Sejarah

Sejarah Tata Kota Indonesia (31): Tata Kota Pangkal Pinang, Muntok, Tanjung Pandan; Riwayat Pulau Bangka dan Pulau Belitung


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini

Nama
pinang banyak dijadikan nama kota. Ada Kota Pinang di pantai timur Sumatra
(Tapanoeli), Pangkal Pinang di pulau Bangka dan Tanjung Pinang di pulau Bintan.
Lalu apakah nama Pinang merujuk pada nama pohon/buah pinang? Itu satu hal. Hal
lain yang lebih penting adalah bagaimana sejarah kota Pangkal Pinang di pantai
timur pulau Bangka? Kota Pangkal Pinang terbentuk di pangkal (hulu) daerah
aliran sungai Pangkal Pinang (gabungan sungai Padindang dan sungai Rangkawe). Sementara
itu kota yang sudah tua ditemukan di pantai barat pulau (Muntok). Bagaimana
dengan kota Tanjung Pandan? Suatu kota di pulau Belitung.


Kota
Pangkalpinang adalah ibu kota Provinsi Bangka Belitung. Kota ini terletak di
bagian timur Pulau Bangka. Secara administratif, kota Pangkalpinang ditetapkan
sebagai ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 9 februari 2001.
Secara etimologi, kata “Pangkalpinang” berasal dari dua kata yaitu
Pangkal dan Pinang. Kata Pengkal dalam bahasa Melayu Bangka sebagai pusat atau
awal mulanya. Sebagai pusat pengumpulan timah, kemudian berkembang. Sedangkan
kata Pinang, berasal dari pohon Pinang. Dalam rangka untuk mengontrol kaya
tambang timah deposit di Timur Bangka, kolonial Belanda memindahkan ibu kota
Belitung Bangka dari Muntok ke Pangkalpinang pada tahun 1913. Kota
Pangkalpinang berkembang dari status sebagai kota kecil pada tahun 1956 (UU
Darurat No. 6 Tahun 1956) kemudian menjadi kotapraja, kotamadya, hingga menjadi
kotamadya daerah tingkat II Pangkalpinang. Lahirnya Pangkalpinang dengan status
Kota Kecil meliputi dua gemeente yaitu gemeente Pangkalpinang dan gemeentee
Gabek. Sebagai pejabat Wali Kota yang pertama adalah R. Supardi Suwardjo (alm),
Patih di Kantor Residen Bangka Belitung. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1959 status
kota kecil ditingkatkan menjadi Kotapraja pada tanggal 24 Juli 1958. Berdasarkan
UU No. 18 Tahun 1965 status Kotapraja diubah menjadi Kotamdya. Dengan
berlakunya UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah,
status Kotamadya menjadi Kotamadya daerah Tingkat II Pangkalpinang.
(Wikipedia))

Lantas bagaimana sejarah tata kota di Pangkal
Pinang, Muntok dan Tanjung Pandan? Seperti disebut di atas, kota yang sudah
terbilang tua adalah kota Muntok di pulau Bangka. Bagaimana dengan riwayat pulau
Bangka dan pulau Belitung? Ada kampong Pangkal Pinang pangkal sungai Pinang di
pantai timur Bangka dan ada kampong Tanjung Pandan di tanjong sungai Tjeroepoet.
Lalus bagaimana sejarah tata kota di Pangkal Pinang, Muntok dan Tanjung Pandan?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tata Kota di Pangkal Pinang, Muntok dan Tanjung
Pandan; Riwayat Pulau Bangka dan Pulau Belitung

Tunggu deskripsi lengkapnya

Riwayat Pulau Bangka dan Pulau Belitung: Pangkal
Pinang Masa Kini, Muntok Masa Lampau, Tanjung Pandan Masa Depan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com


, Terimakasih telah mengunjungi Dului.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top