebasan para interniran
Eropa/Belanda. Pasukan Sekutu/Inggris mendarat di Semarang pada tanggal 20
Oktober 1945. 

Selama pendudukan militer, terutama yang berada di
kamp tahanan orang Eropa/Belanda banyak yang berakhir dengan kematian. Di kamp
interniran Semarang paling tidak terdapat dua orang Belanda berusia muda yang dieksekusi
(lihat
Het dagblad: uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 06-11-1945).
Disebutkan  oleh Kempetai melakukan
eksekusi di Semarang: CA van der Sluys, 22 tahun. Tanggal 24 Oktober 1943 dan J
van der Sluys, 19 tahun pada tanggal 24 Oktober 19’43.
 


CA van der Sluys dan J van
der Sluys diduga bersaudara (beda tiga tahun), Biasanya yang dieksekusi adalah
tahanan yang melakukan perlawanan, atau sebelum di tahan semasa Pemerintahan
Hindia Belanda dianggap telah melakukan perlawanan kepada kehadiran Jepang.
Bisa juga orang Eropa/Belanda yang melakukan gerakan bawah tanah sejak kehadiran
militer Jepang dan kemudian ditangkap lalu dimasukkan ke tahanan. Dalam hal ini
pengadilan militer Jepang memutuskan kedua van der Sluys tersebut harus dihukum
eksekusi (mati).
 


Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top